
Nyonya Agatha kembali pingsan saat menyaksikan video putrinya yang diperkosa oleh beberapa orang, adegan itu memukul mental nya dengan begitu keras.
"Nyonya!" pekik Bi Amy, ia menepuk pipi Nyonya besarnya itu. Namun, Nyonya Agatha tak merespon sedikit pun.
Tak hanya Nyonya Agatha, Tuan Bertrand pun merasakan pukulan yang sama. Otaknya langsung blank dan ia langsung merasa tak berdaya, ponselnya dari jatuh ke lantai dan bersamaan dengan itu seorang pelayan menerobos masuk ke dalam kamar Nyonya Agatha. Wajah pelayan itu tampak tegang.
"Ada apa?" tanya Bi Amy.
"T-tivi menyala dengan sendirinya, Bi Amy," kata pelayan itu gelagapan.
"TV menyala bagaimana?" tanya Bi Amy setengah berteriak lantang, ia tak lagi dapat berfikir dengan jernih setelah menyaksikan video pemerkosaan dengan begitu brutal itu.
"Semua TV menyala dan ponsel kami menyala, ada... Ada Vi-video Nona Rae__"
"Oh Tuhan!" Tuan Bertrand saat mengerti apa yang dimaksud oleh pelayannya.
Tuan Bertrand langsung berlari ke luar bersama Bi Amy, mereka hanya bisa menganga melihat video itu juga berputar di TV. Tuan Bertrand langsung mengambil vas bunga dan melempar TV tersebut hingga pecah.
Tak berselang lama, kepala keamanan datang melaporkan hal yang sama. Dia juga memberikan semua ponsel Bodyguard, sopir dan security yang secara otomatis menampilkan video tragis itu.
"Ini juga muncul di laptop yang tersambung dengan Internet, Tuan Rae."
"Aaagggghhhh!"
Tuan Bertrand menjerit, kemarahan, kecemasan dan ketakutan bercampur menjadi satu. Dadanya terasa begitu sesak, darahnya mendidih.
"HANCURKAN SEMUA PONSEL DAN TELVIVIS DI RUMAH INI!"
Tuan Bertrand langsung memanggil Tomy untuk mengatasi masalah ini, sebab ia tak tahu lagi harus melakukan apa.
__ADS_1
...🦋...
"Ini sangat menyenangkan," kekeh Ethan saat menyaksikan ketegangan Tuan Bertrand dari layar monitor di depannya, ia sangat menikmati bagaimana Tuan dan Nyonya Rae itu terkejut, takut dan marah,
Dengan kemampuan meretasnya ia dapat menyebarkan ketakutan dan ancaman seperti itu dengan sangat mudah, dan bagi Ethan ini baru awal sebuah permainan yang sesungguhnya.
Saat ini Ethan berada di sebuah ruangan khsusus yang dipenuhi dengan beberapa monitor, ruangan tempat ia bekerja dan mengawasi targetnya.
"Kau hanya mengira putrimu dilecehkan, sialan! Dan kau merasa hancur? Bagaimana dengan aku yang harus menyaksikan kematian orang tuaku?"
Ethan menggeram marah, sorot matanya begitu tajam dan rahangnya mengetat. "Akan lebih menyenangkan jika dia melihat langsung putrinya dilecehkan oleh anggota The Eagle," ucap Peter.
"Tutup mulutmu, Pete," seru Simon dingin.
"Awasi mereka, jangan sampai lengah sedetik pun!" titah Ethan pada kedua ajudannya itu.
Saat Ethan hendak keluar dari ruangan tersebut, Peter memanggil namanya. "Ethan?"
"Aku tahu apa yang aku lakukan, Peter." Ethan berkata dengan nada yang datar, sementara Peter hanya bisa menghela napas panjang.
"Aku bisa melihat jalannya mulai bengkok," ujar Peter pada Simon.
"Aku juga melihat hal yang sama," balas Simon.
Ethan kembali ke kamarnya, senyum miring tersungging di bibirnya saat ia melihat Louisa yang tertidur pulas di atas ranjangnya.
Ethan mendekati Louisa, ia menatap wajah gadis itu lekat-lekat. "Ini yang pertama dan terakhir kalinya aku membatalkan rencanaku," ucap Ethan.
Seolah dapat merasakan keberadaan Ethan, Louisa membuka matanya perlahan dan ia langsung tersenyum saat tatapannya menangkap sosok Ethan.
__ADS_1
"Apa sudah pagi?" tanya Louisa dengan suara serak.
"Jam 9 malam, Nona Rae," jawab Ethan yang seketika membuat Louisa melotot terkejut.
"Astaga, lama sekali aku tidurnya," pekik Louisa. Ia langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya.
"Sudah jam 9 malam, artinya aku melewatkan makan malam." Louisa memegang perutnya yang memang terasa lapar. "Aku lapar, Ethan. Aku ingin makan Bubble and squeak," tukasnya.
"Kau harus makan apa yang ada, Nona Rae," tegas Ethan yang langsung membuat Louisa merengut.
"Tapi aku ingin makan Bubble and squeak, Ethan." Louisa merengek manja seperti biasa.
"Kenapa aku harus memenuhi keinginanmu, hm?" Ethan mendekatkan wajahnya ke wajah Louisa, menatap gadis itu dari jarak yang sangat dekat. "Kau menolak bercinta denganku, jadi sekarang aku akan menolak apapun yang kau inginkan."
Louisa berdecak kesal, ia cemberut tetapi Ethan tak perduli.
"Kau menolak cintaku, jadi mana mungkin aku menerima ajakanmu untuk bercinta," dengus Louisa sambil melompat turun dari ranjang Ethan.
Bercinta dengan Ethan?
Louisa tak pernah memikirkan hal itu apalagi menginginkannya. Yang ia incar adalah cinta Ethan dan status sebagai pasangan kekasih, tetapi Bodyguardnya itu justru mengajak bercinta. Tentu saja Louisa menolak dengan tegas.
Gadis itu bahkan menceramahi Ethan tentang ketulusan cinta sampai akhirnya ia tertidur di ranjang Ethan.
"Aku tidak mau tahu, malam ini aku ingin makan Bubble and squeak. Siapkan itu atau aku akan mengadukanmu pada Daddy!" gertak Louisa,
Mengadu pada Daddy?
Ethan tersenyum miring mendengar ochean Louisa, andai gadis itu tahu kini kekuatan ayahnya mulai melemah.
__ADS_1
"Sekarang kekuatannya melemah, sebentar lagi kekuasaannya akan runtuh."
...🦋...