
"Manda my love? siapa itu?" Nando mengeryitkan dahinya kala melihat nama Manda di layar ponselnya. Sang casanova heran karena ponsel yang ia gunakan adalah ponsel baru, di dalam sana kontaknya pun, Santos yang mengisinya. Dia hanya pakai saja.
Dia mencoba menjawab panggilan telepon itu.
"Halo?" sapa Nando.
"Hay? sedang apa kau Tuan Muda mesum?"
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung Nando serasa ingin copot, dia merasa terkejut saat mendengar suara yang sangat familiar di hati dan pikirannya. Ini adalah suara ...
"Manda adalah kau? Juli?" tanya Nando memastikan.
"Astaga! apa kau lupa? kau sendiri yang meminta Santos untuk memberi nama samaran kepadaku Amanda?" jawab Juli dengan nada suara keheranan.
"Kwkwwk ... Oh iya, aku hampir melupakan itu, hadeh! otakku mulai eror karena merindukan kau sampai kebas." Nando mulai melancarkan rayuannya.
"Kebas? mana yang kebas? merindukanku? aneh?" ucap Juli alias Manda yang herannya belum hilang, melihat si Nando yang selalu penuh kejutan.
"Anu, yang di bawah sana kebas," jawab Nando yang mulai menunjukkan sisi mesum meresahkan.
"Ha ... ha ... ha ..., mana ada anu-mu kebas? tidak perlu mengatakan hal yang aneh-aneh lagi, aku meneleponmu karena Santos yang menyuruhku, dokter yang merawatku bilang jika ada paket untukku yang dititipkan kepadanya. Dia langsung ke ruanganku dan memberikan kotak yang ternyata berisi ponsel model terbaru. Sepertinya sangat mahal, jadi aku berinisiatif untuk menelponmu, ingin berterimakasih." Julia memang wanita yang tahu diri dan tidak lupa berterimakasih, tetapi sifat Nando yang tak mau rugi, membuatnya harus menelan ludah saat ada imbalan dibalik apa yang di lakukan untuknya.
"Pelayanan yang memuaskan di malam pertama? honeymoon di Italia? 6 ronde siang dan malam 2 hari tanpa henti. Itu semua cukup untukku jika kau ingin berterimakasih." Nando si casanova gila yang selalu pandai memanfaatkan keadaan.
__ADS_1
"Kwkwk ... nah, ini ni yang akan membuat anumu kebas! kau selalu ekstrim Nando mesum!" Juli tidak habis pikir dengan apa yang Nando inginkan. Bahkan belum menikah saja dia sudah mendapatkan ancaman ranjang yang cukup mengerikan.
"Mau tidak? aku sudah berusaha libur dua hari hanya untuk tidur bersamamu, pasca kita menikah," jelas Nando yang selalu ingin menjadikan Juli satu-satunya dihidupnya, mencintainya tanpa batas.
"Aku sedang sakit, belum ada pikiran tentang semua itu, tetapi saat aku sudah mendingan, okelah! bisa ku pertimbangkan," ucap Juli dengan nada suara yang sedikit serak dan itu terdengar seperti mendesaaah.
"Oke baby, itu list pasca pernikahan. Kau harus mengingatnya. Baby? kau sedang bermain solo?" tanya Nando iseng.
"Maksudmu?" jawab Juli dengan nada suara keheranan.
"Kau mendesaaah, ku kira bermain solo di kamar mandi, jika iya? kirim videonya biar aku melihatnya." Si Nando otak ngeres bin mesumnya memang no kaleng-kaleng.
Suara serak bisa terdengar seperti desaaahan?
Fix, Nando rindu enaa-enaa.
"Kwkwk ... aku batuk akhir-akhir ini, bukan desaahan, ini karena aku batuk, ada ingus juga dikit. Mau ingus ku rekam?" ucap Juli yang gemas dengan Nando. Apa yang ada di pikirannya tak lepas dari anu dan anu saja.
"Hadeh! sudah ya Nando mesum? aku ingin minum obat dulu selanjutnya beristirahat," pinta Juli.
"Nanti malam, kau telepon aku lagi ya?" jawab Nando manja.
"Ya, tetapi aku tidak janji, soalnya setelah minum obat, biasanya akan tidur sampai tengah malam dan pasti bangun jam segitu," tukas Juli menerangkan.
"Sebelum aku tutup panggilan telepon ini, aku ingin membicarakan tentang Jack dan Xia yang akan menikah beberapa hari lagi, Jack menebar rumor bahwa aku berselingkuh dengan pria tua kaya raya, aku pergi bersama pria itu dan meninggalkan Jack. Dia selalu menang banyak, aku yang jadi bahan olokan. Sialan!" Juli gemas dengan sikap yang di tunjukan oleh mantan suaminya yang sudah keterlaluan memfitnah dirinya.
"Kau tahu darimana mereka akan menikah?" tanya Nando penasaran.
"Baru saja, aku tidak sengaja melihatnya di televisi yang ada di ruang VVIP tempat ku dirawat. Aku sangat kesal, bisa-bisanya dia mengundang banyak media dan mengabarkan bahwa aku adalah wanita murah meriah, tidak tahu diri, bahkan berselingkuh, gemas aku melihat tingkahnya." Juli sangat kesal, terdengar dari suaranya yang semakin meninggi.
__ADS_1
"Sabar baby, biar aku yang mengatur segalanya, biarkan saja pria itu melakukan apa yang ia inginkan. Kau cukup menjadi partner ranjangku yang patuh!" ucap Nando dengan kepedean tingkat dewanya.
"Terserah mau saja, intinya kau harus bantu aku dan syarat dariku jangan kau lupakan!" Juli mengingatkan kepada Nando tentang perjanjian pranikah keduanya.
"Iya, aku tahu. Baby, muah! love love you."
Tut ... tut ... tut ...
Juli langsung menutup panggilan telepon itu, dia sepertinya bosan berbicara dengan pria mesum.
"Sial, dia menutup panggilan dariku! biarlah, pada intinya dia mau menikah denganku, kau aman nak, dua hari kau akan membuka puasamu." Nando mengusap miliknya sendiri seakan sedang berbicara dengan benda yang sedari tegak karena mendengar suara Juli.
"Benar-benar kebas, kapan lemesnya? wkwkk otakku terlalu mesum kali ya," ucap Nando yang merasa jika miliknya menegang setiap mengingat Juli. Untung saja dia pandai menyembunyikannya, jadi aman-aman saja.
Setelah panggilan itu berakhir, Nando menyentuh tombol mute kembali untuk mendengarkan suara ibunya.
"Nando!!!! kau berbicara dengan temanmu lama sekali! ibu sampai harus menunggu! padahal hanya ingin marah-marah! mengapa aku harus menunggu! anak kurang ajar! awas kau ya? ibu akan memperhitungkan hukuman yang berat untukmu! tunggu saja!"
Tut ... tut ... tut ...
Panggilan telepon terputus tiba-tiba.
"Haha ... ya oke, aku yang salah! silahkan para wanita melakukan apapun yang kalian inginkan, Haha ...."
Dua wanita telah sukses membuat Nando tertolak dengan memutuskan panggilan telepon secara sepihak.
Tetapi justru Nando senang, ada kemiripan antara Jeslin dan Juli.
Aku akan berjodoh dengan Juli.
__ADS_1
….