Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 130 - Sang Pengantin


__ADS_3

"Kau ... di gantung?" cicit Ethan saat Louisa mengadukan kelakuan Peter pada nya.


"He'em." Louis mengangguk dengan cepat sambil memasang wajah serius nya.


Bukan nya marah, Ethan justru menahan senyum geli. Membayangkan Peter mengangkat Louisa dengan hanya satu tangan, dan menggantung nya ke dinding, entah kenapa itu terasa sangat konyol.


"Kenapa kamu hanya senyum-senyum? Seharusnya kamu pergi dan marahi uncle Peter, Ethan!" seru Louisa kesal sembari berkacak pinggang.


"Sayang, dia hanya bercanda," ujar Ethan membela Peter, membuat Louisa semakin kesal. "Lagi pula itu tidak sakit, kan? Peter tidak akan menyakiti mu."


Louisa meringis, ia langsung mengambil sandal jepit nya dan memukuli Ethan dengan kesal. Tentu saja Ethan langsung lari terbirit-birit sambil mengatakan dia akan memarahi Peter.


"Dasar suami durhaka!" seru Louisa kesal sembari berlari cepat mengejar Ethan.


"Tega sekali kau tidak membela ku!"


"Mentang-mentang selama ini uncle Peter yang mengurus mu."


"Aku juga mengurus mu dengan baik."


Louisa terus berceloteh kesal, bahkan ia melempar sandal nya hingga mengenai kepala sang suami.


"Ah, maafkan aku, Lou!" seru Ethan.


Aksi sepasang suami istri itu rupa nya menarik perhatian para pelayan, dan mereka mati-matian menahan tawa melihat Louisa yang kini memegang sapu sambil terus mengejar Ethan.


Don mafia yang mereka kenal dingin, dan kejam. Kini lari di pukuli dengan sandal jepit, dan kini di kejar dengan sapu, sungguh tragedi yang melukai status sebagai Don mafia.


"Kau seharusnya lakukan saja yang aku minta," gerutu Louisa.


"Iya, Sayang," jawab Ethan dengan napas yang terengah-engah. "Nanti aku akan memarahi Peter, tapi tolong letakkan dulu sapu itu."


"Dasar menyebalkan!"


Louisa kembali menggerutu sembari melempar sapu nya yang langsung mengenai punggung Ethan, membuat pria itu memekik sakit.


"Lou, kau mematahkan punggung ku?" teriak Ethan dan kini dia yang mengejar Louisa. "Gadis nakal kau, ya!"


Louisa langsung terbirit-birit menuju kamar nya sambil tertawa, ia hendak menutup pintu tapi aksi nya kalah cepat dengan Ethan.

__ADS_1


Tak hanya para pelayan, aksi gila sang Don mafia dan istri kecil nya itu juga di saksikan oleh Peter dan Simon. Tentu saja hal itu membuat mereka senang karena semakin hari Louisa semakin menunjukkan jati diri nya.


Gadis nakal.


Sementara itu ....


"Kau mau aku menghukum mu, eh? Kau berani memukul suami mu dengan sandal dan sapu?"


Ethan mengunci pintu kamar nya, sementara Louisa hanya tertawa dan berusaha menghindari Ethan yang kini mencoba menangkap nya.


Ethan berhasil menangkap Louisa dengan mudah. dan ia langsung membawa gadis itu ke ranjang, mengungkung tubuh kecil nya hingga Louisa tak lagi bisa melawan.


Napas kedua nya memburu, dan kini tatapan mereka bertemu. Dalam, intens, dan penuh arti.


Ethan menyentuh pipi Louisa, membelai nya dengan mesra dan secara spontan sang istri memejamkan mata. Menikmati hangat nya tangan sang suami, yang kini jari nya membelai bibir Louisa.


Ia masih memejamkan mata, hingga Louisa merasakan bibir suami nya menyapu permukaan bibir nya dengan begitu mesra.


"Boleh kah jika kita melakukan nya sebelum pergi?" tanya Ethan.


Louisa langsung membuka mata, ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 12 siang. Yeah, mereka masih punya banyak waktu sebelum pergi fitting baju.


Tentu saja Ethan merasa sangat senang mendengar jawaban itu, ia langsung membenarkan posisi Louisa hingga nyaman di atas ranjang.


