
Hari yang di tunggu dan membuat Simon kepikiran siang malam akhirnya kini telah sampai, di mana Simon, Ethan, Peter dan Louisa menemui keluarga besar Dokter Filly.
Simon tampak begitu gugup dan tegang, apalagi ternyata Dokter Filly memiliki keluarga yang sangat lengkap.
Mereka semua adalah orang yang hidup normal dan sukses dengan bisnis legal mereka. Jika Simon masuk ke dalam keluarga itu, entah dia akan menjadi apa.
Ayah Dokter Filly adalah seorang pengacara yang sukses, ibunuya seorang Dokter kecantikan yang sudah punya klinik kecantikan nya sendiri dan sudah sangat terkenal.
Kakak pertama Dokter Filly laki-laki, dia adalah seorang pejabat negara yang di segani semua orang, sementara istri nya adalah seorang Dokter hewan. Kakak kedua Filly perempuan, dia seorang pengusaha di bidang property, sementara suaminya adalah seorang jaksa yang juga sangat disegani.
Yeah, sangat sempurna.
"Apa kau suka olah raga, Simon?" tanya kakak pertama Dokter Filly yang mungkin usianya sedikit di bawah Simon.
"Iya," jawab Simon.
"Kau bisa kung-fu?" tanya keponakan Dokter Filly yang masih anak-anak.
"Tidak jago tapi aku pernah latihan itu selama satu tahun," kata Simon dengan jujur.
"Wah, keren!" seru bocah itu.
"Apa kau bisa bermain komputer?" kini giliran keponakan Filly yang masih remaja yang bertanya.
"Iya, aku bahkan bisa meretas," ujar Simon lagi-lagi dengan jujur.
Mendengar semua itu tentu saja mereka terkejut, tak terkecuali orang tua Filly. Sementara Filly sejak tadi hanya diam saja, membiarkan keluarganya berinteraksi dengan Simon apa adanya.
Ethan, Peter dan Louisa juga tidak ikut campur, mereka ingin keluarga Dokter Filly mengenal Simon apa adanya.
"Ini akan sempurna," seru kakak pertama Filly. "Dokter, pengacara, jaksa, pejabat negara, pengusaha dan sekarang seorang hacker. Selamat datang di keluarga Clarkson, Simon!" Ia menyambut dengan senyum lebar.
Simon tercengang, ia melirik sang kekasih yang saat ini hanya melempar senyum pada nya.
"Selamat datang di keluarga kami, Nak," seru Ayah Dokter Filly dengan tulus. "Semoga kau dan Filly selalu bahagia."
"Apa artinya kalian semua merestui kami?" tanya Simon ingin memastikan. Karena awal nya ia sangat pesimis untuk bisa mendapatkan restu.
__ADS_1
"Tentu saja," jawab Ibu Dokter Filly. "Selama ini Filly selalu enggan membawa seorang pria ke rumah, dia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya. Seolah pekerjaan nya lah hidup dan mati nya, tapi sekarang akhirnya dia membawa seorang pria. Kami sangat senang."
Simon tersenyum penuh bahagia, mata nya juga berbinar terang. Ia merasa ini adalah hari paling bahagia dalam hidup nya. Ternyata menemui calon mertua dan calon ipar nya tidak sesulit yang ia bayangkan.
Setelah urusan interview dan perkenalan selesai, kini mereka mulai tampak lebih tenang dan lebih bersahabat. Semua orang mulai mengobrol layak nya teman lama yang baru bertemu kembali.
Ethan sangat pandai memposisikan diri nya di tengah keluarga mereka, sementara Peter masih sedikit kaku karena ini kali pertama ia mengobrol bak keluarga di tengah orang asing.
Ibu Dokter Filly juga menawarkan perawatan kecantikan secara gratis pada Louisa, sementara sang Ayah menawarkan jasa nya sebagai pengacara pada mereka, meminta mereka menghubungi nya tanpa sungkan jika punya masalah hukum.
Saat semua orang asyik mengobrol dengan topik masing-masing, Simon dan Dokter Filly justru mojok.
"Apa kau bahagia?" tanya Dokter Filly yang melihat Simon tak henti-hentinya tersenyum.
"Sangat," jawab Simon. "Terima kasih banyak karena kau sudah memberikan kebahagiaan ini, Dokter Filly."
"Simon,, berhenti lah memanggil ku Dokter!" pinta Dokter Filly sambil terkekeh. "Kita akan menikah, apa kau akan terus memanggil istri mu Dokter?"
