Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 16 - Rencana Penculikan


__ADS_3

Ciuman?


Louisa sangat penasaran dengan rasanya ciuman, apalagi orang-orang yang berciuman di film yang ia tonton selalu memejamkan mata seolah ciuman itu sangat nikmat.


Nekat ....


Louisa hanya bermodal nekat saat mencuri cium bibir sang bodyguard yang memang seksi itu, dan rasanya sangat aneh. Dadanya berdebar kencang, wajahnya terasa panas bahkan kepalanya sampai pusing. Dia seperti melayang di atas awan.


"Aku tidak akan menciumnya lagi, sepertinya itu tidak baik untuk kesehatan jantungku." Louisa menggumam sambil mengeringkan rambutnya.


"Tapi rasanya ...." Gadis itu menyentuh bibirnya sembari memejamkan mata. "Lembut, manis, padahal aku belum menjilat nya. Tapi kenapa terasa manis?"


Sementara di sisi lain, keadaan Ethan tak jauh berbeda dari Louisa. Pria itu tampak gusar, dia merasakan debaran tak biasa di dadanya dan ia tahu itu tak baik untuk dirinya.


Ciuman?


Seumur hidup Ethan tak pernah berciuman dengan seorang wanita, berpelukan saja tak pernah. Lalu, bagaiman bisa setan kecil itu mencuri ciuman pertamanya dengan begitu lancang?


"Demi apapun, aku harus segera bertindak," geram Ethan.


Ia segera menghubungi Peter.


"Ya, Taun Mayer?"


"Peter, besok malam kita bertindak."


"Apa? Kenapa secepat itu? Bukankah kau akan menunggu sama bajingan itu masuk ke dunia politik?"


"Tidak lagi, aku sudah tidak sabar untuk menghancurkannya." Napas Ethan memburu, emosi kembali meluap dalam jiwanya saat ia kembali mengingat tujuan utamanya datang ke kediaman keluarga Rae. "Besok malam mereka akan ke pesta bersama, kita serang mereka saat itu juga."


"Baiklah, sesuai perintah Anda, Tuan Mayer."


...🦋...


Keesokan harinya, Louisa sikap Louisa berubah pada Ethan. Jika biasanya dia selalu menggoda pria itu, kini Louisa justru tampak malu-malu dan menghindari kontak mata dengan sang bodyguard.


Ethan mengernyit bingung, tetapi ia mencoba mengabaikan hal itu.


Hari ini Louisa memiliki jadwal kuliah, dan ayahnya menambah dua Bodyguard lagi karena ia takut penyerangan kembali terjadi.


Meski awalnya Louisa menolak, tetapi pada akhirnya ia hanya bisa pasrah.


Sepanjang perjalanan ke kampus, Louisa hanya diam dan menunduk pada ponselnya. Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut gadis itu pada Ethan.


"Apa dia sakit gigi sampai tidak bisa berbicara?" Batin Ethan mulai bertanya-tanya.


"Oh Tuhan, sepertinya cintaku tumbuh semakin besar gara-gara menciumnya. Detak jantungku semakin cepat," gumam Louisa dalam hatinya.


Saat sampai di kampus, Louisa langsung turun dari mobil dan tanpa sengaja ia menjatuhkan earphone nya. Ethan tersenyum kecil melihat hal itu.


"Bicaralah, Nona Rae, kau pasti membutuhkanku untuk mengambil barang mu," seru Ethan dalam hati.

__ADS_1


Namun, hal tak terduga terjadi. Louisa mengambil barangnya sendiri kemudian dia bergegas ke kelasnya dengan langkah cepat.


"Nona Rae?" panggil Ethan.


Louisa hanya melirik pria itu sekilas setelah itu ia membuka buku yang dipegangnya, berpura-pura sibuk membaca.


"Kau sakit gigi?" tanya Ethan.


Kedua alis Louisa langsung bertaut mendengar pertanyaan itu. "Tidak," jawabnya kemudian.


"Oh, apa kau sedang berpuasa bicara?" tanya Ethan lagi.


Louisa hanya menggeleng.


"Apa kau marah padaku?"


Langkah Louisa langsung terhenti dan ia pun menoleh pada sang bodyguard. "Apa aku punya salah padamu tanpa aku sadari?" tanya Ethan lagi.


"Apa kau salah makan sesuatu tadi?" Louisa. "Baru kali ini kau cerewet seperti ibu-ibu," dengus nya yang membuat Ethan melongo.


Benar, kenapa sekarang dia cerewet hanya karena Louisa tak berbicara dengannya?


Louisa masuk ke kelas kemudian dia duduk di kursinya, tetapi dahinya berkerut saat ia merasakan ada sesuatu yang tak beres.


Louisa melirik ke sekelilingnya dan ia melihat Kim yang tersenyum sinis padanya. "Hai, princces," sapa Kim sambil tersenyum miring. "


Seniornya itu menghampiri Louisa kemudian mengambil tasnya dengan paksa. "Hey, kembalikan!" seru Louisa hendak berdiri tetapi ada yang menempel di celananya.


