Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 28 - Bisakah Lolos?


__ADS_3

Ethan mengikat Louisa menggunakan shall milik gadis itu, sementara Louisa terus merengek meminta Ethan melepaskan dirinya dan juga kedua orang tuanya.


"Jika memang ayahku bersalah, berikan buktinya pada polisi, Ethan. Biarkan mereka yang menghukumnya."


"Aku sudah melakukan itu 22 tahun tahun yang lalu, Nona Rae, tapi mereka tetap menutup kasus ini karena mereka menerima uang suap dari ayahmu," tukas Ethan panjang lebar.


Tangis Louisa semakin jadi, hanya dalam waktu beberapa jam hidupnya kini jungkir balik dan ia tidak tahu harus melakukan apa. Terlalu banyak kejutan yang datang, fakta bahwa Ethan masuk ke rumahnya untuk balas dendam sudah membuat jiwa Louisa terguncang. Dan sekarang ia juga harus menerima fakta bahwa sang Ayah adalah seorang pembunuh.


Louisa tak ingin percaya itu, tetapi apa yang dikatakan oleh ibunya membuat Louisa tak punya pilihan lain selain percaya.


"Ethan, jika kamu ingin membunuh merek, bunuh saja aku lebih dulu karena aku tidak bisa kehilangan mereka," lirih Louisa putus asa.


"Oh ya?" sinis Ethan. "Masalahnya kau adalah sandera, Nona Rae, kau adalah senjataku untuk menaklukan ayahmu. Jadi aku tidak akan membunuhmu sebelum bajingan itu mengembalikan kerajaanku."


"Aku akan membujuk daddy agar memberikan apapun yang kau mau, Daddy pasti mengikuti kemauanku, aku mohon." Louisa masih tak berhenti membujuk Ethan, berharap pria itu bisa sedikit menunjukkan belas kasih.


"Tidak," bantah Ethan. "Tujuanku sejak awal adalah merebut apa yang dia rebut dan tentu melenyapkan nyawanya seperti dia melenyapkan orang tuaku." Ethan bersikeras, membuat Louisa semakin merasa putus atas.


"Ethan!" panggil Louisa saat Ethan keluar dari kamar. "Ethan, aku mohon!" Louisa menjerit sambil menangis saat Ethan kini mengunci pintu kamarnya.


Ethan bersandar di daun pintu sambil memegang dadanya yang berdebar kencang, bahkan keraguan kembali terasa dalam hatinya saat mendengar tangisan Louisa.


Oleh sebab itu Ethan harus menjauhkan Louisa darinya, gadis itu bisa menggoyahkan hatinya.


Di dalam, Louisa berusaha melepaskan ikatan tangannya sambil menangis terisak. Jika Ethan bertekad akan membunuh ayahnya, Louisa bertekad akan menyelamatkannya.

__ADS_1


Sementara di bawah, Peter membuka pintu utaman saat sebagian besar anak buah Tuan Bertrand telah berhasil mereka habisi.


Kini hanya ada beberapa Bodyguard tangguh yang bertarung sengit dengan anggota The Eagle itu, termasuk Theo yang masih bertarung dengan kepala keamanan keluarga Rae.


Kekuatan mereka seimbang, bahkan kini Theo babak belur begitu juga lawannya itu.


Mereka berdua sudah tampak kewalahan, tetapi mereka harus terus menyerang dan bertahan sampai ada yang mati.


Saat pintu utama dibuka dengan lebar, Nyonya Agatha hanya bisa menahan napas melihat beberapa orang yang bekerja dengannya kini sudah mayat.


Rasa takut dan rasa bersalah tampak jelas di matanya, berbeda dengan Tuan Bertrand yang justru tampak marah.


"Ethan, di mana Louisa?" tanya Nyonya Agatha pada Ethan yang baru datang.


Ethan berjalan keluar untuk melihat keadaan di sana secara langsung.


Miris, itulah yang Ethan rasakan saat melihat beberapa orang tergeletak di tanah dengan bersimbah darah. Bau amis darah itu juga begitu menyengat di indera penciumannya.


Ethan melihat Theo yang masih bertarung, ia sudah mengangkat senjata untuk membunuh lawan Theo yang tampaknya cukup tangguh itu tetapi Theo segera mencegah Ethan.


"Aku mohon jangan membuatku malu, Tuan Mayer," seru Theo. "Aku bisa menghabisinya dengan tanganku."


Ethan terkekeh kemudian menurunkan senjatanya, ia pun menyaksikan para manusia yang sudah seperti binatang itu. Mereka terus saling menyerang tanpa ampun.


Kini perhatian Ethan tertuju pada Theo yang berhasil memberikan pukulan telak tepat di leher lawannya, disusul dengan tendangan keras di perutnya hingga membuat pria itu tak berdaya.

__ADS_1


Seperti janji Theo, dia akan menyayat leher sang musuh. Maka, Theo pun menyeret pria itu ke hadapan Tuan Bertrand seperti menyeret seekor rusa yang telah ia buru dan ia habisi.


Tuan Bertrand hanya bisa menahan napas melihat sang ajudan tak berdaya.


"Kau lihat ini?" sinis Theo sambil menyayat leher ajudannya itu dengan sangat pelan. Namun, tentu dengan sayatan yang cukup dalam hingga darah langsung mengucur deras dari leher sang ajudan kepercayaan keluarga Rae itu.


Nyonya Agatha dan para pelayan langsung menjerit saat melihat pria itu kini terjatuh dengan tubuh yang kejang-kejang hingga akhirnya ia tak lagi bergerak.


Sementara Tuan Bertrand kini merasa terguncang, nyalinya menciut dan ketakutan menghantam hatinya.


Dulu, ia memang membunuh keluarga Ethan tetapi tanpa mengotori tangannya sendiri. Dan cara mereka membantai adalah dengan menembak, bukan menyembelih dengan sadis.


"Ethan!" teriak Nyonya Agatha yang langsung berlari kemudian bersimpuh di kaki Ethan. "Silakan bunuh kami semua, ambil harta kami tapi aku mohon jangan Lou, jangan putriku." Nyonya Agatha mengiba.


Melihat bagaimana sadisnya anak buah Ethan membunuh membuat ia merasa begitu takut, bagaimana jika Louisa bernasib sama?


"Aku akan menembak tepat di kepala atau jantungnya," kata Ethan dingin. "Sehingga dia tidak akan merasa sakit dalam waktu yang lama."


"TIDAK! AKU MOHON JANGAN!" Nyonya Agatha menjerit frustasi, sementara sang suami masih mematung di tempatnya dan para pelayan hanya bisa menangis.


Bersamaan dengan itu, tiba-tiba terdengar suara helikopter dan sirine polisi yang membuat Tuan Bertrand kembali bisa tersenyum.


Bantuan datang.


...🦋...

__ADS_1


__ADS_2