Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 113 - Tenang!


__ADS_3

Ethan menjenguk Andres yang masih belum siuman, Dokter bahkan mengatakan kemungkinan nya sangat kecil untuk menyelamatkan nyawa Andres. Namun, Ethan tak peduli dengan kemungkin itu apakah besar atau kecil. Yang pasti, ia mau semua anak buah nya mendapatkan perawatan terbaik.


Begitu juga dengan Nyonya Agatha, ia ingin agar Ibu mertua nya baik-baik saja tetapi dengan cara nya sendiri. "Berikan obat bius pada nya sampai aku kembali," pinta Ethan yang membuat Dokter melongo.


"Dokter di larang membius pasien kecuali di butuhkan, Tuan!" tukas Sang Dokter.


"Dan sekarang ibu mertua ku membutuhkan itu," balas Ethan dengan dingin. "Pastikan dia baik-baik saja tapi juga pastikan dia tidak sadar sampai aku meminta mu menyadarkan nya."


Dokter semakin bingung dengan permintaan Ethan, setiap orang ingin pasien sadar tetapi Ethan justru sebalik nya.


Ethan punya alasan sendiri kenapa ia tak ingin Nyonya Agatha sadar, ia hanya tak mau wanita itu terus memikirkan dan mengkhawatirkan Louisa.


Ethan menatap sang ibu mertua dengan sendu, teringat kembali masa-masa dulu saat ia mengawasi wanita itu, kemudian masuk ke dalam kehidupan nya untuk membunuh nya. Namun, kini semua keadaan telah berubah.


Ethan mengkhawatirkan Nyonya Agatha seperti ia mengkhawatirkan Simon dan Peter.


"Aku akan segera kembali dengan membawa Louisa," bisik Ethan penuh keyakinan. "Aku janji pada mu, Nyonya Rae," tambah nya. "Tapi sebelum itu, akan lebih baik jika kau tidur saja."


...🦋...


Louisa menatap rompi bom di tubuh gadis itu, kini waktu mereka sisa kurang dari enam jam. Membuat Louisa semakin merasa panik, tak yakin akan ada yang datang untuk menyelamatkan nya.


"Apa Ethan bisa menemukan ku sebelum enam jam ini berlalu?" gumam Louisa yang mulai merasa putus asa.


"Oh Tuhan, terkutuk lah mereka yang menyandra gadis kecil ini. Aku akan membunuh orang nya!" geram Louisa sambil mengepalkan tangan nya dengan kuat.


Bersamaan dengan itu, gadis kecil di depan nya membuka mata. Hal tersebut membuat Louisa sangat senang, ia langsung bernapas lega.


"Apa kau tidak apa-apa, gadis kecil?" tanya Louisa.


Gadis kecil yang di depan nya itu meringis, ia mengerjapkan mata beberapa kali karena pandangan nya yang buram.


"Apa kau pusing? Kau haus? Lapar?" cecar Louisa dengan khawatir.


Setelah beberapa saat gadis itu akhirnya tersenyum dan menggeleng.


Louisa menatap gadis itu dengan sedih, apalagi ia yakin gadis itu pasti sangat ketakutan setelah tahu diri nya di sandra dengan rompi bom itu.


"Hey, kau tahu kita di mana?" tanya Louisa dengan lembut.

__ADS_1


Gadis itu hanya menggeleng lemah sembari mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan. Ada jendela kecil di atas belakang Louisa.


"Jangan takut, seseorang akan segera datang untuk membantu kita," kata Louisa.


Namun, gadis itu tidak terlihat takut sama sekali. Justru ia melempar senyum lembut pada Louisa kemudian berkata, "Daddy akan datang, dia punya kekuatan seperti superman."


"Eh?" Louisa melongo, berpikir gadis itu mungkin tak mengerti apa yang terpasang di tubuh nya.


"Kau tahu apa di tubuhmu itu, Adik kecil?" tanya Louisa. Namun, kemudian ia meralat ucapan nya dengan cepat. "Ah, benar. Ayah mu pasti superman yang hebat, kita tidak perlu takut." Louisa sengaja mengalihkan pembicaraan nya, berpikir dengan hal itu tidak akan membuat gadis kecil itu takut.


Namun ....


"Ayah ku anggota militer, dia hebat dan bisa menjinakkan bom."


"Hah?" Louisa kembali melongo, berpikir gadis ini seperti nya hanya berhalusinasi.


"Nama ku Angel Delaney." Gadis kecil itu menyebutkan nama nya, dan entah kenapa hal itu membuat perasaan Louisa sedikit tenang.


