Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Mengunci di dalam kamar


__ADS_3

Semua orangnya ada di sana terdiam, ternyata masih ada gadis yang mau bersama sang putra.


"Nona, ucapanmu boleh juga." Sang Tuan Besar akhirnya mulai berpikir, dia tidak boleh meremehkan Juli.


"Minum tehnya, dari tadi hanya berdebat saja, apakah kalian tidak lelah atau pun haus?" tanya sang ibu yang pusing sendiri akibat pertentangan ayah dan anak


Sedangkan Juli, dalam diamnya ia merasa geli, karena hubungan ayah dan anak ini sangat unik, kedua orang itu sama sekali tidak bisa akur. Selalu saja ada yang dipermasalahkan, ataupun dicari-cari kesalahannya.


Meskipun begitu, Juli merasa bahagia berada di keluarga aneh tersebut karena ada Nando dan sang ibu yang sangat menyayangi dirinya, untuk selanjutnya, dia akan membuat ayah mertuanya menyukai dirinya sebagai seorang menantu idaman.


Ketiganya menghentikan tatapan aneh yang mereka lihat dari masing-masing mata, mata mereka memperlihatkan ketidaksukaan yang hakiki.


Nyonya Jeslin yang selalu ada ide, langsung mengajak Juli masuk ke dalam kamar Nando yang sudah sekian lama tidak Nando tempati.


Keduanya beranjak dari ruang tamu dan meninggalkan dua orang yang saling bertatapan dengan aura yang sinis itu.


Juli tidak enak hati harus meninggalkan calon suaminya berseteru dengan ayah mertuanya.


Tetapi sang ibu mertua mengatakan bahwa mereka berdua sejak dulu memang selalu berseteru jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi.

__ADS_1


Juli, mau tidak mau harus mengikuti apa yang diperintahkan oleh ibu mertuanya.


Mereka berdua berjalan menyusuri lorong yang ada di rumah itu kemudian berhenti di depan kamar pintu yang berlapis emas.


"Rumah ini seperti toko emas, dimana-mana ada unsur emasnya," celetuk Juli, dia ingin membuat jokes yang menyenangkan karena kebosanannya terlalu lama berada di dalam rumah mewah dengan segala fasilitasnya.


"Haha ... kau ternyata lucu juga, aku tidak menyangka akan mendapatkan menantu yang cocok untuk anakku, terima kasih telah hadir dalam kehidupan Steve. Dia sudah banyak berubah setelah mengenalmu," jelas Nyonya Jeslin.


Istri Tuan Haleas itu, berusaha membuka pintu kamar Nando menggunakan kunci yang selalu ia simpan di saku celananya tetapi tidak bisa digunakan, pintu itu tetap tertutup.


"Tidak bisa?" tanya Juli.


"Biasanya, aku tidak kesulitan dalam membuka pintu kamar ini. Coba kau yang membukanya?" Nyonya Jeslin menyerahkan kunci itu kepada calon menantunya.


Saat pintu itu terbuka, tiba-tiba saja ada jebakan batman yang menanti.


"Masuklah!" pinta Nyonya Besar.


"Oke."

__ADS_1


Nyonya Jeslin mengunci menantunya di dalam kamar Steve.


Juli meminta tolong untuk segera dibukakan pintu kamar itu, teriakannya seperti tidak ada artinya.


Maaf Manda, aku mempunyai rencana yang bagus untukmu. Kau tidak akan bisa keluar dari kamar ini tanpa persetujuan dariku, ayah Steve boleh tidak menyukaimu. Akan tetapi aku sangat menyukaimu, kau menantu idamanku.


Nyonya Jeslin membiarkan menantunya menggedor pintu sekuat mungkin, tetapi pada kenyataannya, Nyonya Jeslin tidak akan membuka pintu itu.


....


Dengan membawa kunci kamar Nando, Nyonya Jeslin kembali ke ruang tamu.


Di sana, masih terjadi adu mulut seperti biasanya.


Nyonya Jeslin langsung membawa pergi Nando dan memberikan kunci kepada sang putra.


"Temui calon istri, di kamarmu. Dia tidak boleh pergi dari sini," bisik Nyonya Jeslin.


"Oke ibu," jawab Nando.

__ADS_1


Wajahnya kembali sumringah.


….


__ADS_2