
"Aarggh!"
Ethan menggeram saat Dexter menendang kaki nya dari belakang hingga Ethan tersungkur dan pisau nya terlepas. Dengan kejam Dexter menginjak kaki Ethan yang terluka seolah ingin mematahkan kaki nya dan sudah pasti Dexter berhasil melakukan itu.
Namun, Ethan segera melawan. Ia segera memegang kaki Dexter dan menarik nya sekeras mungkin, hingga pria itu terjatuh dengan kepala yang membentur tanah.
Ethan segera bangkit, duduk di atas tubuh Dexter kemudian memukuli wajah Dexter dengan kuat.
Amber tak tinggal diam, ia langsung menendang Ethan dari samping yang membuat sang Don mafia kembali terlempar tetapi dengan cepat Ethan berdiri sembari mengambil kembali pisau nya.
Salah satu pelajaran yang paling penting yang di ajarkan oleh mending kakek nya adalah jangan sampai jatuh, dan jika pun terjatuh maka harus segera bangkit. Sebab, orang yang jatuh akan dengan mudah di intimidasi dan di hajar dari atas .
Ethan melepas baju nya, merobek baju itu menjadi dua kemudian mengikat kaki nya yang terluka. Sementara robekan yang lain ia gunakan untuk mengikat pisau nya yang sempat terjatuh di tangan nya.
I mengikat senjata terakhir nya itu agar ia tak kehilangan senjata nya lagi.
Sembari mengatur napas agar tak kehabisan tenaga, ia bersiap menunggu Dexter dan Amber menyerang lebih dulu.
Pelajaran lain yang di ajarkan oleh mendiang kakek nya, jangan menyerang musuh saat tenaga habis dan musuh ada lebih dari satu. Karena kita hanya bisa menyerang satu orang, dan orang yang lain pasti akan menyerang kita.
Hal yang harus di lakukan adalah biarkan mereka menyerang, karena kita bisa menangkis lebih dari satu serangan dan bergerak lah dengan cepat untuk balas menyerang di tempat.
Dexter menyerang Ethan dari sisi kanan, sementara Amber dari sisi kiri. Namun, dengan cepat Ethan menangkis serangan Dexter menggunakan satu tangannya sementara tangan yang lain ia gunakan untuk melawan Amber.
Saat Dexter hendak menyerang lagi, Ethan segara menggunakan lutut nya untuk memukul pria itu hingga terjungkal. kemudian Ethan menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Amber dengan pisau nya, Ethan berhasil melukai pundak wanita itu kemudian menendang nya dengan keras.
Ethan tersenyum miring saat melihat Amber yang terlempar dan Dexter yang masih terjerembab.
Dexter kembali bangkit, ia hendak memukul Ethan tetapi Ethan menghindar. Dexter pun menggunakan kakinya untuk menghajar Ethan, tetapi Ethan menangkap kaki Dexter kemudian melukai paha nya dengan pisau yang ia pegang. Ethan memastikan membuat robekan yang dalam dan panjang hingga pria itu mengerang kesakitan dan darah pun mengucur dari paha Dexter.
Amber yang melihat itu kembali murka, ia pun segera maju dan memukul Ethan dari belakang. Ethan tersungkur, tetapi dengan cepat ia kembali bangkit dan bersiap melawan Amber, meski seluruh tubuh nya gemetar.
Ethan sudah kehilangan begitu banyak darah, bahkan pandangan nya mulai buram.
__ADS_1
Dexter pun juga bangkit meski lutut nya juga gemetar, ia juga mengambil pisau nya dan bersiap membalas Ethan.
Pertarungan kembali di mulai, kali ini Amber dan Dexter bekerja sama untuk memukul Ethan secara bergantian. Agar Ethan kewalahan dan kehabisan tenaga.
Namun, Ethan tetap bertahan dengan baik. Bahkan, ia berhasil melukai dada Dexter beberapa kali. Saat ia hendak melukai Amber, Amber bergerak lebih cepat dan langsung menusuk dada Ethan dengan pisau nya, bahkan ia menekan pisau itu membuat Ethan menjerit kesakitan.
Jeritan itu terdengar oleh Louisa yang membuat gadis itu langsung berlari menghampiri Ethan.
Samar-samar Ethan melihat Louisa dan itu membuat adrenalin nya kembali berpacu. Ia memukul rahang Amber menggunakan siku nya, menendang wanita itu dengan keras hingga kembali terlempar kemudian kembali mengayunkan pisau nya yang langsung melukai pipi Amber. Membuat Amber menjerit kesakitan.
