Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Melanjutkan


__ADS_3

Nando mendekat ke arah sang istri. Dia terlihat seperti serigala yang sedang marah.


"Baby, lakukan dengan lembut, oke?" bisik Julia saat bibir keduanya hendak menyatu.


Nando memahami sang istri, di segera menyapu bibir sang istri dengan lembut.


Entah karena sudah resmi menjadi pasangan suami istri atau karena hal lain, rasa bibir itu lebih manis dari biasanya.


"Bibirmu manis," bisik Nando sambil mempermainkan benda tak bertulang di sekitar alat pendengaran sang istri.


Suara desis mulai terdengar, sepertinya sangat mudah menakhlukkan istrinya hari ini.


"Kau akan kalah Juli!" ucap Nando yang semakin bersemangat untuk menyenangkan sang istri. Rasanya sangat aneh, tapi dia menyusuri setiap jengkal tubuh sang istri dengan sentuhan mautnya.


"Aw!" pekik Nando saat si anu tiba-tiba menegang dan rasa perih itu seketika hadir.


"Kenapa kau?" tanya Julia yang sedang menikmati sentuhan Nando tiba-tiba terperanjat karena sang suami meringis kesakitan.


"Sakit Julia," jawab Nando malu.

__ADS_1


Dia merasa tidak sempurna menjadi seorang suami.


"Aku akan mengambil kotak obat, aku akan membantumu mengobatinya," jelas Julia sambil beranjak dari tempat tidurnya.


Julia justru lebih panik daripada Nando.


Untung dia menemukan kotak obat dengan segera.


Jadi tidak terlalu berbahaya bagi Nando.


"Kau berbaringlah, Hm ... sepertinya kita harus ke dokter, takutnya nanti iritasi," saran Julia.


Nando menahan rasa sakit dan nyeri, gigitan Fea memang luar biasa. Efeknya jangka panjang.


"Kau sudah berhenti menjadi penikmat surga dunia, semoga semakin membuatmu menjadi baik setiap harinya." Julia mendoakan sang suami agar tetap yakin dengan misi tobatnya yang pastinya akan banyak halangan di depan.


"Iya, berhenti untuk tidak menikmati surga dunia, sudah aku lakukan beberapa hari lalu setelah kau marah dan aku merenungi segala kesalahanku. Namun, menuju pertobatan sangatlah keras dan penuh perjuangan." Nando saat kita melakukan sesuatu, akan lebih baik memikirkannya terlebih dahulu.


Dia sudah terlalu dalam terjerat oleh surga dunia yang justru membuatnya menderita.

__ADS_1


Nando tidak pernah menyangka jika dirinya memiliki sifat seburuk itu selama ini, dia hanya ingin kesenangan dunia, kebahagiaan hakiki serta bermain-main dengan para wanita.


Sang casanova hanya fokus dengan kenikmatan dunia saja, karena dia merasa memiliki uang dan bisa membayar siapapun untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor.


Namun, di saat dirinya harus mengalami pembalasan takdir, uang tidak akan pernah membuatnya bisa menyembuhkan luka di anunya secara cepat.


Akan ada banyak metode yang dilakukan. Ini menghabiskan banyak uang karena demi anu, dia bisa mengeluarkan uang lebih dari 500 juta tiap bulannya, ini hanya biaya umum. Belum biaya khusus, untung Nando orang kaya, bisnisnya juga selama ini lancar saja.


Julia telah selesai mengobati milik Nando.


"Ada yang bengkak, kau harus ke rumah sakit sayang, aku tidak ingin lukamu semakin parah," saran Julia.


"Hubungi dokter pribadiku, dia yang paling tahu tentang keadaanku, terutama senjataku ini," jawab Nando mengatakan hal yang aneh tapi memang ini kenyataannya.


Anu Nando memang sedang bermasalah, jadi dia harus melakukan beberapa tindakan agar miliknya tidak semakin parah.


Julia menahan senyumnya, kini sang istri benar-benar melihat sang suami sebagai pria sejati meskipun belum bisa melakukan penggempuran terhadap dirinya, namun pada intinya, Julia sangat bahagia.


*****

__ADS_1


__ADS_2