"Siapa ayah mu?" tanya Louisa.


"Dante Delaney."


Louisa menggumamkan nama itu, mencoba berpikir apakah dia mengenal nya. Namun, selama ini Louisa tidak tahu siapa rekan atau musuh suami nya.


"Kau sakit apa?" Louisa kembali bertanya untuk mengisi waktu, dari pada di habiskan dengan terus khawatir, pikir Louisa.


"Aku mengalami sedikit masalah dengan jantung ku, membuat ku hampir mati." Angel bercerita sambil tersenyum.


Sementara Louisa terhenyak, tak menyangka penyakit mengerikan itu yang di derita Angel, dan aneh nya gadis itu tetap tenang serta tersenyum.


"Kau tidak takut?" Louisa kembali melontarkan pertanyaan, merasa tertarik dengan gadis kecil di hadapan nya.


"Selama ayah ku masih hidup, aku tidak perlu takut. Ayah selalu datang menyelamatkan aku." Louisa terdiam, merasa semakin penasaran dengan siapa Ayah Angel yang tampak nya sosok yang baik.


"Kau takut?" Kini Angel yang bertanya pada Louisa, membuat Louisa sedikit terkejut. "Jangan takut, ayah ku sendiri hebat, seperti superman. Dan dia juga punya teman malaikat, emm ... mungkin kekuatan nya perpaduan dari Batman, Flash, atau Aquaman."


Seketika Louisa tertawa geli mendengar pernyataan Angel, tak menyangka di saat seperti ini gadis kecil itu masih bisa melawak.


"Aku serius," kata Angel sambil cemberut. "Kemarin siang ayah datang pada ku dan memberi tahu bahwa malaikat akan mengirim kami ke Singapura, malaikat itu juga memberikan hadiah rumah dan uang. Jadi setelah ini kami akan pergi ke Singapure."

__ADS_1


"Yeah, malaikat yang luar biasa." Louisa menganggukkan kepala meski ia masih menganggap Angel hanya mengada-ada.


...🦋...


Ethan tak sabar menanti kabar dari Joel dan juga Simon, tetapi sampai sekarang dua insan itu tak kunjung menemukan sesuatu.


Sementara Dante kini kembali ke Markas The Eagle karena ia tidak tahu harus pergi ke mana dan pada siapa.


Peter membantu meretas cctv kamera rumah sakit, bahkan entah bagaimana pria itu juga mendapatkan rekaman rumah sakit di hari kemarin.


Ia mencoba mencari tahu sesuatu yang mencurigakan di setiap rekaman. Hingga ia menemukan satu rekaman video yang menampilkan seorang pria yang tampak mencurigakan di parkiran.


Tak berselang lama, seorang pria yang menggendong pasien mendatangi pria itu.


"Itu Angel!" seru Dante dengan cepat.


"Kau yakin? Anak ini?" tanya Peter.


"Iya, lihat lah gelang kaki nya!"


Peter memperlambat rekaman video itu kemudian mengambil gambar, memperbesar nya dan membuat nya sedikit jernih. Pria itu memang menggendong seorang anak tetapi wajah nya di tutupi.


"Itu adalah gelang kaki yang di buat istri ku untuk Angel, aku yakin tidak akan ada orang lain yang memiliki gelang seperti itu."


Peter menatap Dante, tampak ragu dengan pengakuan pria itu. Namun, keraguan itu seolah musnah saat melihat mata Dante.


Jika di perhatikan lebih seksama, pria yang membawa Angel itu sangat mirip dengan Dante. Baik dari postur tubuh maupun pakaian nya. Membuat Peter dan Dante sadar kenapa pria itu bisa keluar dari rumah sakit dengan mudah.


Peter terus memperhatikan gambar yang di dapat nya itu, mata nya menyipit saat ia menyadari sesuatu.


"Simon, apa kau tahu cara membuat gambar lebih jernih lagi?" tanya Peter.


Namun, Simon yang masih sibuk mencari informasi tak menanggapi pertanyaan Peter.


"Simon, ini tentang Angel dan nona Rae!" tegas Peter.


Simon terkejut, dengan cepat ia mengambil alih komputer. Mengotak-atik nya hingga gambar yang di ambil peter sedikit lebih sedikit semakin jernih.


"Baju itu produk lokal London!" seru Peter yang memperhatikan sebuah simbol yang ada di dada kiri pria itu.

__ADS_1


__ADS_2