Yeah, mereka memasang lem perekat yang sangat kuat di kursi Nona muda Rae itu sehingga Louisa tak bisa beranjak dari kursinya.


"Nona Rae, ada apa?" tanya Ethan sembari berusaha menarik tubuh Louisa.


"Anak koruptor ini pasti mengerjai ku," desis Louisa tajam.


"Ah, itu benar sekali, Nona Rae, apa sekarang kau takut padaku?" tanya kim dengan begitu sinis.


Namun, tak sedikitpun Louisa terlihat takut. gadis itu tiba-tiba membuka kancing jeans yang ia pakai, kemudian menurunkan resletingnya dan setelah itu ia melepaskan celananya.


Semua orang menganga lebar, tak terkecuali Ethan yang langsung melepaskan jasnya kemudian menutupi tubuh bagian bawah Louisa dengan jas tersebut.


Kim hanya bisa melongo, sejak dulu ia selalu gagal mengerjai junior yang satu ini.


"Kenapa? Apa kau kecewa karena usahamu gagal?" ejek Louisa. "Uff, manusia sepertimu hanya bisa mengerjai orang lain."


Louisa mendekati Kim dan tanpa ragu ia menampar gadis itu dengan sangat keras.


"Huff, sakit!" ringis Louisa sambil menggoyangkan tangannya yang memang sakit karena terlalu keras menampar Kim.


Kim pun meringis saat merasakan pipinya panas dan perih bahkan matanya sampai berkaca-kaca. "Sialan!" geram Kim sambil melempar tas Louisa ke wajahnya, beruntung Ethan dengan sigap menangkap tas itu.


"Nona Rae, kau tidak apa-apa?"

__ADS_1


"Menyingkir!" seru Louisa mendorong Ethan menjauh. Setelah itu ia maju dan langsung menyerang Kim dengan membabi buta hingga wanita itu terjatuh.


Kim tak sempat menghindar, gerakan Louisa cepat dan tak terbaca sehingga Kim hanya bisa berteriak.


"Kamu mau berperang denganku, eh? Dasar anak manja!"


Louisa menduduki perut Kim kemudian mencakar wajahnya dengan kuku panjangnya hingga membuat wanita itu mengerang kesakitan.


Kim meronta dan mencoba membalas Louisa, tetapi gadis kecil itu rupanya cukup kuat. Sementara teman-teman Kim justru mundur ketakutan melihat Louisa yang menggila.


"Menyingkir dariku, sialan!" teriak Kim.


Ethan tercengang melihat Louisa yang mengamuk seperti anak macan yang lapar, ia pikir gadis itu hanya anak manja yang tak bisa apa-apa.


"Hanya segini kekuatanmu, eh? Apa uang korupsi ayahmu itu tidak cukup untuk mengirim mu belajar bela diri? Apa kau mau aku membayarkan nya untukmu?" ejek Louisa yang membuat Kim semakin marah.


"Nona Rae, sudah cukup!" seru Ethan sembari berusaha menarik Louisa menjauh dari Kim yang sudah tak berdaya.


Louisa memberontak tetapi Ethan justru menggendong gadis itu seperti sekarung beras kemudian membawanya keluar dari kelas.


"Lepaskan aku, Ethan!" teriak Louisa sambil memukul punggung Ethan.


"Kau bisa dikeluarkan dari kampus, Nona Rae," ujar Ethan memperingatkan.


"Aku tidak perduli," geram Louisa kesal.


"Pasti tidak mudah bagimu masuk ke kampus terbesar di London, kenapa kau mau dikeluarkan begitu saja?" tanya Ethan sambil berdecak heran.


"Aku tidak suka belajar," jawab Louisa dengan suara rendah. "Sebenarnya aku suka menari dan bermain musik, tapi Daddy dan Mommy ingin aku belajar bisnis."


Kini Louisa tampak sudah tenang, ia tak lagi memberontak bahkan ia tampak menikmati bagaiman Ethan menggotongnya seperti ini.


Sementara Ethan hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Louisa, kehidupan sempurna yang terlihat dari luar rupanya penuh lubang kekurangan dari dalam.


"Ethan, apa kau bisa pura-pura menculik ku?" tanya Louisa tiba-tiba yang membuat Ethan terkejut.


"Kenapa?" tanyanya.


"Aku hanya ingin tahu, apakah daddy dan mommy sungguh sayang padaku atau tidak," jawab Louisa. "Kau berpura-pura menjadi penculik dan meminta tebusan yang sangat banyak pada mereka. Jika mereka memberikannya, berarti mereka masih sayang padaku."


"Uang pasti lah bukan apa-apa bagi mereka, Nona Rae," sahut Ethan.


"Uang yang kecil memang bukan apa-apa, tapi aset yang mereka miliki pasti lah mereka berharga. Aku rasa ini akan seru, kau mau membantuku?"


Ethan berfikir sejenak kini ia kembali berseringai bak raja iblis yang berhasil memusnahkan musuhnya.


"Tentu, Nona Rae."


...🦋...


__ADS_1


__ADS_2