
Julia dan Nyonya Jeslin berjalan menuju ruang no 12 yang di katakan oleh suster, sedangkan Nando dan Santos masih bisik-bisik.
"Apa kau tidak bisa mengatakan hal yang baik?" tanya Nando.
"Bisa Tuan, tapi aku merasa jika semua aset yang kau miliki belum kau kembalikan kepada Nyonya Jeslin dan Tuan Heleas, alhasil saat aku mengatakan anda memiliki banyak uang, Nyonya Jes terkejut dan dia akan mengambil semua harta tuan, maaf untuk mulut yang keceplosan dan kecerobohanku," ungkap Santos sambil menunduk.
"Astaga! apa yang kau lakukan Santos! ah, semua akan lebih baik untuk segera menikahi Juli, astaga! tidak memiliki uang lagi jika semua aset diberikan kepada ibu, aku aku menjadi pria yang miskin mendadak! astaga!" Nando pusing sendiri karena merasa dirinya mendapatkan masalah yang pelik, dia ketahuan masih tunjukkan beberapa uang yang cukup banyak akibat kelalaian dari mulut Santos.
Nando mengatakan bahwa dirinya tidak mau tahu, jika dalam satu kali 24 jam, sang ayah tidak setuju dengan pernikahan Nando dan Juli, Santos harus bertanggung jawab atas semua biaya pernikahan.
Santos tersenyum kecut saat mendengar apa yang dikatakan oleh majikannya.
"Haha, uang dari mana Tuan? nanti kita negosiasi dengan Nyonya saja, bisa saja Nyonya hanya bercanda? lebih baik kita masuk ke dalam ruang inap VVIP Tuan besar, aku tidak ingin mendapatkan masalah lagi karena tidak segera muncul di hadapan Nyonya besar," tegas Santos sambil berjalan lebih dulu meninggalkan sang casanova yang terlihat sangat frustasi.
Nando yang masih mengenakan pakaian OB seperti biasa dipanggil oleh seorang suster.
"Tuan OB?"
Seketika Nando menoleh saat ada orang yang tiba-tiba berteriak di tempat yang seharusnya sepi tanpa ada orang yang berbicara secara vulgar.
"Kau memanggilku Tuan OB?" tanya Nando saat orang yang berteriak itu berada di depan matanya setelah berlari dari ujung koridor rumah sakit.
"Huft! Tuan OB, ayo ikut saya! ada sesuatu yang harus kau bersihkan, cepat!" ucap orang itu yang ternyata adalah kepala OG dan OB di rumah sakit tersebut.
"Aku bukan OB, hey!" jelas Nando.
Namun, orang yang mengaku memiliki kekuasaan dunia per-OB-nan, mengaku akan memecat Nando jika terlalu banyak bicara dan melawan apa yang dia katakan.
__ADS_1
Merasa terpojok, Nando menendang anu orang itu yang ternyata adalah seorang pria.
Si pria yang merasa anunya sakit langsung tersungkur, Nando bisa kabur dan menuju kamar VVIP no 12 tempat sang ayah di rawat.
....
Di dalam ruang rawat inap VVIP ...
Klek!
Nando membuka pintu ruang rawat inap itu dengan perlahan karena melihat ada seorang dokter yang sedang menjelaskan sesuatu kepada sang Ibu.
Dia masuk dan berjalan perlahan mendekati Julia.
"Sayang, aku rindu!" bisik Nando sambil memeluk sang kekasih tanpa rasa malu.
"Steve, banyak orang," ucap Julia merasa malu karena ulah sang kekasih yang selalu vulgar.
Tuan Heleas bisa bernafas lega karena dia bisa beristirahat tanpa harus keluar masuk kamar mandi lagi.
Setelah memberikan beberapa resep dokter, sang dokter mengatakan bahwa besok pagi bisa pulang dan mendapatkan perawatan di rumah.
Nyonya Jes sangat senang karena terjadi sesuatu yang buruk dengan sang suami.
"Saya permisi dulu karena masih ada banyak pasien yang harus diperiksa," ucap dokter berpamitan kepada Nyonya Jes.
"Ya dok, terima kasih atas bantuan anda sehingga suami saya bisa segera sembuh dan besok pagi bisa pulang ke rumah," ungkap Nyonya Jes.
__ADS_1
Sang dokter tersenyum kemudian keluar dari ruangan itu.
Nyonya Jes duduk di kursi yang tersedia di samping brankar, tempat sang suami sedang terbaring lemah karena ulah sang anak.
"Syukurlah! kau baik-baik saja suamiku, aku akan mengatakan bahwa ini hanyalah sebuah sandiwara. Jadi, putramu itu yang melakukan hal ini, kau bisa menghukumnya secara langsung!" bisik Nyonya Jes di telinga sang suami yang masih dalam keadaan tidur nyenyak.
"Astaga! ibu!" ujar Nando yang tidak terima jika hanya dirinya yang disalahkan, semua ini sudah menjadi persetujuan bersama.
Apalagi, semua yang dilakukan olehnya dan Julia, atas arahan dari sang ibu sendiri.
Nyonya Jes sangat tega kepada putranya.
Namun, ini adalah bagian dari rencananya yang akan membuat Nando kelak berterimakasih kepada dirinya.
Tuan Heleas yang sedang dalam kondisi sakit, akan lebih mudah mengabulkan permintaan sang istri.
"Kau ikuti saja apa yang aku katakan! nanti kau akan mendapatkan restu dari ayahmu! kau diamlah, dia akan melihat hal ini sebagai azab untuknya yang selalu berbohong pada kita!" jelas Nyonya Jes.
*****
#Just info
Maaf ya, othor update gak tentu soalnya lagi sibuk di RL.
Tapi othor sempatkan up meski cuma 1 bab.
Thanks buat para reader kang mesyum!
__ADS_1
Mangats!
😎😎🥰🥰🥰😘😘