Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 90 - Menuju The Last Game?


__ADS_3

"Apa?"


"Leher dan dada mu merah, apa kau alergi atau di gigit tawon?"


"Ah, oh, ini ...." Seketika wajah Ethan merona saat menyadari tanda cinta yang ditinggalkan oleh Louisa, bahkan ia menyentuh bekas itu di dadanya dengan lembut sembari mengenang kembali percintaan nya yang begitu panas dengan Louisa.


"Aku tidak menyangka gadis kecil itu ternyata cukup agresif," ringis Simon.


"Gadis kecil apanya?" tanya Peter yang masih tak mengerti tanda itu.


"Louisa yang meninggalkan kiss mark itu, Peter, mungkin saat mereka bercinta," kata Simon yang membuat Peter menganga lebar.


"Astaga, sampai memenuhi leher dada mu begitu? Apa kalian minum obat perangsang?" pekik Peter.


"Tidak sama sekali," bantah Ethan dengan cepat. Bahkan, pria itu langsung duduk tegak sembari membuka kancing kemejanya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Simon.


"Aku akan menunjukan pada kalian kiss mark yang ditinggalkan oleh Louisa," tukas Ethan dengan semangat.


Peter dan Simon saling melempar tatapan, keduanya melongo. Kemudian mereka melotot sempurna saat Ethan membuka kemejanya.


"Banyak, kan?" seru Ethan seolah ia pamer saat me nnunjukan bekas merah itu di perutnya yang keras dan six-pack itu. Senyum sumringah tercetak lebar di bibir Ethan, kedua mata nya berbinar terang. Ia seperti anak-anak yang memamerkan mainan baru pada teman-teman nya.


"Itu mengerikan sekali," ringis Peter.

__ADS_1


"Ini tidak sakit," sanggah Ethan dengan cepat. "Justru aku merasa sangat suka saat Louisa mencium ku di sini dan di sini..." Ethan menunjuk di beberapa bekas merah itu. "Dan di sini ... pokoknya aku suka sekali, aku seperti melayang ke udara."


Simon hanya menelan ludah nya dengan kasar melihat tingkah laku sang Tuan, sementara Peter masih meringis seolah apa yang Ethan tunjukkan memang benar-benar mengerikan.


"Pakai kembali kemeja mu, wahai anak muda!" seru Simon dengan tajam. "Kasihani lah kami yang tidak sempat bercinta karena mengurus mu sejak bayi." Ia mendengus. "Kau memancing gairah kami, sialan!" geram nya kemudian.


Ethan yang mendengar hal itu hanya bisa meringis, ia tahu kedua ayah angkatnya ini sangat normal tetapi mereka sendiri yang tak memikirkan pasangan karena terlalu fokus mengurus Ethan sejak kecil.


"Aku justru merasa ini sedikit berlebihan," sambung Peter. "Dan mengerikan, apakah kalian hanya saling menghisap satu sama lain?"


"Tentu saja tidak," bantah Ethan. "Kami bercinta, kami juga sedikit mengobrol dan—"


"Pikirkan rencana untuk menghadapi musuh, wahai pengantin baru!" teriak Simon yang mulai kesal. "Dan berhenti membicarakan bulan madu mu itu, astaga! Seharusnya itu menjadi privasi dan kau memamerkannya pada kami."


Ethan langsung mengambil es krim itu kemudian menikmatinya sendiri. "Bukankah aku selalu berbagi segalanya dengan kalian? Memangnya salah jika aku menceritakan apa yang membuatku bahagia?"


Sorot mata Simon semakin tajam, raut wajahnya begitu tegang membuat. "Baiklah," ucap Ethan kemudian. "Kita tidak tahu apa yang Jose rencanakan, dan aku tidak bisa mengirim mata-mata pada mereka. Jadi yang bisa kita lakukan sekarang adalah menunggu."


"Kita tidak bisa menunggu begitu saja," desis Peter.


"Kita menunggu dengan segala persiapan, Peter," sanggah Ethan. "Besok aku akan mengumpulkan seluruh anggota The Eagle dan menyiapkan mereka untuk pertempuran ini. Dan aku harap ini pertempuran yang terakhir." Ethan berkata lirih di akhir kalimat.


Yeah, dia ingin ini menjadi pertempuran terakhir karena Ethan hidup normal bersama sang istri. Ia juga ingin kedua pria paruh baya di depannya ini juga hidup normal, mencari pasangan mereka dan menikah.


...🦋...

__ADS_1


Louisa kembali ke sekolah, tentu ia tak bisa berpakaian terbuka untuk sementara waktu agar tak ada yang melihat tanda cinta yang Ethan tinggalkan.


"Hai, Ed!" seru Louisa saat melihat Ed melintas di depannya.


Bukannya senang melihat gadis yang ia taksir, Ed justru menghindari Louisa, ia berpura-pura tak mendengar panggilan Louisa dan tak melihat gadis itu.


"Ed, tunggu!" Louisa mengejar Ed bahkan menarik tangannya, tetapi Ed langsung menepis tangan Louisa dengan kasar.


"Ada apa, Princess?" tanya Ed sembari melirik ke kanan dan ke kiri, bahkan ia juga menoleh ke belakang, takut ada yang mengawasi mereka.


"Ada apa dengan mu? kau terus menghindari ku," kata Louisa.


"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit sibuk," kata Ed. "Bye!"


"Ed?" teriak Louisa tetapi Ed terus menjauh. "Apa dia menghindari ku karena aku menolak cinta nya?"


...🦋...


"Markas Ethan ada di sini ...." Jose melingkari sebuah titik di peta. "Dan bangununan ini di kelilingi oleh dinding yang sangat kuat dan tinggi, bahkan ada aliran listrik di sana. Kita tidak akan bisa masuk ke dalam kecuali lewat pintu utama."


"Dan itu adalah hal yang sangat tidak mungkin," serah Gonza.


"Bisa jika kita berhasil mennyusupkan seseorang ke sana atau kita berhasil merayu salah satu anggota Thea Eagle untuk berkhianat," usul Amber dengan licik nya.


Seketika semua orang tersenyum miring setelah mendengar usulan Amber. "Ide yang yang brilliant."

__ADS_1


__ADS_2