Setelah itu, Ethan langsung mencumbu bibir sang istri dengan begitu intens. Louisa menyambut nya dengan senang hati, bahkan ia membuka bibir nya agar Ethan segera memberikan ciuman yang lebih menggairahkan lagi.


Sementara bibir nya mencumbu, tangan Ethan dan Louisa juga bekerja dengan baik. Ethan melepaskan pakaian Louisa, begitu sebaliknya.


Napas kedua nya semakin memburu, atmosfer di kamar nya juga terasa berbeda, hangat dan perlahan menjadi panas. Gairah kedua nya sama-sama telah bangkit, apalagi ketika tak ada satu helai benang pun yang menutupi tubuh kedua nya.


Untuk ke sekian kali nya, Ethan dan Louisa melakukan penyatuan yang begitu indah dan mesra. Memacu adrenalin, mengeluarkan suara lenguhan mesra yang saling bersahutan.


...🦋...


"Jika aku menikah nanti, aku ingin gaun pernikahan wanita ku berwarna merah muda," celetuk Simon yang langsung membuat Ethan tertawa.


Sementara Peter hanya bisa menatap teman nya itu dengan pandangan aneh, seolah ia menemukan spesies baru dan langka di bumi ini.


Saat ini ketiga pria gagah meski beda usia itu sedang ada di butik, menunggu Louisa yang sedang mencoba gaun pengantin nya di ruang ganti.

__ADS_1


"Gaun pengantin itu lebih bagus putih," sahut Peter. "Warna yang natural dan tidak membuat mata pusing saat melihat nya."'


"Memang nya kau pusing melihat warna selain putih?" cibir Simon.


"Tidak, aku hanya tidak suka dan itu membuat ku pusing," sahut Peter kemudian ia menunjuk sebuah gaun dengan motif bunga-bunga yang penuh warna. Sangat indah di mata orang biasa, tetapi tidak di mata Peter.


"Seperti baju itu, aku pusing melihat nya."


Simon dan Ethan langsung mengikuti ke mana Peter menunjuk. "Oh, gaun itu sangat indah," seru Simon dengan mata yang berbinar.


Bahkan, ia langsung mengambil menghampiri mannequin yang terpasang baju itu. "Kain nya juga sangat lembut, ini mungkin cocok untuk Dokter Filly."


"Aku rasa juga begitu," kata Ethan sambil mengulum senyum. "Ambil saja."


"Ah, terima kasih, Don Mayer!" pekik Simon melompat girang, seperti ABG yang berhasil mendapatkan uang jajan untuk membelikan es krim teman kencan nya.


Sementara Peter hanya geleng-geleng kepala, ia memang tidak suka sesuatu yang penuh warna, bagi nya itu sangat mengganggu.


Tak berselang lama, pintu ruang ganti terbuka dan seketika Ethan terpana melihat penampilan sang istri dalam gaun putih yang bertabur crystal. Louisa juga memegang sebuket bunga, membuat tampilan nya semakin sempurna.


Simon dan Pater tampak nya juga terpesona dengan kecantikan menantu kecil mereka itu.


"Bagaimana?" tanya Louisa dengan gugup, wajah nya memerah menyadari tatapan Ethan yang tampak tak biasa itu.


Suami nya benar-benar telah jatuh pada pesona Louisa yang seolah tak ada habis nya.


"Sempurna!" seru Peter dan Simon secara bersamaan.


Ethan tak mampu berkedip, apalagi berkata-kata. Hingga Louisa perlahan mendekati nya sambil tersenyum manis. "Ethan?" panggil Louisa.


"Ah ... iya, Sayang?" Ethan tampak gelagapan, membuat Louisa terkekeh.


"Bagaimana? Apa ada yang kurang?" tanya Louisa sembari berputar, memperlihatkan gaun itu.


"Tidak, ini sangat sempurna," puji Ethan dengan serius. "Kau cantik sekali, My girl." Louisa tersipu dan langsung menunduk, membuat Ethan merasa gemas.


"Kau seperti malaikat," kata Ethan lagi sembari membelai wajah sang istri. "Ya Tuhan, jantung ku berdebar kencang melihat mu memakai gaun ini."


"Aku juga suka," kata Louisa.

__ADS_1


"Sekarang kau akan menjadi pengantin ku secara sempurna."


__ADS_2