Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 101 - Rencana Sang Don Mafia 2


__ADS_3

...3 jam sebelum eksekusi...


"Kamu gila?"


"Di mana otak mu, huh?"


"Apa kau tahu yang dipertaruhkan adalah nyawa kita semua?"


"Kau pikir membunuh orang itu semudah membunuh semut?"


Ethan hanya melirik Peter yang terus mengoceh dan marah-marah dengan semua rencana yang ia susun tanpa melibatkan dirinya maupun Simon. Sementara Simon sendiri hanya bisa tercengang, tak menyangka Ethan akan melangkah dengan begitu samar tetapi juga jauh.


Dan baru sekarang Ethan memberi berbicara dengan mereka, bukankah sudah sepantasnya itu membuat mereka marah?


Kedua pria itu juga terkejut melihat kedatangan Dante dan ke dua puluh orang lainnya yang Ethan bawa masuk dari pintu rahasia.


"Kau lebih percaya mereka dari pada kami, Nak?" lirih Simon yang dianggap terlalu dramatis oleh Peter. Padahal Simon sungguh sedih karena Ethan bertindak di luar pengawasan mereka m


"Tidak perlu sok sedih," seru Peter. "Bocah ini sepertinya memang tidak percaya pada kita, maka dari itu dia mengajak orang asing bekerja sama."


Simon tersenyum kecut, sementara Peter jelas menampakkan kemarahannya. Namun, Ethan justru menanggapi semua itu dengan santai.


"Masih ada unek-unek yang ingin kalian keluarkan?" tanya Ethan sembari duduk tegak di kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Kami sangat kecewa pada mu!" desis Peter tajam.


"Entah apa kurangnya kami sampai kamu lebih memilih orang asing," sinis Simon.


Dante dan teman-temannya hanya diam, Ethan sudah memberi tahu mereka akan seperti apa reaksi Simon dan Peter. Jadi mereka tidak terkejut dan tidak perlu bereaksi apapun.


"Jadi ...." Ethan menatap Peter dan Simon bergantian. "Rencana ku malam ini adalah menjebak mereka semua, dan menghabisi mereka yang masuk ke dalam markas satu persatu, dengan strategi, bukan mengadu senjata atau otot." Ethan menjelaskan dengan tenang.


Bahkan, ia tak mau repot-repot menjelaskan kenapa ia tak mau mengajak Simon dan Peter dalam merancang rencananya. Atau, menjelaskan bagaimana ia bisa mendapatkan dua puluh mantan anggota militer di pihak mereka. Ethan benar-benar hanya fokus pada misinya, dan Simon serta Peter seolah hanya wajib mengikuti instruksi Ethan.


Peter tersenyum sinis, begitu juga dengan Simon.


"Malam ini kami ingin bepesta!" seru Peter yang tak dapat membendung rasa kesalnya.


"Aku ingin minum sampai mabuk." Simon menimpali.


"Mereka semua sudah pasti tahu setiap sudut markas kita, Erik mungkin memberikan cetak biru bangunan ini. Jadi mereka pasti tahu akan bergerak dari mana dan ke mana." Ethan kembali melanjutkan penjelasannya, benar-benar membuat Peter dan Simon ingin berteriak marah.


"Kami tidak bisa mendengar apa yang kau katakan," ujar Peter dingin.


"Jumlah kami kalah jauh, tapi kami bisa membunuh mereka semua satu persatu. Oleh karena itu, Peter akan mengawasi setiap sudut markas lewat kamera dan memberi tahu kami ke mana saja mereka bergerak. Maka kami akan bertindak sebagai eksekutor, membunuh mereka."


Peter berdecak, ia menatap Ethan dengan sangat tajam dan pada akhirnya ia pasrah pada rencana Ethan. "Jadi kau ingin aku menjadi coach?" tanya Peter.

__ADS_1


"Padahal anggota The Eagle adalah anggota yang terlatih," sambung Simon. "Kita bisa menghabisi mereka dengan mudah jika kita merancang rencana ini bersama mereka semua."


"Aku punya alasan kuat kenapa aku tidak akan membiarkan mereka mengangkat senjata malam ini," tegas Ethan. "Tapi kalian tenang saja, aku sudah membawa mereka semua. Anggota militer yang disegani, yang tidak pernah kalah melawan musuh. Yang selalu mampu menyusun siasat dan strategi."


Ethan menatap teman-teman Dante dengan serius kemudian melanjutkan. "Satu anggota militer yang punya jiwa pejuang, rasa percaya diri dan tujuan yang kuat, memiliki kekuatan sama dengan dua puluh orang atau bahkan lebih."


"Lalu apa tugasku?" tanya Simon yang kini juga pasrah, memilih percaya pada rencana Ethan meski masih ada begitu banyak pertanyaan dalam benaknya. Namun, ia tahu Ethan cerdas dan tahu langkah apa yang dapat menguntungkan mereka.


"Pertama, pastikan semua anak-anak pingsan dan tutup akses masuk ke tempat mereka!" titah Ethan yang membuat Simon melongo.


"Kau sungguh tak ingin membuat mereka mengangkat senjata malam ini?" pekik Simon.


"Itu adalah janjiku pada mereka, pantang bagi seorang pemimpin melanggar janji," jawab Ethan dengan percaya diri.


Dante dan teman-temannya yang mendengar percakapan para Mafia itu sedikit bingung dan tak mengerti, terutama dengan apa yang ada dalam otak Ethan. Yang mereka tahu, seorang gangster itu adalah orang yang brutal, punya jiwa yang begitu kejam. Namun, baru sekarang mereka menemukan pemimpin gangster yang mungkin bagi orang lain mengambil keputusan yang bodoh.


Ethan pun menjelaskan semua rencana yang sudah ia susun bersama Dante selama beberapa hari ini. Peter dan Simon tak ada pilihan lain selain mengikuti pemimpin mereka, apalagi rencana itu tampaknya memiliki peluang yang cukup besar untuk untuk kemenangan mereka.


"Apa mereka bisa dipercaya?" tanya Peter untuk memastikan.


"Kami adalah anggota militer," seru salah satu teman Dante. "Jika gangster seperti kalian masih bisa menghargai janji, apalagi kami yang seorang pejuang sejati."


Peter dan Simon saling memandang sambil tersenyum miring, perasaan mereka bercampur aduk sekarang. Antara kesal atas tindakan Ethan, dan juga bangga atas kecerdasan dan kepandaian Ethan. Namun, tentu mereka juga takut bagaimana jika malam ini adalah malam terakhir mereka menginjak bumi? Mengingat jumlah musuh yang akan Ethan biarkan masuk cukup banyak dan bersenjata lengkap.

__ADS_1


Namun, mereka tak punya pilihan lain selain maju. Percaya pada pemimpin mereka juga pada kekuatan mereka sendiri.


...Sekarang ...


__ADS_2