Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Kerumitan dimulai


__ADS_3

Santos membiarkan Nando dan Julia untuk duduk berdua, ada hal yang akan mereka bicarakan.


"Baby, aku akan membahas mengenai pernikahan kita," ucap Nando saat berada di gazebo bersama sang kekasih.


"Santos kok pergi?" tanya Julia heran.


"Dia lebih pengertian dari orang-orang yang lebih pengertian," sahut Nando.


Pria itu meminta tangan sang kekasih, tapi tiba-tiba ada suara deheman yang membuatnya terkejut.


"Astaga! Santos, mengapa kau seperti hantu!" ujar Nando yang merasa Santos seperti makhluk halus.


"Kalau Tuan Muda ingin melewati syarat dari Nyonya, harus tahan napsu, oke?" jelas Santos sambil memborgol kedua tangan Nando.


"Santos! apa ini? astaga! apa yang ... shiittttt!" ucap Nando kesal.


Dia memasang wajah cemberut dan membuat Julia menahan tawanya.


"Aku membiarkan Tuan untuk bicara dengan Nona Juli, bukan untuk pegang-pegang. Ini sudah tugasku, jangan terlalu memaksakan diri Tuan Muda. Kau harus menjadi penurut," jelas Santos.


Julia masih menahan tawa, dia tidak ingin menjadi orang yang membuat suasana aneh karena dia tiba-tiba tertawa disaat Santos sedang menceramahi si casanova.


"Iya, aku tahu. Maaf deh Santos," jelas sang casanova pasrah.


"Oke, karena Tuan Muda sudah melanggar pasal dari Nyonya Besar, aku akan menemanimu dalam berbicara dengan Nona Juli, aku akan jadi obat nyamuk," ucap si Santos.

__ADS_1


Dia tidak mau disalahkan juga, malas jika harus kena hukuman double dari Nyonya besar.


Santos pasrah, dia tidak akan melakukan apapun selain menjadi penjaga Nando agar tidak colek-colek manja dengan calon istrinya.


"Julia, maaf ya jika tidak ada keromantisan sama sekali, tapi aku ingin kau menikah denganku," pungkas Nando dengan tangan yang diborgol.


"Iya, sayang, aku juga tahu kau sangat mencintaiku. Aku pun sama, semoga kau bisa terus menahan diri, sebelum kita menjadi satu dalam ikatan cinta yang suci," ujar Julia.


Dia menggoda sang pria dengan memberikan cium jauh.


Nando hanya bisa menggerutu.


Kedua orang itu makan bersama, si Nando mendapatkan suapan pertamanya dari Santos.


Ini hukuman untuk Nando karena hampir melanggar pasal Nyonya besar.


Sepertinya dia ngambek.


"Baby, apa kau sakit gigi? kenapa diam saja?" tanya Julia.


"Ngambek Nona, biarkan saja."


Seketika itu juga Nando melirik ke arah Santos.


"Apa Tuan? aku tidak mengatakan hal yang salah karena kau memang sedang marah karena tidak bisa colek Nona Juli, benar kan? mengaku saja," ucap Santos membeberkan fakta yang ada.

__ADS_1


"Hm, ada benarnya, tapi tolong ya Santos! ini borgolnya segera dibuka kuncinya," jawab Nando kesal.


"Iya, tapi jangan colek-colek lagi."


"Iya, oke!"


Santos membuka kunci borgol.


Si Tuan Muda bebas, senyum manis sedikit merekah di bibirnya.


"Baby, aku akan bicara dengan ibu agar pernikahan kita dipercepat."


"Iya, tapi harus menunggu Tuan Heleas lebih baik kondisinya."


"Iya."


...


Di tengah kebahagiaan yang akan segera dimulai, ada seorang wanita yang sedari tadi memperhatikan Julia dan Nando.


"Nona, apa kau akan merusak kehidupan rumah tangga anaknya? atau orang tuanya?" tanya seorang pria yang ada di samping si wanita.


"Dua-duanya, kau hancurkan mereka berdua! aku tidak rela Heleas bahagia begitu saja, apalagi anaknya itu! no! aku tidak rela!"


"Baik Nona Christin, kami akan segera melakukan eksekusi!"

__ADS_1


****


__ADS_2