Dexter kembali datang dan langsung menusuk Ethan dari belakang. Louisa yang melihat hal itu menjerit panik.
Ethan pun melawan dan mengayunkan pisau nya ke belakang, menusuk paha Dexter dengan keras hingga pisau itu tertancap begitu dalam, kemudian Ethan kembali menyayat paha dengan cepat
Dexter terjatuh sementara pisau itu masih menancap di punggung Ethan tetapi tentu Ethan tak peduli.
Ethan hendak menghabisi Dexter, tetapi Amber datang dan menusukkan pisau itu lebih dalam hingga Ethan kembali menjerit.Ia kembali menyerang Amber, meninju tepat ke leher wanita hingga wanita itu tersungkur dan tampak begitu kesakitan. Namun, Amber masih sempat melukai paha Ethan dengan cukup dalam.
Keduanya kembali saling menyerang, tetapi Dexter selalu berhasil melukai Ethan yang sudah hampir kehilangan kesadaran nya.
Dexter memukul rahang Ethan dengan keras, kemudian ulu hati nya hingga Ethan mengeluarkan darah dari mulut nya. Melihat Ethan yang tak berdaya, Dexter menendang dada pria itu dengan keras.
Ethan terjerembab di tanah, napas nya memburu. Pandangan nya sudah lebih dari buram.
"Ethan!" teriak Louisa yang kembali berlari menghampiri Ethan.
"Lou, jangan!" lirih Ethan yang bahkan sudah tak mampu bersuara.
Louisa sudah hampir mencapai Ethan, tetapi saat hendak melewati Amber yang masih tergeletak, Amber justru menarik kaki Louisa hingga Louisa terjatuh.
"LOU!" teriak Ethan marah.
Dexter dan Amber tersenyum melihat dua orang itu yang sama-sama terjerembab, sementara Louisa mengerang sambil memegang perut nya yang terasa begitu sakit. Louisa dapat merasakan pangkal paha nya yang basah, ia pendarahan.
__ADS_1
Louisa merasa sedih, tetapi juga sangat marah. Ia memegang perut nya sambil menangis nyaring, dan perlahan tangan nya naik ke leher nya, ia menarik menarik kalung itu dan mengambil semua jarum yang ada di sana.
"Semua nya sudah berakhir!" geram Dexter sambil tersenyum miring, ia bersiap mengakhiri hidup Ethan. "Aku akan membunuh mu seperti kau membunuh ayah ku."
Ia melangkah maju tetapi Ethan menendang pergelangan kaki Dexter hingga pria itu juga jatuh. Ethan bergerak cepat, ia langsung berbalik dan menusuk leher Dexter tepat setelah lawa nya menyentuh tanah.
Bersamaan dengan itu, Louisa menusukkan semua jarum itu ke leher Amber.
Amber terbelalak, leher nya sudah begitu sakit karena pukulan Ethan dan sekarang Louisa menusuk nya dengan banyak jarum.
Dengan sisa tenaga nya, Amber mencoba meraih pisau nya untuk menyerang Louisa. Tetapi tubuh nya tiba-tiba terasa begitu sakit, seperti daging nya di sobek dengan pelan, mulut dan hidung nya berdarah, bahkan telinga dan mata nya pun mengeluarkan darah.
Louisa tak lagi mempedulikan hal itu, ia merangkak, menghampiri Ethan yang sudah hampir memejamkan mata.
"Ethan!" lirih Louisa dengan air mata yang mengalir deras. Ia memangku sang suami, di pangkuan nya yang juga berdarah.
"Lou?" Ethan hanya dapat memanggil sang istri dengan gerakan bibir saja.
"Jangan mati!" jerit Louisa. "Aku mohon, aku tidak mau kehilangan kalian. Aku mohon!"
Kalian?
Satu kata itu membuat Ethan bingung, tetapi ia tak mampu bertanya apa maksud nya hingga Louisa membawa tangan Ethan yang penuh darah itu ke perut nya.
Ethan terkejut, ia menatap sang istri dengan nanar. "Aku mohon," lirih Louisa tetapi Ethan kini sudah menutup mata nya.
"AAHHH!" Louisa berteriak sambil mengguncang pundak Ethan.
"BUKA MATA MU, ETHAN!"
"AKU MOHON!"
"ETHAN!"
__ADS_1