Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Cinta untukmu, baby


__ADS_3

"Aku sangat mencintaimu sayang, aku tidak tahan lagi!" ucap sang pria sambil membuka pintu mobil.


Dia membiarkan tubuh sang istri terhempas diatas jok belakang mobil.


Posisinya tepat diatas Julia.


"Sekarang ya?" rengek Nando.


"Nanti saja, aku sedang tidak bisa melakukannya," jawab Julia.


"Maksudmu?"


"Aku sedang malas," goda Julia.


"Sialan, aku kira kau sedang datang bulan, masa bodoh! aku ingin sekarang!"


Sang casanova mencium bibir sang istri dengan lembut, lalu membuat sang istri berada dalam titik ternyamannya.


Rasa luar biasa itu hadir tanpa permisi.


"Aku sangat mencintaimu!"


"Aku pun sangat mencintaimu!"


Mobil yang sedari tadi diam saja, tiba-tiba bergerak tak beraturan mengikuti ritme dua orang yang sedang memadu kasih itu.


Memang pria casanova satu ini tidak pernah melihat tempat, jika dia ingin pasti langsung melakukannya.


"Ah ... no baby!"


Sang suami masuk ke dalam inti permainan, membuat sang istri begitu menggila.


Dia membalik tubuh sang istri, menikmati setiap jengkal keindahan tubuh Julia tanpa penghalang karena Nando telah menyingkirkan setiap helai kain yang menempel di tubuh sang istri.


"Ah baby, pelan-pelan saja!"


Sang casanova sepertinya terlalu bertenaga, membuat dirinya sangat kewalahan.


Hasratnya sangat menggebu-gebu namun tak ada obatnya sama sekali.

__ADS_1


Kini anunya sudah dinyatakan sembuh dan sangat mampu untuk menggempur sang istri.


Hentakan demi hentakkan terasa sangat aduhai hingga suara indah kembali terdengar.


"Baby, lakukan yang itu ya?" Sang casanova mengkode istrinya.


"Itu apa?"


"Yang bisa buat naik level."


"Apaan sih?"


"Ih ... itu lho."


Sang suami menunjuk ke arah bawah.


Si anu sudah menjulang tinggi menembus awan.


"Haha ... mau diapakan?"


"Sok polos!"


"Ya, kau duduklah, biar si polos yang bekerja."


Julia yang ingin menggoda Nando, hanya diam saja tepat diantara dua kaki sang pria.


"Ayo, lakukan!" pinta Nando.


"Ya, aku tahu."


Julia perlahan mendekati benda yang tidak bisa menahan diri untuk masuk ke dalam mulutnya.


"Pakai tangan atau mulut?" Sang istri memang pandai menggoda.


"Astaga baby! apa maumu?"


Seketika itu juga sang istri memainkan inti sang suami.


Sang casanova langsung merasakan rasa ngilu dan nyaman.

__ADS_1


Apa yang dia minta langsung dikabulkan oleh sang istri.


Kolaborasi antara tangan dan mulut sungguh harmonis.


Hingga kenikmatan itu tercipta.


"Bagaimana?"


"Kau memang istriku yang hebat!" Sang suami lemas, dia tidak menyangka akan melakukan hal ini di dalam mobil.


"Baby, kita pulang ya? aku lelah," ucap Julia merasa tubuhnya sedikit oleng.


"Baik, akhiri semua ini dengan kiss."


Sang istri baru saja ingin memberikan ciuman terindahnya tapi tiba-tiba dering ponsel sang suami terdengar begitu nyata.


Kiss mesra gagal ditengah jalan.


"Astaga!"


Sang suami langsung meraih ponsel yang ada di ujung jok belakang.


Entah mengapa ponselnya ada di sana, padahal harusnya ada di saku celana sang casanova.


Sang istri meraih ponsel itu karena jarak dengannya sangatlah dekat.


Saat ponsel itu ada ditangan, sang istri tersenyum.


"Dari ayahmu," ucap Julia.


"Kenapa ya, kakek moyang casanova itu selalu membuyarkan kesenanganku!"


Sang suami langsung menjawab panggilan telepon itu.


"Ada apa?" tanya Nando ketus.


"Sedang membuat cucu ya?"


"Astaga, mengapa ayah begitu peka jika masalah itu?"

__ADS_1


"Haha ... instingku lebih pro dari yang lain jika masalah ini!"


*****


__ADS_2