Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 30 - Akhir Dari Segalanya?


__ADS_3

Mathew memang masuk sendiri ke dalam rumah, tetapi rupanya pria itu membawa senjata dan saat berada di dekat Simon, Mathew langsung menyanderanya bahkan ia juga menembak paha perut.


Hal itu membuat Ethan sangat marah, tetapi ia menahan diri dan mencoba tak gegabah.


"Kau ingin bermain?" kekeh Mathew yang masih tak tahu siapa Ethan. "Silakan dan akan aku ledakan dia!"


"Apa itu sakit?" tanya Peter tiba-tiba pada Simon, bahkan pria itu masih sempat terkekeh.


"Sedikit," ringis Simon. "Lukanya hanya beberapa senti di bawah tulang rusuk, ini tidak mematikan," papar Simon yang membuat Mathew melongo.


"Kalian psycho!" seru Mathew.


"Bukan," bantah Peter sembari melangkah perlahan mendekati Mathew. "Kami monster."


Mathew hanya bisa tersenyum sinis melihat kesombongan Peter. Sambil tetap menahan Simon, ia melindungi Tuan Bertrand bahkan meminta Tuannya itu agar tetap berada di belakangnya.


Kini Ethan dan Theo mencoba menaklukan Mathew karena Sepertinya pria itu cukup nekat dan cerdas.


"Kalian semua! Kemarilah!" teriak Mathew pada Nyonya Agatha dan para pelayan.


Para wanita itu pun langsung berlari ke belakang Mathew. Namun, sebelum diam-diam Bi Amy mengambil vas bunga yang ada di meja dan saat ada kesempatan ia langsung memukulkan vas itu tepat ke kepala Ethan hingga membuat Ethan mengerang kesakitan.


Secara spontan Peter melesatkan timah panasnya ke Bi Amy yang tepat mengenai dadanya hingga wanita itu tumbang.


Hal itu membuyarkan konsentrasi Mathew dan di saat itu juga Simon melawan, ia memukul dagu pria itu menggunakan sikunya, menendang selangkangannya hingga sang pengacara tumbang.


Sementara Nyonya Agatha hanya bisa terdiam shock melihat pelayan kesayangannya kini sudah bersimbah darah.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Ethan melihat Louisa dari jendela. Tanpa pikir panjang Ethan langsung berlari keluar sebab di sana sangat tidak aman untuk Louisa.


Sementara Tuan Bertrand dan sang pengacara kini ditaklukan oleh Peter dan Theo dengan mudah.


Tuan Bertrand semakin merasa tak berdaya saat ia melihat putrinya pingsan dan kini Ethan kembali membawa Louisa ke kamarnya.


"Ethan! Jangan menyentuh putriku!" teriak Tuan Bertrand penuh ketakutan, ia berpikir bagaimana jika Ethan melecehkan Louisa? Hidup putrinya bisa hancur.


Sementara Ethan tak memperdulikan teriakan itu, ia membawa Louisa ke kamarnya kemudian menidurkan gadis itu di ranjang.


"Kenapa, Lou?" geram Ethan. "Kenapa harus kamu yang jadi putri mereka?"


"Kenapa kamu membuat hatiku goyah?"


"Kenapa kamu kamu membuatku tidak bisa ...."


Ethan menodongkan pistolnya ke kepala Louisa. "Tidak, aku harus membunuh kalian semua!" Ethan bersiap menarik pelatuknya tetapi entah kenapa ia tak kuasa.


"Bukankah kematian jauh lebih baik, Lou?" Ethan memejamkan mata, ia menguatkan hatinya untuk menghabisi Louisa tetapi ia masih tak bisa.


"Sial!" Ethan menembak ke udara beberapa kali yang membuat kedua orang tua Louisa yang ada di bawah terperanjat.


Mereka berteriak memanggil Louisa sambil menangis, bahkan Tuan Bertrand mencoba berlari ke atas tetapi Theo mencegahnya.


"Berikan apa yang Tuan Mayer mau," seru Peter dengan dingin. "Setelah itu kau bisa melihat mayat putrimu."


"Tidak, Louisa!" teriak Nyonya Agatha dengan pilu.

__ADS_1


"Aku akan memberikannya!" seru Tuan Bertrand kemudian.


...🦋...


"Jika saja kau mau mengikuti kemauan Ethan sejak tadi ...." Nyonya Agatha berkata dengan lirih. "Mungkin Bi Amy masih hidup, orang-orang yang bekerja dengan kita masih hidup."


Tuan Bertrand tampak sangat kesal mendengar keluhan sang istri. "Apa kau tidak lihat apa yang aku lakukan sekarang?" desis Tuan Bertrand sambil menunjukan semua berkas yang sudah ia tandatangani.


Kini, semua harta yang ia miliki telah berpindah hak milik menjadi milik Ethan sepenuhnya.


"Semuanya sudah hancur," geram Tuan Bertrand mengepalkan tangannya dengan kuat.


Bersamaan dengan itu, Ethan turun dan menghampiri pembunuh ayahnya itu.


"Peperangan berakhir, Tuan Rae." Ethan tersenyum puas saat membaca semua aset milik keluarga Rae kini telah beralih menjadi miliknya.


"Aku mengurungkan niatku untuk membunuhmu," ujarnya kemudian yang membuat semua anak buahnya terkejut.


"Ini adalah pelajaran berharga untukmu, bukan? Jadi jangan pernah coba-coba bermain denganku lagi."


Ethan menatap mayat Bi Amy dengan sendu, hatinya sungguh tidak nyaman melihat jasad wanita itu tua apalagi ia tahu Bi Amy adalah orang yang baik. Namun, kematian akan menghampiri siapa saja, bukan?


"Bersihkan tempat ini!" titah Ethan kemudian ia berjalan keluar dari kediaman keluarga.


"Tuan Mayer, bukankah seharusnya kau membunuh mereka?" tanya Peter.


"Jangan berani mempertanyakan keputusanku, Peter!" tegur Ethan dengan dingin.

__ADS_1


"Tinggalkan tempat ini segera setelah kalian membersihkan semua jejak!"


...🦋...


__ADS_2