Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 85 - Pengalaman Pertama


__ADS_3

Pergumulan yang indah, melelahkan, penuh keringat, tetapi justru membuat dua insan yang sedang di mabuk asmara itu semakin semangat.


Semangat memacu adrenaline, semangat mengejar gelombang kenikmatan yang lagi dan lagi akan segera mereka dapatkan. Sungguh pengalaman terbaik dan terindah bagi kedua nya.


Setelah bertukar keringat di atas ranjang King size dengan seprei yang sudah acak-acakan, kini Louisa dan Ethan memilih berhenti sejenak, untuk bernapas dan menenangkan diri setelah kedua nya terus di hantam gelombang ombak.


Napas kedua nya memburu, tubuh kekar Ethan dan tubuh mungil Louisa lengket dan mengkilap karena keringat. Bahkan, rambut Louisa sudah tidak karuan.


Saat ini, gadis yang telah menjadi wanita Ethan itu sedang bermanjaan di dada Ethan.


"Aku suka sekali sensasi nya," kata Ethan. Tangan kekar pria itu melingkar di pundak Louisa yang terbuka, terkadang memijat, terkadang mengelus nya dengan lembut. Sementara tatapan Ethan lurus menatap ke langit-langit kamar.


"Rasa nya enak, bukan?" kekeh Louisa sembari memainkan jari jemarinya di dada sang suami.


"Sangat enak, aku sampai tidak bisa berhenti, tapi ternyata itu juga melelahkan," pungkas Ethan. "Aku seperti menghabiskan seluruh tenaga ku untuk mengejar kenikmatan itu."


Ethan menatap wajah Louisa yang saat mendongak, menatap nya dengan sambil meringis. "Kenapa?" tanya Ethan yang menyadari raut wajah Louisa sedikit berbeda.

__ADS_1


"Kau merasa ini sangat nikmat, apa kau tahu bahwa bagi ku itu sedikit sakit?" Louisa merapatkan kedua paha nya, di bagian bawah sana cukup sakit dan perih, Ethan terkadang bergerak tak terkontrol saat akan segera mencapai puncak.


"Maafkan aku, My girl." Tangan Ethan merayap ke bawah, hendak menyentuh lembah yang telah memperkenalkan nya pada apa itu Bercinta.


"No, jangan menyentuh nya!" Louisa segera mencegah tangan Ethan yang sudah sempat menyentuh lembah itu.


"Aku hanya ingin memeriksa nya, My girl," seru Ethan sembari menyingkirkan tangan Louisa. "Aku sangat menyukai saat milik ku berada di dalam sini, rasa nya sangat panas dan basah."


Wajah Louisa kembali memerah, entah sudah berapa ratus kali Ethan mengatakan hal seperti itu. Seolah ia begitu mengagumi apa yang baru saja telah terjadi.


"Sayang, sebaik nya kita tidur," rayu Louisa sembari menarik tangan Ethan menjauh dari pusat tubuh nya itu.


Louisa menghela napas berat, ini sudah terjadi untuk ke sekian kali nya. Sejak tadi mereka ingin beristirahat, tetapi Ethan terus saja berkata bahwa dia ingin masuk lagi dan lagi. Pria itu merengek, meminta dengan sangat manja dan memelas. Bodoh nya Lousia yang selalu membiarkan Ethan memasuki nya, mau bagaimana lagi? Ia juga menyukai sensasi saat Ethan berada di dalam tubuh nya.


"Tidak, Sayang, jangan lagi." Kali ini Lousia menolak dengan tegas. "Aku sungguh merasa sangat kesakitan, bahkan mungkin besok aku tidak akan bisa berjalan." Ia memelas, merengek, menggunakan cara yang sama dengan Ethan.


"Sekali lagi," rengek Ethan yang lebih manja. "Aku janji akan sebentar, setelah itu kita istirahat." Ethan tak bisa menahan diri, Lousia benar-benar sudah menjadi candu bagi nya.

__ADS_1


Jika tadi Ethan yang memeluk Louisa, kini Lousia berganti posisi. Ia yang memeluk Ethan, mengusap rambut hitam pria itu dengan lembut kemudian berkata, "Tidur lah, kita akan melakukan nya lagi saat kau bangun nanti." Louisa mendekap Ethan, dan tentu saja pria itu langsung menyembunyikan wajah di ceruk leher Louisa.


"Kau janji?" tanya Ethan untuk memastikan.


"Asal sudah ada gaun dan cincin untuk ku saat aku membuka mata nanti," sarkas Lousia.


"Apa yang kau mau itu yang akan terjadi." Ethan berkata dengan percaya diri dan meyakinkan.


"Baiklah, semoga mimpi indah, Sayang." Louisa mengecup ubun-ubun Ethan sebelum akhir nya ia menutup mata.


Lelah, Louisa merasa sangat lelah. Tulang-tulang di tubuh nya seperti di copot satu persatu. Napas nya terasa berat dan sulit di kendalikan. Namun, ini adalah pengalaman yang sangat indah dan Louisa tahu ia takkan bisa melupakan percintaan ini.


Hal serupa di rasakan oleh Ethan, sang Don mafia itu merasa kini hidup nya seperti berada di atas awan. Indah, dan nikmat. Ia tak mau saat-saat seperti ini terlewatkan begitu saja, pengalaman pertama nya juga begitu berkesan.


Ethan tersenyum dan wajah nya merona mengingat apa yang telah ia lakukan bersama Louisa, ia seperti seorang gadis yang baru saja memikirkan pria yang ia taksir.


Mau bagaimana lagi? Ethan terlalu bahagia atas percintaan luar biasa ini, dan ia tak bisa berhenti, sulit sekali untuk berhenti. Dan Ethan tahu, sampai kapan pun dia tidak akan pernah bisa bercinta sebentar. Oleh karena itu, Ethan merasa takkan masalah jika Louisa hamil. Ethan akan merawat Louisa dengan baik.

__ADS_1


"Terima kasih, My girl." Ethan berbisik mesra, padahal Louisa sudah masuk ke alam mimpi. "Nanti kita bercinta lagi, aku sungguh merasa ketagihan."


__ADS_2