
Apa yang terjadi dalam hubungan Simon dan Dokter Filly terasa begitu unik bagi manusia normal seperti Louisa, yang harus berada di tengah-tengah Mafia polos akan cinta dan hubungan asmara.
Apa ada seorang wanita karir yang cantik dan berpendidikan datang melamar seorang gangster dengan membawa bunga mawar berserta pot nya?
Namun, semua itu menjadi titik kebahagiaan tersendiri bagi Louisa, Peter dan juga Ethan.
Bahkan, Simon terlihat sangat bahagia memiliki bunga itu, yang bagi nya adalah lambang cinta dari Dokter Filly, ia menanam bunga mawar itu di halaman samping mansion. Simon merawat nya dengan baik, seolah takut bunga itu tidak tumbuh.
"Ayo, Sayang!" ajak Ethan yang sudah rapi.
Hari ini mereka akan menemui Dokter kandungan sesuai janji, dan itu membuat Louisa sedikit gugup. Takut semua nya tidak berjalan sesuai yang dia mau, apalagi mengingat diri nya pernah mengalami keguguran sebelum nya.
"Hem, tunggu sebentar!" Louisa mengambil parfum Ethan kemudian menyemprotkan nya ke leher dan pergelangan tangan nya.
Louisa sangat menyukai aroma parfum Ethan jadi ia selalu menggunakan ke mana pun dia akan pergi. Membuat aroma diri nya dan Ethan menjadi samar.
Setelah itu, kedua nya bergandengan tangan keluar bersama dari kamar.
"Uncle Peter?"
"Uncle Simon?"
Louisa berteriak memanggil kedua ayah mertua nya itu seperti biasa, tetapi tak ada yang merespon.
"Mungkin di halaman samping, Lou," kata Ethan. "Selama dua hari ini Simon sering ke halaman samping untuk melihat pertumbuhan bunga nya." Lanjut Ethan.
"Baiklah, kita ke sana sebentar."
"Tapi—"
Louisa tak mengindahkan ucapan Ethan, ia tetap menarik pria itu mencari kedua paman nya hanya untuk pamitan pergi, padahal sebelumnya Ethan tidak pernah melakukan hal itu. Namun, sekarang semua nya berubah.
Louisa tak bisa pergi begitu saja, ia akan selalu pamitan dan memberi tahu ke mana ia pergi dengan alasan agar Peter dan Simon tidak khawatir.
__ADS_1
"Uncle!" teriak Louisa yang membuat Simon langsung terlonjak, saat ini ia sedang memandangi bunga nya yang masih tak kunjung tumbuh itu.
"Apa, Lou?" gerutu Simon kesal sembari mengusap dada nya yang berdebar.
"Aku dan Ethan mau pergi ke Dokter," kata Louisa sambil cengengesan. "Bilang juga sama Uncle Peter, ya.. Bye!"
Yeah, Louisa bisa menghabiskan beberapa jam menit mencari kedua pria paruh baya itu hanya untuk memberi tahu bahwa diri nya akan pergi. Padahal, mereka juga tahu apa saja agenda Louisa dan Ethan.
"Iya, hati-hati!" seru Simon sambil melambaikan tangan nya.
Saat Louisa dan Ethan sudah pergi, Peter datang entah dari mana.
"Kamu memandangi bunga itu seperti orang bodoh, padahal tidak akan tumbuh dalam dua hari," kata Peter.
"Maka nya aku jaga biar tumbuh dengan baik," balas Simon setelah itu ia kembali ke dalam mansion. "Saat bunga mawar itu tumbuh dan nanti mekar, itu akan sangat indah." Lanjut nya.
"Benarkah? Aku jadi penasaran, apalagi kita tidak pernah punya tanaman bunga."
Peter langsung merogoh ponsel dari saku nya, kemudian membuka internet untuk melihat bunga mawar yang baru mekar. "Hem, bagus," gumam Peter dengan cuek.
"Semuanya baik-baik saja," ujar Dokter setelah melakukan pemeriksaan pada Louisa. "Tidak ada masalah jika kau ingin hamil kagi sekarang, tapi mengingat kau pernah mengalami keguguran, maka kandungan mu nanti harus di jaga dengan sangat hati-hati."
"Pasti, Dok," jawab Ethan dengan yakin. "Aku akan menjaga nya nanti."
"Apa selama ini kalian punya keluhan?" tanya Dokter Jennifer lagi.
"Tidak ada," jawab Louisa yakin.
