
Julia dan Nando merasa senang kala mendengar berita bahagia dari sang ibu. Namun, anehnya mengapa berita ini sangat mendadak dan terkesan sangat tidak romantis.
"Baby, apa kau menyadari bahwa Ibuku itu seperti bercanda?" tanya Nando.
"Ya, mungkin saja ingin memberikan kejutan yang anti mainstream," jawab Julia memberikan jawaban apa adanya.
"Bisa jadi, tapi aku kesal, mengapa Ibu tidak melibatkan ku dalam acara pernikahanku sendiri? dia juga hanya menjadi W.O yang sangat cerewet," ujar sang casanova berpendapat.
"Itu karena ibumu sangat menyayangimu, dia tidak akan pernah membuatmu lelah. Nyonya Jeslin mampu bertahan sampai detik ini juga karena mempertahankan dirimu, harusnya kau bangga dengan ibumu!" pinta Julia yang memahami bagaimana rasanya menjadi seorang wanita yang tersakiti dan terus bertahan.
"Ya ya, aku memahami ibuku, tapi setidaknya dia mengatakan jika ingin membuatkan aku pernikahan yang mewah. Bukan seperti bercanda, dia memintaku untuk menikah, tapi seolah-olah dia menghukumku karena suatu hal. Ini sangat aneh kan?" jelas Nando yang merasa dirinya tidak terlalu baik untuk mendapatkan kejutan dari sang ibu yang selama ini pusing karena tingkahnya.
Namun, justru karena Nando nakal, makanya sang Ibu ingin menyadarkan bahwa ada orang lain yang juga peduli dengannya.
Sang ibu sangatlah menyayangi dan mencintai putra kurang ajarnya, sampai dia dewasa pun, semuanya masih Nyonya Jeslin pikirkan.
...
Sudah ngebut, tapi masih juga belum sampai di rumah. Perjalanan hari ini sepertinya terlalu lambat, karena Nando harus menempuh jarak yang lebih jauh dari sebelumnya karena memilih jalur kanan.
Jalur kiri terlalu macet untuk ditunggu.
Dia malas berlama-lama di mobil hanya untuk menunggu mobil siput bergerak.
__ADS_1
Namun, sayangnya dia salah memperhitungkan karena jalannya jauh lebih menyebalkan daripada menunggu mobil siput bergerak.
"Sayang, mengapa kita harus melewati persawahan?" tanya Julia heran.
"Aku tiba-tiba teringat saat Xia mengejarku, aku membawanya ke daerah ini kemudian melewati sebuah kuburan, haha ... ini sangat menyenangkan, aku berhasil mengerjainya!" cakap Nando memberikan cerita yang cukup kocak kepada calon istrinya.
"Hm, memangnya adikku berbuat apa kepadamu? sehingga kau harus kabur dan membawanya ke area kuburan?" tanya Julia dengan mata yang sangat.
Dia tidak akan pernah membiarkan calon suaminya menyentuh gadis lain lagi, anu belum sembuh sudah kebanyakan ini dan itu.
"Itu sudah berlalu, aku melakukan kesalahan dan tidak akan mengulanginya lagi! kita akan menikah dan memang aku salah bicara, tidak perlu membahas dia lagi aku malas!" jawab Nando segitiga bungkam karena dia merasa akan memperkeruh suasana jika melanjutkan apa yang baru saja dia.
Seorang Xia yang akan membuat dia sial, Nando mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain.
"Hm," jawab Juli malas.
"Nah, marah lagi dah!" ujar sang casanova.
"Hm," cakap Julia tanpa membuka mulut sama sekali.
Sang casanova pusing.
"Begini, oke aku salah karena telah melakukan hal tersebut kepada adikmu. Namun, tidak sampai di atas ranjang. Aku salah dan aku minta maaf," cetus Nando merasa sangat bersalah. Dia tidak akan membiarkan dirinya masuk ke dalam penyesalannya dalam ketika Julia marah dan meninggalkan dirinya.
__ADS_1
"Aku tahu kau kesal kepadaku karena tingkahku yang sangat kurang ajar ini, tapi aku mohon, jangan diam saja karena ini membuatku pusing!" imbuh sang casanova.
Julia masih saja diam karena dia merasa cemburu, pantaslah cemburu karena mereka berdua kan akan segera menikah tetapi kang mesyum justru mengatakan hal yang tidak seharusnya dan ini membuat Julia sakit hati.
"Kau tahu tidak mengapa ada bulan di langit saat malam hari?" tanya Nando.
"Tidak tahu!" jawab Julia ketus.
"Astaga! jelek sekali wajahmu kalau marah," goda sang kekasih.
"Bodo amat!" cetus Julia kesal.
"Karena jika tidak ada bulan , tidak ada kau. Kau kan dewi bulan yang akan menyinari setiap malam panjangku yang gelap ini!" Nando sepertinya salah strategi, dia bahkan tidak paham apa yang dia katakan!
Ini semakin memperkeruh suasana.
"Tidak nyambung!" ungkap Julia kesal, dia membuang muka ke arah luar jendela, si casanova semakin pening memikirkan cara untuk meredakan kemarahan Juli.
.
.
.
__ADS_1
*****