Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Hanya melihatku, okey?


__ADS_3

Nando dan Julia tidak mempedulikan orang yang sedari awal mengikuti mereka, yang ada dipikiran keduanya hanyalah sampai di rumah Tuan Heleas dan menikah.


"Sayang? apa ayah mertua sudah pulang ya?" tanya Julia mengkhawatirkan kondisi sang ayah mertua.


"Aku malas dengannya," cetus sang casanova yang enggan membahas sang ayah.


Rupa-rupanya Nando cemburu karena Julia menanyakan sang ayah mertua.


"Hm, ada apakah gerangan?" sahut Julia sambil memiringkan kepalanya dan menatap wajah Nando yang cemberut.


Dia menatap lurus ke depan, seolah-olah dia fokus dengan jalanan karena dia sedang menyetir.


"Steve? apa kau merasa cemburu pada ayahmu sendiri?" seru Julia heran.


"Hm, tidak juga, mengapa kau berpikir demikian?" Nando belum mengakui jika dia cemburu, Julia semakin memprovokasi agar sang casanova semakin kesal.


Dia mengeluarkan foto ayah mertua dan ibu mertuanya saat bersama, ini adalah foto yang diam-diam Nyonya Jes selipkan ke dompet Julia agar doa restu senantiasa bersama Julia. Namun, wanita itu menggunakan foto tersebut sebagai testing, Nando cemburu atau tidak dengan ayahnya.


Tanpa sepengetahuan Nando, Julia melipat foto itu dan hanya terlihat sebelah saja yang menunjukkan potret ayah mertuanya.


'Coba aku tes! apa dia tahan melihatku menatap wajah ayah mertua?' batin Julia sambil menahan tawanya.

__ADS_1


..


Julia tiba-tiba memalingkan wajah ke arah jendela, dia pura-pura melamun dan menatap potret sang ayah mertua.


"Apa yang kau lihat?" tanya Nando yang sedari tadi memperhatikan Julia.


"Tidak ada sayang," jawab Julia pura-pura tidak paham maksud Nando.


"Berikan padaku! aku tadi melihatmu mengambil satu foto dari dompetmu kemudian menatapnya seperti kau sangat menginginkan orang yang ada difoto itu! kau menyukai pria lain ya?" Steve terlalu berlebihan dalam menanggapi apa yang Julia lakukan.


Dia menghentikan mobilnya, lalu meminta Julia menyerahkan apa yang ada di tangan calon istrinya.


"Berikan padaku," pinta sang calon suami.


"Itu! foto! Julia!" teriak Nando, dia terlihat serius dengan ucapannya.


"Hadeh! pakai marah-marah segala, ini!" cakap Julia sambil menyerahkan foto yang diminta oleh Nando.


Nando menerima foto yang dia inginkan.


"Oh, jadi ini yang kau lihat? kakek moyang casanova? aku ganti fotoku saja!" Sang casanova merobek foto sang ayah lalu membuangnya ke luar jendela.

__ADS_1


"Sudah terhempas! jangan simpan foto pria lain, sekalipun itu foto ayahku! paham! wanitaku?" terang Nando sambil menatap sang calon istri dari jarak dekat.


Julia tertawa.


"Haha, astaga! Steve! kau keterlaluan! itu foto ayah dan ibu mu lho, bukan hanya foto ayahmu! astaga, akut sekali cemburumu sayang?" ucap Julia sambil menatap foto Nando yang sangat tampan itu.


"Hm, ini wajahmu zaman kapan Steve?" tanya Julia penasaran.


"Itu waktu aku masih kuliah dan sering bolos, aku masih unyu waktu itu, makanya aku memberimu foto jadul milikku agar wajah tampan ini menurun ke anak-anak kita, kau simpan dan jangan lupa kau pandang saat hamil nanti, oke?" jawab Steve sambil melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.


"Kalau hal buruknya, aku tidak setuju jika menurun ke anak kita." Julia tidak mau sifat yang tidak baik dari Nando menjadi dominan, jadi dia protes.


"Haha ... tidak akan baby, aku selalu berdoa anak kita menjadi lebih baik dariku, jangan meniru lah! amit-amit," terang sang casanova.


"Mantap jiwa lah calon suamiku ini, benar-benar sudah tobat! tidak setengah-setengah," puji sang istri sambil bertepuk tangan.


Untuk pertama kalinya, dia bangga pada Steve Heleas, pria casanova yang menuju pertobatan yang sempurna.


.


.

__ADS_1


.


******


__ADS_2