
Dengan menggunakan boat, Ethan mengejar kapal yang membawa Louisa. Tak lupa ia juga menghubungi Simon dari ponsel asing itu, berharap Simon dapat melacak keberadaan mereka agar bisa segera mengirimkan bantuan.
Di sisi lain, pesawat Peter kini sudah mendarat dan sesuai kesepakatan awal, Dante dan Simon agar bergabung dengan Joel untuk mencari Angel. Sementara Peter dan beberapa anak buah pilihan terbaik The Eagle kembali melanjutkan penerbangan menuju pulau pribadi milik keluarga Robert.
Sepanjang perjalanan, Peter terus menatap kedua kaki dan tangan nya yang masih tidak berfungsi dengan baik. Membuat ia ragu apakah bisa menyelamatkan Louisa nanti nya atau tidak.
"Aku hanya bisa menggerakkan jari ku, bisa kah aku menjinakkan bom itu?"
...🦋...
Sementara itu, kini kapal Amber telah menepi, mereka langsung turun dengan membawa Louisa.
Ada sebuah mobil yang menunggu, Amber memerintahkan sebagian anak buah nya untuk berjaga di sana, menunggu Ethan dan menghabisi nya. Sementara anak buah yang lain di perintahkan ikut dengan nya.
Kini mereka membawa Louisa ke sebuah bangunan yang seperti sebuah pabrik, mereka menempatkan Louisa di sebuah ruangan sempit dan kotor.
Seketika Louisa meringis, merasakan perih dalam perut nya. membuat ia takut bagaimana jika yang sakit itu adalah janin nya?
"Jangan sakit dulu, Sayang, kamu harus kuat!" seru Louisa dalam hati. "Jika nanti kita selamat, Mommy pastikan kamu tidak akan pernah ada di tempat tidak layak seperti ini."
"Takut, Nyonya Mayer?" tanya Amber yang melihat raut wajah Louisa kini tampak berbeda.
"Haus," jawab Louisa dengan tenang.
Yeah, dia butuh air agar tetap bisa bertahan sampai Ethan datang.
Amber yang mendengar jawaban Louisa seketika kembali tertawa, berpikir gadis itu selalu punya jawaban yang tak terduga.
"Kau akan minum air jika Ethan bisa membunuh kami," kekeh Amber. "Tapi kau akan minum darah mu sendiri jika kami bisa membunuh Ethan." Lanjut nya dengan senyum licik.
Louisa membalas nya dengan senyuman yang sama.
"Karena aku bukan vampir, maka aku pastikan akan minum air." Ia memberikan jawaban yang tenang, tetapi juga dingin. Membuat Amber merasa kesal karena ia selalu gagal mengintimidasi Louisa.
Ini memang kali kedua Louisa di culik, tetapi penculikan yang pertama, yang di lakukan oleh Ethan benar-benar tidak membuat nya takut. Bahkan, saat itu ia tak merasa diri nya di culik.
__ADS_1
Namun, setelah beberapa jam ada di genggaman penjahat yang sesungguhnya membuat Louisa sadar betapa mengerikan nya mereka. Ia juga sadar, bahwa yang membuat mereka merasa kuat dan semakin mengerikan adalah rasa takut korban nya.
Maka dari itu, Louisa tidak akan pernah lagi menunjukkan rasa takut nya. Meskipun sebenarnya jiwa Louisa meronta-ronta karena cemas, takut, khawatir.
Amber meninggalkan Louisa di tempat itu, dengan di jaga oleh satu orang pria yang Louisa yakini adalah pria bisu. Pria yang tadi memberinya minum dan menampar nya.
"Aku percayakan dia pada mu," tukas Amber pada pria itu. "Aku yakin tidak ada yang lebih kuat dari mu untuk menjaga nya."
Pria itu mengangguk dengan penuh percaya diri, dan tentu Louisa sempat mendengar apa yang Amber katakan.
"Jika di lihat dari tubuh nya, sepertinya dia memang anak buah andalan. Aku tidak mungkin bisa selamat kecuali ...."
Seketika teringat sesuatu.
"Kau tidak mungkin bisa bertarung, jadi ini adalah senjata mu."
Louisa langsung menunduk, teringat dengan kalung yang pernah Andres berikan pada nya. Seketika mata Louisa berbinar dan otak nya pun segera mencari cara agar bisa menyerang pria itu, apalagi kini tangan nya tak lagi terikat.
...🦋...
