
Proses persalinan Louisa berjalan lancar, tentu karena Ethan menyiapkan Dokter terbaik di London untuk operasi cecar. Ia tak mengizinkan istrinya itu melahirkan secara normal karena resikonya terlalu besar, selain itu ia juga takut karena Louisa pernah mengalami keguguran.
"Dia cantik sekali," gumam Ethan yang saat ini menggendong putrinya itu.
"Dia sangat mirip dengan Louisa saat bayi," kata Nyonya Agatha sembari menyentuh pipi tembem cucunya itu. "Aku tidak menyangka sekarang aku sudah menjadi Nenek."
"Aku juga ingin anakku perempuan begitu, itu terlihat sangat lucu," kata Peter sembari bergelanyut manja di lengan sang istri.
"Jenis kelamin anak itu tidak bisa di request," sambung Simon mendelik, tetapi Peter enggan menanggapi.
Sementara Louisa yang baru saja sadar hanya bisa tersenyum lemah mendengar celotehan mereka semua, sebenarnya suara-suara mereka lah yang membuat ia tersadar dari pingsannya.
"Sayang, kapan kamu akan melahirkan?" tanya Simon pada Filly dengan manja, melihat Ethan menggendong bayinya membuat dia juga tak sabar ingin menggendong bayinya juga.
"4-5 bulan lagi," jawab Filly sembari mengusap ubun-ubun bayi Louisa. "Dia sangat menggemaskan."
"Bayiku masih 9 bulan lagi," kata Peter. "Berarti nanti anakku akan jadi yang paling muda, harus selalu di jaga oleh kedua kakaknya."
"Lebih tepatnya 8 bulan lagi, Sayang," kekeh Ashley.
__ADS_1
"Itu jauh lebih baik," sahut Peter senang.
"Boleh aku menggendongnya?" tanya Louisa dengan lemah.
"Tentu saja boleh," jawab Ethan.
Nyonya Agatha pun menaikkan bagian atas ranjang Louisa agar putrinya itu bisa setengah duduk, dengan begitu kini Louisa bisa menggendong putrinya yang memang sangat cantik itu.
"Oh Tuhan, dia seperti malaikat yang sangat mungil," kata Louisa.
Ia menitikkan air matanya, tak kuasa menahan tangis haru karena kini ia menjadi wanita yang sempurna.
Dua peran ini membuat Louisa merasa semakin sempurna, juga dewasa. Dua peran yang membuat ia berjanji pada dirinya sendiri akan selalu memberikan yang terbaik dan melakukan yang terbaik.
Ia mengecup kening putrinya dengan lembut, kemudian kedua kelopak matanya dan dua pipinya yang benar-benar lembut itu.
"Hai, Sayang!" Louisa mengusap pipi putrinya itu dengan lembut. "Mommy bahagia sekali memilikimu, Mommy seperti mendapatkan hadiah dari seluruh dunia."
Ethan merangkul pundak sang istri dan mengusapnya dengan lembut, ia juga tak menyangka kini dirinya benar-benar menjadi seorang ayah. Dan ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Ethan, dia tidak akan pernah melupakan hari ini.
__ADS_1
Ah, itu mengingatkan Ethan pada permintaan Louisa dulu. Antara mereka punya banyak anak, atau meraka punya banyak waktu untuk anak mereka dengan menyingkirkan beberapa pekerjaan. Demi membuat anak mereka tidak merasa kesepian seperti yang dialami oleh Louisa.
"Kami akan menjadi orang tua yang baik untukmu," kata Ethan menatap putrinya itu penuh cinta. "Kami tidak akan membiarkanmu kesepian, kami akan selalu ada untukmu."
Louisa langsung menatap sang suami dengan hati yang terenyuh, ia teringat pernah meminta hal itu pada Ethan karena dulunya ia begitu kesepian. Dan Louisa tidak pernah menyangka ternyata Ethan masih mengingatnya.
"Jadi lah Ibu yang baik, Sayang," kata Nyonya Agatha. "Belajar dari kesalahan Mommy, jangan sibuk sendiri, okay?"
"Iya, Mom," jawab Louisa sambil menatap putrinya. "Kami akan membuat dia menjadi wanita yang hebat, yang tidak manja dan tidak nakal. Benar begitu 'kan, Sayang?" Louisa menatap Ethan dan suaminya itu mengangguk sambil tersenyum. Ia juga menghapus sisa air mata di pipi Louisa dengan lembut, tak ingin ada air mata di hari bahagia ini.
"Lalu siapa nama putri kalian?" tanya Ashley kemudian.
"Benar, dia seharusnya di beri nama yang cantik," sambung Filly. "Secantik wajahnya."
"Rossabelle Lucette Mayer," tukas Ethan. "Gadis secantik bunga mawar yang selalu diterangi cahaya milik keluarga Mayer."
"Nama yang cantik," gumam Louisa. "Tuan putri Rossabelle."
...🦋...
__ADS_1
...TAMAT ...