
"Kau selalu nakal baby," ucap Juli. Dia tersenyum menanggapi tingkah lucu Nando yang selalu membuatnya terkesan.
"Biasanya, sebuah ciuman akan menghilangkan rasa gugup," jawab Nando yang selalu pandai membuat alasan.
"Kau selalu mendapatkan apa yang kau inginkan baby!" jelas Juli.
Dia dan sang kekasih berada di bawah selimut selama kurang lebih satu jam, rasa gerah mulai menyelimuti.
Nando melepas kain yang menutupi tubuhnya. Kini terlihat jelas apa yang dinamakan dewa-nya roti sobek yang Juli yakini hanya Nando saja yang memilikinya.
"Baby, aku boleh menyentuh dada sampai perutmu?" tanya Juli, dia tergiang akan kekuatan tubuh Nando saat memompa dirinya hingga meraih nirwana terdalam.
"Boleh saja, jangan lama-lama. Nanti aku geli, aku bisa menyerang mu tanpa henti." Nando memberikan syarat yang aneh.
"Haha ... oke."
__ADS_1
Pandangannya telah tertuju pada dada bidang di depannya, jemari Juli sukses mengoyak pertahanan diri Nando.
Baru saja di sentuh, si casanova sudah bertraveling kemana-mana.
"Baby ... aku ingin sekali menciummu, seluruh tubuh. Meninggalkan jejak merah padam, kau mau ya?" Permintaan Nando sangat aneh, membuat wanita itu geleng-geleng kepala.
"Boleh saja, tapi aku sedang menikmati dewa roti sobek," celetuk Juli.
"Ha? aku maksudmu?" tanya Nando tak memahami apa yang dikatakan oleh Juli.
"Iya, Hm ... badanmu bagus sekali. Pantas saja gadismu banyak, semuanya sangat ingin memilikimu. Aku hanya wanita biasa, tidak seperti gadismu yang mempesona itu."
Meskipun harus menjualnya kepada pria brengsek macam Nando, tetapi dia tidak akan pernah menyesal karena lewat jalan itulah keduanya bisa bertemu dan saling menyayangi.
Juli mampu menemukan Steve, teman masa lalunya yang sangat ia rindukan kehadirannya selama ini.
__ADS_1
Kini, kebahagiaan menyelimuti Juli. Tidak ada alasan baginya untuk mengeluh ataupun menjadikan dirinya orang yang tidak berguna karena bersama Steve, semuanya akan menjadi lebih mudah dan terarah.
....
Roti sobek dewa telah selesai ia jelajah, dia merasa bahagia.
"Baby? apakah kau sudah puas? jika sudah, kita harus membahas tentang rapat yang akan dilakukan di perusahaan ayahku besok hari," ucap Nando yang ternyata memikirkan tentang sebuah tantangan yang dilontarkan oleh ayahnya kepada Juli.
"Katakan padaku, esok hari rapat macam apa yang akan diselenggarakan oleh ayahmu? mari kita persiapkan dari sekarang," jawab Juli yang langsung gerak cepat agar tidak dipermalukan oleh bolehkah ayah mertua saat memimpin rapat besok.
"Ayah sedang membahas beberapa anak perusahaan yang sedang bermasalah, kukira dia tidak terlalu membahas hal yang berlebihan, ataupun ide baru dalam pekerjaannya. Akhir-akhir ini, ayahku sepertinya sibuk dalam bekerja, dia tidak terlalu memikirkan pemasukan ataupun hal lain. Fokus utamanya hanya wanita dan wanita." Nando memberikan keterangan yang menyudutkan sang ayah, membuat Juli tidak enak hati.
"Steve, kau jangan mengatakan hal jelek tentang ayah dan ibumu, hentikan semua itu Steve. Saat mereka berdua telah tiada, kau pasti akan kehilangan dan menyesal sepertiku hari ini. Jagalah mereka saat masih sehat dan mampu memarahimu setiap hari, kau paham kan?" tutur Juli.
Nando tersenyum saat mendengar kata-kata itu yang adem ayem di hati dan pikirannya.
__ADS_1
Dia beruntung memiliki calon istri yang sangat pengertian terhadap semua anggota keluarganya.
….