Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 18 - Eduardo


__ADS_3

Kedua bodyguard Louisa kebingungan saat mereka kehilangan jejak mobil Ethan, mereka segera melacak GPS yang ada di mobil tersebut. Namun, hasilnya nihil.


"Ada yang tidak beres," ujar bodyguard itu, ia segera mengabarkan berita ini pada kepala bodyguard di kediaman keluarga Rae.


Sementara di sisi lain, Louisa justru tertidur di dalam mobil sehingga ia tidak menyadari bahwa Ethan sudah membawanya pergi sangat jauh dari rumah.


Mobil Ethan kini memasuki sebuah mansion yang sangat besar dan megah dengan tema klasik, mansion itu berada di tengah hutan yang berada di pinggiran kota London.


Sedangkan GPS?


Anak buah Ethan sudah meretas dan menghancurkannya, sehingga Ethan bisa pergi dengan mudah.


Louisa terbangun saat ia merasakan mobilnya berhenti, perlahan ia membuka mata dan seketika mata bulatnya itu melotot sempurna saat melihat sebuah mansion mewah di depannya.


"Ethan, kita di mana?" tanya Louisa dengan suara seraknya.


"Di tempat untuk menyekap mu, Nona Rae," jawab Ethan berseringai. Namun, Louisa justru terkekeh geli.


"Ini seperti istana," jawab Louisa. Ia segera melompat turun dari mobil, bahkan Louisa langsung berlari mengelilingi air mancur yang berada tepat di tengah halaman.


"Wow, udaranya sangat sejuk. Aku suka di sini," kata Louisa.


Ethan hanya tersimpul, ia pun turun dari mobil dan mendekati Louisa yang kini bermain air. Bahkan, gadis itu menyiram Ethan yang membuat Bodyguard nya itu terkejut.


"Ngomong-ngomong, ini rumah siapa?" tanya Louisa.


Ethan enggan menjawab, ia tak pernah berbohong dan tak mungkin juga mengatakan pada Louisa bahwa mansion ini adalah markas rahasia The Eagle.


Ethan berjalan menuju pintu masuk, tetapi Louisa mendahuluinya bahkan dia langsung membuka pintu besar itu dengan semangat yang membuat Ethan melotot.


"TIARAP, LOU!" Ethan berteriak sementara Louisa hanya tercengang hingga Ethan langsung menarik gadis kecil itu, membawanya tiarap bersamaan dengan itu terdengar suara tembakan yang tiada henti membuat Louisa menjerit.


"Ini aku, non aktifkan laser nya, sialan!" teriak Ethan.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian suara tembakan itu terhenti, sementara Louisa masih menjerit bahkan ia sampai buang air kecil saking takutnya.


"Nona Rae, kau tidak apa-apa?" tanya Ethan sembari membantu Louisa bangkit. "Tidak apa-apa, ini sudah selesai," ucapnya.


Seluruh tubuh Louisa gemetar, bahkan ia merasa kesulitan bernapas, otaknya pun langsung blank.


"Nona Rae?" Ethan menepuk pundak Louisa.


"Astaga! Apa itu?" pekik Louisa kesal.


"Itu adalah senjata otomatis, Nona Rae, akan secara otomatis menembaki siapa saja yang menyentuh jika sidik jarinya tidak dikenali," papar Ethan yang membuat Louisa kembali menahan napas.


"Aku sampai buang air kecil, bodoh!" Louisa menggeram, antara malu dan kesal karena apa yang terjadi.


Sementara Ethan langsung memandangi bagian tubuh bawah Louisa, benar saja, gadis itu buang air kecil sampai basah kuyup.


Tak berselang lama Simon juga Peter datang untuk menyambut sang raja, mereka mengernyit bingung melihat lantai dan celana Louisa yang basah.


"Bawa dia ke kamar dan berikan pakaian ganti," seru Ethan.


"Ajudan."


...🦋...


Kepanikan terjadi di keluarga Rae saat mereka kehilangan jejak tuan putri mereka.


Kini semua kekuatan Tuan Bertrand telah dikerahkan untuk mencari jejak Louisa, tetapi mereka tetap tak menemukannya.


Mereka juga mencari tahu tentang Ethan karena itu bisa menjadi petunjuk, tetapi tidak ada yang bisa mereka dapatkan kecuali fakta-fakta yang memang sudah sangat jelas tentang Ethan.


Bahwa pria itu pernah bergabung di militer, pernah menjadi pengawal pribadi menteri, anak yatim piatu dan tak ada teman.


"Sekarang mereka berhasil menculik putriku, bagaiman ini?" Nyonya Agatha tak dapat menahan bendungan air matanya. "Oh Tuhan, di mana putriku?"

__ADS_1


"Nyonya Rae, aku mohon tenang lah." Bi Amy mencoba menenangkan nyonya besarnya itu. "Aku yakin ini bukan penculikan, Ethan pasti bisa melindungi Nona Louisa."


"Tapi bagaimana jika penculiknya Ethan? Bagaimana jika dia berkhianat?" lirih Nyonya Agatha sembari menyeka air matanya.


"Dia pernah mempertaruhkan nyawanya untuk Nona Louisa, tidak mungkin dia berkhianat."


Sementara itu, Tuan Bertrand saat ini menemui temannya yang bekerja di kepolisian. Ia meminta bantuan mereka untuk mencari keberadaan Louisa.


"Apa yang ada kau curigai, Rae?" tanya temannya yang bernama Tommy itu.


"Terlalu banyak yang aku curigai, Tom," jawab Tuan Bertrand.


"Gilbert, Lewis, Vicky, Antonio, David, Harry. Oh Tuhan, masih banyak lagi yang aku curigai, ada begitu banyak orang yang ingin menjatuhkan ku." Tuan Bertrand tampak begitu frustasi, bahkan ia berkeringat di ruangan yang ber-AC ini.


"Yang paling kau curigai, Rae, yang pernah melakukan penyerangan secara langsung maupun tidak langsung," seru Tommy penuh penekanan.


"Aku__" Ucapan Tuan Bertrand terhenti saat tiba-tiba ponselnya bergetar.


Ia melotot terkejut melihat sebuah pesan yang masuk.


"Halo, Rae, apa kau ingat padaku?"


"Eduardo."


"Kau ingat?"


"Apa kau merindukanku?"


"Ah, putrimu sangat cantik dan seksi."


"Kira-kira akan laku di harga berapa jantung, ginjal dan matanya?"


"Oh, bagaimana dengan keperawanannya?"

__ADS_1


...🦋...


__ADS_2