Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 91 - Iblis Di Antara Iblis


__ADS_3

"Apa yang bisa kau berikan pada ku?"


Jose dan Gonza tersenyum miring mendengar apa yang pria di depannya ini tanyakan.


"Apapun yang kau inginkan, Erik," jawab Jose. "Cukup bukakan gerbang untuk kami, kau bisa meminta apapun pada kami."


Erik, anak buah Ethan yang berhasil di dekati oleh Jose kini bersedia mengkhianati sang Tuan asal dengan imbalan yang sesuai. Pria berusia 55 tahun itu sudah bergabung dengan The Eagle jauh sebelum Ethan di lahirkan, ia sudah sangat ingin kekuasaan bahkan sebelum Marlon Mayer meninggal tetapi ia memilih tetap setia hingga Marlon meninggal.


Erik sudah sangat percaya diri bahwa dia lah yang akan menjadi penerus Marlon memimpin The Eagle, tapi nyatanya ia kalah pada bocah ingusan yang bahkan masih berusia belasan tahun. Bocah yang bahkan tidak punya hubungan darah dengan sang Don mafia.


Bertahun-tahun lama nya ia hanya menjadi orang yang menjaga markas, bahkan ia tak bisa dekat dengan Ethan seperti Peter dan Simon. Erik merasa di kucilkan di organisasi nya sendiri, tempat ia mengabdikan seluruh hidupnya.


Jose dan partner in crime-nya sangat tahu siapa yang paling mudah untuk diajak berkhianat, dan mereka tidak salah orang. Selama beberapa hari Jose mencoba berkomonikasi dengan Erik, sangat tidak mudah karena anggota Thea Eagle memang tidak pernah sembarang menerima ajakan, kenalan atau apapun dari orang lain.


Namun, setelah usaha keras, akhirnya Jose berhasil menemui Erik dan berbicara dengannya.


"Jika kita berhasil membunuh Ethan dan kedua bayangannya itu, maka kita harus membagi Thea Eagle menjadi empat bagian," kata Gonza.


"Empat?" pekik Erik.

__ADS_1


"Yeah, Aku, kau, Martin dan Orlando," jawab Gonza.


"Lalu bagaimana dengan Jose dan Dexter juga Ambar?" tanya Erik, sebab ia pikir mereka semua menginginkan kekuasaan The Eagle.


"Aku hanya ingin kepala Peter," tukas Jose. "Sedangkan Dexter dan Amber hanya ingin kepala Ethan."


"Baiklah," ucap Erik. "Kapan rencana ini akan di eksekusi?"


"Aku sedang mencari waktu yang tepat," jawab Jose. "Aku tidak mau gagal untuk kedua kalinya. Jose terbayang dengan kejadian beberapa bulan lalu, di mana yang sudah sangat yakin bisa membunuh Ethan justru harus kalah telak. Bahkan, Roberto harus meregang nyawa dengan cara yang mengenaskan.


"Bagaimana jika minggu depan?" saran Erik. "Tepat di malam tahun baru, biasanya mereka akan berpesta dan Ethan Mayer akan membiarkan itu, dia membebaskan seluruh anggota The Eagle setiap malam tahun baru dari segala tugas. Ini akan sangat memudahkan kita untuk menyerang mereka. Selain itu, aku akan meletakkan obat tidur dalam makanan dan membuat mereka mabuk."


"Sempurna," seru Gonza dan Ethan.


Erik pun tampak senang mendengar pujian itu, pujian yang bahkan tidak pernah Ethan berikan padahal dia juga banyak berjasa dalam setiap rencana Ethan.


...🦋...


Sementara di sisi lain, Ethan duduk merenung di ruang kerja nya. Ia memikirkan pergerakan Jose yang masih tidak terdeteksi oleh nya, membuat Ethan merasa cemas.

__ADS_1


Sebelum nya Ethan tak pernah punya rasa takut menghadapi apapun. Tetapi sekarang semua nya terasa berbeda, Ethan mengkhawatirkan Louisa, ia takut berpisah dengan Louisa dan ia mencemaskan Peter yang masih lumpuh.


"Andai kalian ada di sini," gumam Ethan sembari melihat foto mendiang sang Ayah juga kakeknya. "Aku takut sekarang, dan aku bingung." Ethan mengusap wajah nya dengan kasar.


Tak berselang lama, Simon datang dengan mendorong kursi roda Peter. Kedua pria paruh baya itu bisa melihat dengan jelas kecemasan di mata Ethan meski sang Don Mafia mencoba menutupinya.


"Kami akan selalu di sisi mu," ujar Peter, seolah tahu apa yang sedang Ethan khawatirkan. "Dan tidak perlu mencemaskan keadaan ku, Ethan. Aku akan tetap berusaha melindungi mu apapun yang terjadi."


Ethan mengulum senyum mendengar kata-kata Peter. "Aku justru mencemaskan keadaan mu," kata Ethan.


"Aku masih punya kekuatan untuk melindungi diri," sanggah Peter. "Setidaknya aku masih bisa menggerakkan jari-jari ku." Lanjutnya dengan lirih.


"Aku sudah mengerahkan semua mata-mata untuk mencari tahu," sambung Simon. "Tapi sayang sekali mereka masih tidak bisa menemukan petunjuk apapun."


"Perketat semua penjagaan," titah Ethan. "Dan jangan percaya pada siapapun, dalam keadaan seperti ini musuh akan melakukan apapun untuk menyusup, dan siapapun di antara kita bisa saja berkhianat."


"Dan jangan rayakan malam tahun baru," tambah Peter. "Aku takut mereka mengambil kesempatan dalam hal itu, semua anggota The Eagle akan berpesta dan mabuk. Maka secara otomatis mereka semua akan sangat mudah di kalahkan."


Ethan terdiam sejenak kemudian berkata, "Tidak, biarkan mereka melakukan apapun yang biasa mereka lakukan. Aku tidak ingin mengambil hak mereka untuk bersenang-senang."

__ADS_1


"Tapi, Ethan—"


"Kita akan cari cara lain."


__ADS_2