
Hai hai, sudah selesai semua neh Novel.
Aku mau mengajak kalian ke petualangan novel baru SkySal yang berjudul Elara's Desire (Burn With You)
Sinopsis
Leonardo Aveiro, sang CEO itu berpikir ia telah menjadi bajingan karena mengkhianati sang istri - Alena Immanuel, ibu dari putrinya yang baru berusia 5 tahun.
Pria berusia 35 tahun itu tak dapat mengelak pesona Elara Chryston, seorang gadis muda yang masih berusia 18 tahun.
Leon jatuh cinta padanya, ia mendekati Elara kemudian menikahi gadis itu secara diam-diam setelah ia tahu Elara juga mencintainya. Leon menjadikan gadis yang tampak polos itu sebagai istri rahasianya.
Namun, yang tak Leon ketahui bahwa sebenarnya yang memiliki rahasia besar justru Elara, sebuah rahasia yang mungkin tak pernah Leon bayangkan.
Di balik mata abu-abunya yang cantik, Elara menyimpan sebuah hasrat tersembunyi, yang membara dan seolah ingin segera dituntaskan.
Cuplikan Bab
"Aku siap memberikan segalanya untukmu, Leon!"
Leon merasa begitu senang dan tersentuh mendengar apa yang dikatakan oleh Elara, bahkan itu membuat gejolak cintanya semakin terasa dahsyat.
"Aku pun akan memberikan segalanya untukmu, Elara Chryston."
Leon memasukan tangannya ke dalam baju Elara, mengusap perut ramping dan lembut kekasihnya itu dengan begitu mesra. Membuat Elara hanya bisa menahan napas, tangan Leon terasa begitu hangat, bahkan membuat jiwanya seolah bergetar.
"Katakan sekali lagi," pinta Leon dengan suara parau. "Cukup katakan tidak, aku akan berhenti." Leon menarik baju Elara hingga terlepas melewati kepalanya.
__ADS_1
"Aku ingin menjadi milikmu." Justru kalimat itu lah yang keluar dari bibir Elara.
Yeah, dia sudah sangat siap dengan ini. Elara tak bisa lagi mundur, tidak akan.
"Oh Tuhan, kau membuatku gila, Elara!" Leon menggeram tertahan, tatapannya nyalang pada tubuh mungil Elara yang kini hanya tertutupi pakaian dalam.
Leon menyapu tubuh Elara dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan intensnya, seolah ia sedang merekam setiap inci keindahan yang terpampang begitu nyata di depannya itu.
Tubuh gadis itu terpahat begitu indah, tanpa ada cacat sedikit pun. Seolah Tuhan sedang berbahagia dan tersenyum saat menciptakannya, sungguh Leon hanya melihat kesempurnaan dalam diri kekasih rahasianya itu.
Ditatap sedemikian rupa membuat seluruh tubuh Zhavia meremang, dadanya berdebar kencang seperti drum yang ditabuh. Napasnya memburu, darahnya berdesir panas.
"Jangan hanya menatapku," lirih Zhavia malu, ia mencoba mentupi tubuhnya dengan bantal, tetapi Leon langsung menarik bantal itu dan melemparnya dengan asal.
"Jangan ditutup, Sweetheart, ini benar-benar indah."
Leon mulai menyentuh kaki Elara dengan pelan, menggoda setiap saraf wanita itu hingga menimbulkan sensasi yang membuat Elara hanya bisa menahan napas.
Elara terkesiap, bahkan secara spontan ia merapatkan kedua pahanya.
"Kau belum pernah melakukan ini sebelumnya?" kekeh Leon.
Dari respon Elara atas setiap sentuhannya, tentu Leon dapat mengetahui bahwa sang kekasih masih suci.
Benar saja, Elara menggeleng pelan, membuat jiwa Leon bersorak girang.
"Kalau begitu aku adalah pria pertamamu." Leon naik ke atas tubuh Elara, tetapi ia bertumpu pada kedua sikunya sehingga ia tak benar-benar menindih tubuh sang kekasih.
__ADS_1
Tatapan kedua insan itu saling mengunci, dengan napas yang sama-sama terasa memburu. Padahal, ini belum apa-apa, pikir Leon.
Leon memberikan kecupan hangat di kening Elara, dan gadis itu pun memejamkan mata, meresapi kehangatan Leon yang kini berpindah ke kedua kelopak matanya.
Kemudian berlanjut ke kedua pipi Elara dan berhenti di bibirnya, awalnya Leon hanya menyapukan bibirnya di permukaan bibir Elara. Pelan, dan lembut. Seolah ia begitu menikamati setiap sentuhan ringan itu.
Namun, beberapa saat kemudian Leon mencium Elara dengan begitu intens, menggebu dan dalam. Ia mencecap setiap inci bibir ranum kekasih rahasianya itu, menghisap dan menggigitnya dengan pelan.
"Ahh, Leon!"
Elara melenguh, membuat Leon semakin semangat mencumbu sang kekasih.
Bahkan, lidah panas Leon kini telah masuk ke dalam mulut Elara yang hangat nan basah. Mencari lidahnya dan mengajak Elara menari bersama.
Elara menerima dengan senang hati, bahkan ia mulai menikmati setiap cumbuan Leon dengan hatinya.
Puas saling mencecap, kini Leon mengalihkan ciumannya ke leher Elara, mengecup, mencium, menghisap dan meninggalkan jejak basah yang terasa panas. Membuat tubuh Elara menggelinjang.
Tangan Leon tak mau tinggal diam, kini tangan yang besar dan panas itu menyelinap ke balik kain segitiga yang Elara kenakan.
"Ah!" Elara kembali terkesiap merasakan jari panas Leon yang menyentuhnya, menimbulkan sensasi seperti tersengat listrik di sekujur tubuh Elara.
Ia merasa tidak nyaman dengan sentuhan itu, terasa mengganjal, menggelikan tetapi ... itu juga enak.
Ciuman Leon kini beralih ke dada Elara, bersamaan dengan itu jarinya membelai dengan mesra di sana. Elara memegang tangan Leon, tetapi ia tak menghentikan pergerakan tangan sang kekasih yang mencoba merayu gairahnya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
Yok, mampir ke cerita yang akan membawa pada kisah yang baru. 😉