
"Akhirnya setelah beberapa minggu, penyakitmu bisa sembuh. Terima kasih untuk berpuasa," ledek sang dokter.
"Huaaaa!!!" Sang casanova menangis bahagia. Akhirnya, nanti malam dia bisa malam pertama juga setelah beberapa minggu ini menahan hasrat, sampai dia stres, rambut juga rontok. Pada intinya dia sangat frustasi.
"Jangan menangis, cup ... cup," ucap Julia.
Sebagai sang istri, dia sangat sabar dalam mendampingi sang suami melewati cobaan berat ini.
Selama ini, Julia juga sibuk dengan Perusahaan sang ayah mertua, Julia menjadi CEO di perusahaan itu menggantikan sang ayah mertua yang sudah tidak ingin apapun lagi, selain Nyonya Jeslin.
Dia menyesal telah berbuat buruk kepada sang istri, apalagi beberapa minggu lalu, sang istri bertengkar hebat dengan Christin saat ada di rumah sakit.
Kala itu Chris mendapatkan bogem mentah dari sang istri, Nyonya Jes sempat pergi dari rumah. Dia hanya menguji kesetiaan sang suami.
Ternyata Heleas tidak bisa hidup tanpa Nyonya Jes, alhasil usaha Chris sia-sia.
Dia akhirnya menyadari jika Heleas memang bukan untuknya, dia mengundurkan diri sebagai seorang pengacara lalu pergi ke luar negeri untuk menenangkan diri.
Kini Tuan Heleas yang kebingungan mencari Nyonya Jes, sampai dia harus mencari dari ujung kota X sampai ke ujung lagi, tapi dia tidak menemukannya.
__ADS_1
Saat Tuan Heleas putus asa, seorang wanita datang ke rumah, dia membawa kabar gembira bahwa mengetahui dimana keberadaan Nyonya Jes.
Saat sang wanita mengungkapkan jika Nyonya Jes ada di dekat Tuan Heleas, sang kakek moyang casanova begitu gembira.
Sang wanita lalu membuka penutup kepalanya, nampak lah wajah asli sang wanita.
Tuan Heleas begitu gembira, dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu.
Keduanya bahkan terlibat bertautan bibir yang panas, di saksikan Santos, Julia, Nando dan pasangan pengantin baru, Ferdinand dan Naina.
...
Kembali kepada tangis sang casanova, dia sungguh tak mampu berkata-kata. Ingin rasanya langsung pulang dan praktek.
"Baby, persiapkan fisik dan mentalmu! aku akan membawamu ke surga," celetuk sang casanova.
Sang dokter melirik," Astaga, Tuan Muda ini tidak mau kalah dengan Tuan Ferdin," celetuk sang dokter.
"Iya lah, aku lebih dulu menikah, tapi dia yang dikaruniai anak terlebih dahulu, aku pun ingin merasakan menjadi seorang ayah," sahut Steve yang sangat menginginkan benihnya bersemayam di rahim Julia.
__ADS_1
"Dok, biarkan, dia kan sedang bahagia. Tidak perlu mematahkan semangatnya," pinta Julia.
"Haha ... oke Nyonya." Sang dokter menurut saja apa yang dikatakan oleh Nyonya Julia.
"Seperti ayah dan ibu yang juga ingin putra lagi, astaga, ibu dan ayah sudah tua, masih saja doyan olah raga malam," celetuk sang casanova.
Dia meledek ayahnya yang sudah tua, padahal masih hot itu.
"Tuan besar juga berkonsultasi mengenai kehamilan masa tua, aku mengatakan terlalu beresiko, namun dia memaksa, akhirnya mau tidak mau, aku harus mengawasinya. Membantu Tuan Heleas membuat adik untuk Tuan Muda Steve dan Ferdinand." Sang dokter menahan tawanya kala teringat permintaan Tuan Heleas yang rasanya semakin muda saat melakukannya disaat usianya diatas 50 tahun.
"Konsultasi? masalah?" Nando sepertinya kepo.
"Membuat adik untukmu dan Tuan Muda Ferdinand, apa tidak dengar juga?" Sang dokter sudah mengatakan hal ini berkali-kali, namun seolah-olah Nando tak mau mendengarnya.
"Sayang, tidak perlu membahas ibu dan ayah, kita akan membuat cucu juga untuk mereka, bergegas lah. Kita pulang." Sang istri pamit kepada dokter.
Sang suami terlalu bahagia hingga hanya diam terpaku.
Julia yang sudah beranjak dari tempat duduknya terlihat menoleh ke arah sang suami," Lima ronde nya jadi tidak?" tanya sang istri yang kini menantang sang suami.
__ADS_1
"Siap! jadi!" jawab Nando penuh semangat.
*****