Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Menemani Juli


__ADS_3

"Bagus, kau harus menjaganya sebaik mungkin. Oke Tuan, aku harus pergi, silahkan kau bisa masuk untuk bertemu dengannya. Meskipun dia belum siuman, berikan dia semangat." Dokter menepuk pundak Nando dan pergi begitu saja.


Nando memikirkan sesuatu, dia ingin sekali pulang ke rumah, di sana ada gadis yang sedang menunggu tumpahan lahar panasnya.


Tetapi di sisi lain, ada Juli yang sedang membutuhkan dirinya.


"Akh, sial! wanita bersuami itu membuatku gila!" Nando beranjak dari tempat duduknya, ia malas sekali untuk melangkahkan kedua kakinya untuk masuk ke dalam ruang inap VVIP.


Tapi dia memaksakan diri.


KLEK!


Nando akhirnya membuka pintu ruang inap VVIP juga, matanya langsung fokus ke arah wanita cantik yang terbaring lemah di brankar. Di tangannya masih terpasang infus. Ada perban yang melingkar di pergelangan tangannya.


Perlahan, Nando mendekat ke arah sang wanita. Raga kekarnya, kini duduk di samping Juli.


"Kau adalah wanita paling merepotkan. Apa kau tahu? aku harus meninggalkan para gadisku hanya untuk merawatmu, Haish! aku ini bodoh atau super bodoh! kau tahu kan aku ini ...," ucap Nando. Dia segera menghentikan perkataannya.


Si casanova mengingat saran dokter. Dia telah mengatakan hal yang kurang tepat. Nando mendadak menjadi pria sok manis.


"Wah, kau cantik sekali. Kau tahu kan? kita sudah menghabiskan waktu bersama. Ayolah sembuh, kita bercocok tanam lagi." Hanya itu yang ada dipikirannya. Cocok tanam lagi, cocok tanam lagi.


"Oh ya, aku memiliki cerita bagus. Dulu, waktu aku masih kecil, ibuku ingin aku menjadi seorang tentara. Tetapi aku tidak ada bakat menjadi pria semacam itu, apa kau tahu? ibuku bilang apa? oh iya, kau tidak bisa berbicara. Aku saja yang menjawab pertanyaanku sendiri, jadi begini, ibuku sudah mengetahui jika aku memiliki ketertarikan berlebihan terhadap seorang gadis, tapi ibu membiarkannya. Dia hanya ingin aku menjadi pria baik, jangan sekali-kali menelantarkan anak gadis orang. Jika ingin bersama mereka, setidaknya harus menjamin segalanya. Aku gagal dalam tes menjadi tentara karena aku ketahuan enaa-enaa dengan salah satu tentara wanita tercantik di tempat pelatihan. Kau pasti menganggapku pria gila dan tidak bermoral, tetapi memang ini yang aku inginkan. Entahlah, aku hanya tahu buah dada dan liang kenikmatan. Haha, gila ya aku?!


Nando terus saja mengatakan hal yang meesuum, sampai orang sakit ia rasuki dengan pengetahuannya tentang kemesuuman.


Nando mulai bosan, dia tidak melihat tanda-tanda si wanita menggerakkan anggota tubuhnya untuk merespon dirinya.


Di saat yang sama, ponsel Nando berdering. Dia segera menjawab panggilan itu.

__ADS_1


"Iya baby, sabar ya?" Panggilan lagi dari gadis yang masih menunggunya, gadis yang tidak pernah henti meminta jatah.


"Tapi baby? kau lama sekali."


"Maaf baby, aku ada urusan penting. Tunggu aku ya? dua ronde bagaimana? aku akan memberimu bonus."


"Ehm, okelah! tapi kita phone se*x? aku sudah basah."


"Oke."


Nando kembali beraksi, dia mengatakan hal mesummm tanpa henti, suara desahaan manja kembali terdengar dari sambungan telepon.


"Akh! Nando! baby!"


Gila Nando, dia mampu membuat para gadisnya puas dengan ucapannya yang memabukkan.


"Baby? kau sudah selesai?"


"Haha, maaf baby, aku hanya bisa memuaskanmu seperti ini saja."


"No problem baby, nanti kalau kau sudah pulang, kau harus membangunkan aku, kita bercocok tanam. Kau harus menumpahkan lahar panasmu di dalam rahimku. Janji ya? dua ronde!"


"Siap baby, muah!"


"Yes baby, muah!"


Panggilan telepon telah usai, dia merasa berdosa karena membuat wanita sakit mendengar desaahan manja. Bahkan mendengarkannya mengatakan tentang anu yang lebih vulgar.


"Wanita bersuami, aku ingin pulang. Aku pamit dulu ya? besok aku akan kemari menjengukmu, tapi kau harus janji, cepat sembuh ya? kita harus melakukan banyak gaya, kau suka gaya punggung atau gaya batu? Haha."

__ADS_1


Nando selalu memberikan canda dan tawa bahagia kepada Juli, membuat sebuah keajaiban untuknya.


Saat Nando menepuk punggung tangan Juli, Wanita itu tiba-tiba menggerakkan tangannya, sehingga membuat si casanova terkejut.


"Astaga! kau hidup?"


Nando terperanjat dan berjingkrak seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah.


Dia menggenggam tangan Juli erat sembari membisikkan sesuatu kepadanya.


"Baby? kau cepat sembuh ya? aku berjanji akan menjadi temanmu, sebagai penebusan dosaku karena membuatmu menggila karena harus mendengarkan suara desahaan gadisku. Oh iya satu lagi, karena aku tidak datang waktu itu sehingga kau berakhir di rumah sakit. Maaf baby, tetapi kau ingat, ini semua tidak gratis, kau harus menjadi partner ranjangku, katakan ya dengan menggenggam tanganku erat." Ide gila Nando selalu saja muncul.


Namun, kali ini dia sedang apes, si wanita tidak merespon apapun.


"Astaga! kau menolakku? oke." Si casanova lagi-lagi di buat kaget, saat dia akan pergi, tangan Juli menarik jari Nando.


"Kau ingin aku di sini? maaf baby, aku akan datang lagi besok."


Nando sudah pamit, tetapi genggaman tangan Juli tak mau melepasnya.


"Ya Tuhan! wanita ini!" Nando mengusap wajahnya dengan satu tangannya.


Dia menghela nafas, akhirnya Nando memutuskan untuk tetap berada di ruang VVIP untuk menemani Juli.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2