Simon langsung salah tingkah mendengar kata-kata kekasih nya itu, sejak pertama kali bertemu sampai detik ini, Simon memang selalu memanggil kekasih nya itu dengan sebutan Dokter.
"Sekarang panggil nama ku, okay?" pinta Dokter Filly.
"Lebih lantang, aku tidak mendengar," goda Dokter Filly.
"Filly ...." Simon memanggil lebih lantang yang membuat Dokter Filly terkekeh gemas.
Simon pun hanya tersenyum samar hingga tiba-tiba kedua bola mata nya melotot sempurna saat ia merasakan ada sesuatu yang lembut menyentuh bibir nya.
Seluruh tubuh Simon menegang, darah nya berdesir panas, jantung berdetak lebih cepat dan dada nya berdebar.
Dokter Filly mencium nya!
Awal nya Dokter Filly hanya menyentuhkan bibir nya di permukaan bibir Simon, tetapi Karena kekasih nya yang sudah tua tapi seperti remaja itu diam saja, ia pun memberanikan diri memberikan kecupan yang basah. Bahkan, ia melumaat nya dengan mesra.
Menggoda Simon yang masih tampak terkejut. Karena Simon masih diam, ia menggigit bibir bawah nya hingga Simon langsung melenguh lirih dan langsung membuka mulut nya.
Simon langsung memejamkan mata, mencoba menikmati sensasi baru yang tak pernah ia rasakan sebelum nya. Bahkan, ia mencoba membalas ciuman sang kekasih meski dengan gerakan yang masih amatir dan kaku.
__ADS_1
Dokter Filly mulai meraskan sesuatu yang berbeda dari Simon, ia pun menyadahi ciuman nya itu yang membuat Simon tampak kecewa.
"Kau ... tidak pernah berciuman sebelum nya?" tanya Dokter Filly dengan alis yang bertaut.
Simon menggeleng pelan, membuat kekasih nya itu menganga lebar dengan kedua bola mata yang melotot sempurna.
"Kau juga belum pernah bercinta dengan wanita?" tanya nya lagi, ia tidak mengharapkan jawaban yang istimewa dari Simon.
Namun, Simon kembali menggeleng.
"Oh, astaga! Kau hidup di mana, Simon?" pekik nya.
"Kadang di Moscow, kadang juga di London, tapi lebih sering di Moscow." Simon memberikan jawaban yang sangat jujur karena memang di dua kota itu lah ia tinggal bersama Peter dan Ethan.
Dokter Filly yang mendengar jawaban di luar ekspektasi nya itu tak bisa menahan tawa, bahkan air mata nya sampai keluar.
"Apa kau serius?" tanya Dokter Filly kemudian sembari menahan tawa nya.
Sementara Simon justru tampak terpana melihat tawa Dokter Filly, membuat kecantikan wanita itu semakin terpancar sempurna.
"Oh Tuhan, kau benar-benar anugerah terindah yang tuhan berikan dalam hidup ku," ucap nya kemudian dengan serius.
Bagaimana tidak? Dia mendapatkan seorang perjaka, yang masih begitu suci dan murni. Padahal, dari luar terlihat begitu panas, seksi dan sebenarnya sangat menggoda jiwa nya sebegai perempuan. Terutama saat ia melihat Simon yang baru ber-olah raga.
Dan dia adalah seorang gangster, di mana seharusnya Simon punya kehidupan yang bebas, berfoya-foya dan berpesta ria dengan para wanita seperti yang para gangster lakukan pada umum nya.
"Aku hanya hidup untuk merawat Ethan, jadi aku ... tidak pernah terpikir ke sana," cicit Simon.
"Oh, Simon-ku yang suci, aku jadi tidak sabar ingin segera menikahimu. Bagaimana kalau kita menikah minggu depan?"
...🦋...
Halo semuanya!
Apakah kalian masih di sini?
Konflik utama Ethan Louisa sudah usai, ya. Jadi beberapa part ini aku kasih khusus comedy romance para Mafia senior, biar pada ketawa bersama. Kasian juga kan para Mafia senior selama ini hidup nya cuma kelahi dan mikirin bisnis ilegal. Jadi tidak ada topik khusus ya kecuali kebahagiaan para Mafia senior.
__ADS_1
Setelah ini akan part Peter dan calon kekasihnya. Siapakah dia?
Terimakasih