Bahkan, pundak Ethan terkena tembakan sehingga dengan terpaksa pria itu menjatuhkan diri, menyelam ke dalam air untuk mengulur waktu dan memancing musuh. Ia bertahan di dalam air cukup lama, salah satu pelajaran yang ia dapatkan saat bergabung di militer dulu.
Para anak buah Amber pun juga segera menyelam untuk mencari Ethan setelah menunggu pria itu tak kunjung muncul ke permukaan. Namun, aneh nya mereka tak menemukan jejak Ethan sedikitpun.
Tanpa mereka sadari, Ethan sudah berenang ke permukaan dan kini ia yang bersiap menembak mereka saat mereka kembali naik ke permukaan.
Adu tembak pun tak bisa di hindari, tetapi dengan keahlian yang sudah terasah dengan sempurna, Ethan berhasil menumbangkan mereka satu persatu. Meski ia harus kembali terkena tembakan di bagian pinggang nya.
Napas Ethan memburu, tenaga nya telah terkuras sangat banyak, sesuai keinginan Amber. Kepala nya bahkan sudah terasa pusing dan berat, tetapi ia teringat kembali dengan Louisa yang saat ini pasti menunggu nya, membuat ia kembali merasa kua
Ethan masuk ke salah satu mobil box yang ada di sana, mencari sesuatu untuk menahan pendarahan di pundak dan pinggang nya.
Ethan menemukan sebuah plastik bening yang cukup banyak dan panjang, ia pun menggunakan benda itu untuk mengikat pinggang nya agar tak mengeluarkan lebih banyak darah.
Sang Don mafia itu menarik napas dan membuang nya secara perlahan, menenangkan diri dan juga mengontrol emosi nya. Ethan menatap arloji nya yang sudah ia atur waktu nya cocok dengan bom yang di ada pada Louisa.
__ADS_1
"Setengah jam lagi."
Setelah merasa sedikit lebih baik, ia kembali pada para musuh yang kini tergeletak tak berdaya. Ethan mengambil senjata dan ponsel mereka, dan sekali lagi menghubungi Peter, mengirimkan lokasi nya saat ini.
Di sisi lain, baik Simon, Dante, mau pun Joel tak kunjung menemukan titik lokasi Angel. Padahal Simon sangat yakin Angel ada di pelabuhan.
"Setengah jam lagi," gumam Dante dengan panik. Jika mereka tak menemukan Angel dalam waktu setengah jam, maka tubuh putri nya itu akan hancur.
Bersamaan dengan itu, Joel menghubungi Simon dan memberi tahu lokasi yang mereka yakini adalah lokasi Angel.
Yaitu di sebuah bangunan kecil yang ada di pinggir pantai, beberapa meter dari markas Robert.
"Bangunan ini tidak seperti markas, Simon, seperti tempat biasa tetapi di jaga oleh beberapa orang."
Seketika Simon teringat dengan tempat itu, tempat yang selama ini menjadi tempat transaksi The Eagle dan Octopus. Bahkan, tempat Peter membunuh adik Jose.
"Kami akan ke sana sekarang juga!" seru Simon.
Mereka pun segera menyusul ke tempat yang Joel maksud dengan terburu-buru, terutama Simon. Meski saat ini ia bergerak untuk menyelamatkan Angel sesuai instruksi Peter, tetapi hati dan pikiran nya terus memikirkan Ethan.
Sementara itu, Angel yang masih sakit seharusnya istirahat dengan baik, makan yang sehat dan meminum tepat waktu. Namun, selama 24 jam terakhir ia hanya di beri makan dua kali, minum pun hanya setelah makan dan ia sama sekali tidak meminum obat nya. Membuat gadis itu merasa tak memiliki tenaga, bahkan ia merasa ajal nya sudah akan segera sampai.
...🦋...
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, Ethan menghentikan mobil nya tepat di depan sebuah gedung yang di jaga oleh beberapa orang.
Di sekeliling gedung juga ada kawat berduri, dan Ethan tahu di sekitar tempat itu juga penuh dengan jebakan, bahkan juga ranjau darat.
Ethan sangat yakin, sang istri ada di dalam gedung tersebut. Ia dapat merasakan nya dalam hati.
Sementara itu, Louisa masih mencari cara untuk menyerang sang penjaga.
"Aku ingin ke toilet," seru Louisa akhirnya. Namun, pria itu hanya melirik Louisa sekilas. "Aku mohon, aku sudah tidak tahan," rengek Louisa memelas.
Akan tetapi, pria itu justru menarik Louisa dan membawa nya ke pojok ruangan, seolah meminta Louisa melakukan hajat nya di sana. Membuat Louisa melongo.
__ADS_1
"Kau penjahat menyebalkan!"