Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 86 - Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Louisa mengerang lirih dalam tidur nya saat ada yang menyentuh pipi nya, gadis itu perlahan membuka mata dan hal pertama yang ia lihat adalah sang suami.


Ethan sedang tersenyum, ia memangku kepala nya menggunakan satu tangan nya sedangkan tangan yang lain membelai pipi Louisa.


"Kau sudah bangun?" Louisa menggeliat malas dan seketika kening nya berkerut saat merasakan ada yang berbeda di ranjang nya. Louisa hanya bisa menganga saat menyadari ia tidur di atas hamparan kelopak bunga mawar yang masih segar.


Louisa langsung beranjak duduk, ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling kamar yang entah kapan kini sudah berubah. Seprei nya rapi, ada lilin di beberapa sudut ruangan. Ia menunduk dan menyadari kini diri nya memakai gaun pengantin yang sangat indah.


"Aku sampai bermimpi karena terus menagih gaun pengantin," gumam Louisa yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi sekarang, ia mengucek mata nya dan seketika Louisa terbelalak melihat sebuah cincin permata melingkar indah di jari manis nya.


"Ha, ini ...." Gadis itu tak bisa lagi berkata-kata, kini tatapan nya tertuju pada Ethan yang sejak tadi hanya memperhatikan diri nya sambil mengulum senyum samar.


"Yang pasti ini bukan mimpi, My girl," kata Ethan sembari menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Louisa.


"Tapi bagaimana bisa aku memakai gaun?" Louisa merangkak turun dari ranjang dan seketika ia meringis saat merasakan perih di pangkal paha nya.


Ah, itu sudah cukup membuktikan apa yang terjadi bukan lah mimpi. Louisa meringis sembari mencoba berdiri tegak, Ethan pun menyusul sang istri dan pria itu hanya memakai celana dalaam.


"Aku yang memakaikan nya," ujar Ethan.


"Tidak mungkin!" bantah Louisa. "Kapan? Dan bagaimana barang-barang ini ada dalam waktu beberapa jam? Gaun, cincin, bunga dan yang lain nya."

__ADS_1


"Biar aku ceritakan ...." Ethan menarik tangan Louisa kemudian membawa nya ke depan cermin. "Kau cantik sekali, seperti bidadari yang baru turun dari langit," puji Ethan.


Sementara Louisa justru meringis melihat penampilan diri nya, gaun yang ia pakai memang sangat cantik. Bahkan, mungkin gaun tercantik yang ia lihat dengan. Akan tetapi, rambut nya acak-acakan, wajah nya pun sama. Dan sang suami hanya memakai celana dalaam. Ia tak tahu, harus menganggap ini anugerah atau musibah.


"Bagaimana? Kau suka gaun nya?" tanya Ethan.


"Yeah, gaun nya sangat cantik, Sayang," jawab Louisa sembari berbalik badan guna berhadapan dengan Ethan. "Tapi dari mana kamu dapat gaun ini? Dan bagaimana ceritanya kamu menyiapkan semua ini?"


Ethan menarik pinggang Louisa hingga tubuh kedua nya saling menempel, Louisa pun mengalungkan tangan nya ke leher sang suami dengan manja.


"Aku tidak bisa tidur," kata Ethan. "Kemudian aku menghubungi beberapa orang untuk mencari beberapa gaun terbaik di Spain, tentu dengan cincin nya. Sebenarnya kedua barang ini milik pengantin lain tetapi aku membayar nya 10 kali lipat."


"Kau tidur sangat nyenyak, kau bahkan tidak bangun saat aku memindahkan mu ke sofa. Kemudian aku merapikan seprei, aku menabur bunga seperti yang kau mau. Dan gaun serta cincin ini datang tiga puluh menit yang lalu. Aku memakaikan nya karena kamu tak kunjung bangun."


"Kau melakukan nya sendirian?" tanya Louisa. Kedua nya bergerak pelan ke kanan dan ke kiri, seolah sedang berdansa meski tanpa musik.


"Tentu saja, My girl, aku tak ingin ada orang lain yang melihat tubuh mu apalagi tadi kau tidak mengenakan apapun."


Wajah Louisa langsung memerah mendengar ucapan Ethan, ia memang sangat lelah setelah tak henti-hentinya di garap oleh sang suami. Bahkan Louisa merasa seperti nya ia pingsan.


"Aku harap kau tidak memperkosa ku," kekeh Louisa.

__ADS_1


"Aku hampir melakukan nya," jawab Ethan dengan polos nya yang membuat Louisa melongo. "Aku sungguh ingin bercinta lagi, tapi aku tidak tega melihat wajah letih mu." Louisa sedikit bernapas lega mendengar pengakuan Ethan.


Meskipun suami nya itu terlihat kejam dan dingin, tetapi Ethan sangat lembut dan tidak tegaan pada nya. Louisa sangat bersyukur akan sisi lembut sang suami, jika tidak ... sudah pasti Louisa pingsan karena terus di garap oleh Ethan.


"Bagus lah," kata Louisa. "Setelah ini aku ingin selalu bersama mu, jika kau pergi ke Moscow atau ke London, bawa aku."


"Louisa, aku tidak bisa selalu membawa mu, My girl," tukas Ethan. "Itu akan sangat berbahaya."


"Aku tidak peduli," tegas Louisa. "Sekarang aku istri mu, aku sudah berjanji akan selalu bersama mu dalam segala keadaan."


Ethan menatap mata Louisa dengan intens, terlihat jelas keseriusan di mata istri nya itu. "Baiklah, setelah kau menyelesaikan latihan mu aku janji akan membawa mu."


"Sudah seharusnya," ucap Louisa kemudian ia memangut bibir sang suami, mengecup, mencium, melumaat bahkan menggigit nya dengan gemas.


Tentu saja Ethan menerima dengan senang hati, ia menyambut serangan Louisa dengan gairah yang mulai membuncah.


Bahkan, kedua tangan Don Mafia itu tak mau tinggal diam. Ia berusaha melepaskan gaun yang melekat di tubuh Louisa, sementara Louisa menarik turun kain terakhir yang menutupi tubuh Ethan.


"Haruskah kita melakukan nya sekali lagi?" tanya Ethan.


"Tentu saja," jawab Louisa. "Sebagai ucapan terima kasih atas hadiah pernikahan mu. Tapi hanya satu ronde dan tidak boleh kasar, okay?"

__ADS_1


__ADS_2