Selama ini ia memang tidak punya keluhan apapun, begitu juga dengan suami nya. Itu salah satu alasan yang membuat Louisa yakin untuk segera memiliki anak, ia telah baik-baik saja.
Setelah selesai berkonsultasi dengan Dokter Jennifer, Louisa langsung mengajak Ethan membeli beberapa barang untuk keluarga Dokter Filly. Sebagai oleh-oleh saat mereka menemui ke keluarga besar kekasih Simon itu.
"Kenapa kamu mau memberi hadiah sekarang, My girl? Bikan kah mereka belum menikah?" Ethan bertanya dengan begitu polos nya, membuat Louisa merasa gemas sendiri.
__ADS_1
"Kita harus membawa sesuatu saat memenuhi undangan mereka, Sayang," jawab Louisa. "Selain untuk menyenangkan hati mereka, sekaligus untuk menunjukkan bahwa keluarga kita juga dari keluarga baik-baik."
Ethan hanya mengulum senyum kemudian tertawa kecil saat menyadari kalimat terakhir Louisa, seolah keluarga mereka berbeda. Meskipun tentu saja keluarga Dokter Filly dan keluarga Simon memang berbeda.
Ia pun mengikuti Louisa yang membeli beberapa barang yang berbeda. Kata nya, dia membeli sesuai apa yang di sukai oleh keluarga Dokter Filly. Louisa bahkan sampai membuat catatan khusus agar tidak salah beli.
Informasi itu ia dapatkan dari Dokter Filly sendiri saat Dokter Filly bertamu ke mansion, kedua wanita itu sempat mengobrol secara private, bertukar informasi secara jujur tentang kehidupan masing-masing.
Louisa memberi tahu konsekuensi menjadi istri seorang gangster, bahkan bisa saja nyawa mereka melayang secara mendadak meski semuanya terlihat baik-baik saja. Namun, Dokter Filly mengaku sangat siap karena dia mencintai Simon dengan tulus.
Setelah selesai berbelanja, Louisa dan Ethan kembali ke mansion. Mereka di sambut dengan girang oleh Simon apalagi karena mereka membeli banyak hadiah untuk keluarga kekasih nya.
"Ini akan membuat pasangan mu senang, Uncle Simon," kata Louisa sambil terkekeh. "Memberi perhatian khusus pada keluarga nya, itu adalah hal yang paling menyenangkan untuk seorang wanita."
"Apa kau bisa mengajari dia agar tidak di dominasi oleh istri nya nanti?" celetuk Peter kemudian.
"Kenapa kamu bertanya begitu?" Simon balik bertanya apalagi ia tampak tersinggung mendengar ucapan teman nya itu.
"Aku hanya melihat kekasih mu itu agresif, dan sepertinya dia akan mendominasi—"
"Itu tidak seperti yang terlihat, Uncle Peter," sela Louisa dengan cepat. "Dalam hubungan tidak ada yang mendominasi, Dokter Filly terlihat agresif karena Uncle Simon lebih banyak diam. Coba saja kalau Uncle Simon lebih aktif dan banyak bicara, itu pasti akan terlihat berbeda lagi. Tapi tetap saja pada kenyataan nya mereka saling mencintai. Itu lah hubungan, jika yang satu dingin, maka yang satu harus menghangatkan. Jika yang satu diam, maka yang satu harus berbicara. "
"Begitu kah?" tanya Peter dengan alis yang terangkat.
"Benar," jawab Louisa sambil tersenyum lebar. "Maka nya kau harus membuka hati mu sedikit saja untuk wanita, okay? Tidak apa-apa jika kau memiliki hubungan dengan seseorang, itu akan indah."
Peter tak menjawab, wajah nya justru tampak murung teringat dengan masa lalu.
"Peter!" seru Simon kemudian. "Tidak semua pasangan suami istri tidak baik, kau lihat sendiri Louisa dan Ethan selalu bahagia, kita juga bisa seperti mereka."
Peter tersenyum samar dan mengangguk, ia mendekati Louisa kemudian mengusap kepala wanita itu dengan gemas. "Kau lahir dari musuh bebuyutan kami, Lou, tapi kau hadir dalam hidup ku sebagai lentere yang bercahaya dan hangat."
Louisa terenyuh mendengar kata-kata pria tua nan kaku itu. Apalagi mengingat dulu Peter sangat kejam saat menyandera orang di rumah nya. Namun, sekarang semua nya memang telah berubah.
__ADS_1
...🦋...