
Saat si casanova gila sedang berjalan menuju tempat dimana Julia dan Santos merancang segalanya untuk Nando.
Namun, ada seorang pria mencekal tangan Nando.
"Hei mesyum!" pekik seseorang yang langsung membuatnya terperanjat.
"Haha ... astaga, Alvin! mengapa kau ada di sini?" tanya Nando terkejut saat melihat si casanova yang lebih gila darinya.
"Kita perlu bicara Steve," ucap Alvin dengan wajah yang cukup serius.
"Apa? kau ingin membicarakan apa?" sahut Nando terlihat sangat penasaran atas apa yang dikatakan oleh Alvin.
"Casandra, apa dia ke rumahmu?" tanya Alvin lagi.
Kini wajahnya sangat kusam, dia gusar sepertinya.
"Iya, kenapa dengan Casandra? kau kenal juga dengannya?"
"Aku menghamilinya, tapi dia tidak mau aku nikahi!"
__ADS_1
Nando menatap wajah Alvin, si pria kamvret yang tidak pernah mengenal cinta, kesetiaan, rasa sayang yang tulus, berani mengatakan hal tentang pernikahan kepada Nando?
Ajaib sekali Alvin ini.
"Sebentar, lebih baik kita masuk ke dalam Cafe dan mengobrol, aku masih belum memahami semua ini," jelas Nando.
"Aku jelaskan di sini saja karena aku masih mencari Casandra. Ceritanya seperti ini, 3 bulan yang lalu, Casandra datang padaku karena baru saja diputuskan oleh kekasihnya, sebenarnya dia ingin bertemu denganmu. Namun aku mencegahnya, dia terlalu bersedih hingga kami melewati satu malam bersama. Aku ketagihan dengannya, sampai suatu hari dia pergi tanpa kabar. Aku terus mencarinya. Saat aku bertemu dengan keluarganya, ayah Casandra memaki dan menghajarku habis-habisan karena aku mengakui telah menghamili anaknya, parahnya lagi, dia bahkan ingin menggugurkan kandungannya. Kedua orang tuanya, mau tidak mau harus setuju aku bertanggung jawab," jelas Alvin.
"Astaga! dia nge-prank aku lagi Vin, astaga! masa' iya aku harus bertanggung jawab atas kelakuanmu, huh dasar! aku tidak tahu Casandra dimana tapi dia baru saja menemui ibuku dan memintaku menjadi ayah bayinya, ogah dah! aku kan juga akan menikah dengan calon istriku yang lebih yahud dan seksi," ungkap Nando merasa kesal dia sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi. Casandra memang selalu seperti itu, tidak pernah berubah sejak dulu.
"Maaf sobat, aku juga sudah mengakhiri kegilaanku saat bertemu dan berhubungan dengan Casandra, dia type ku. Meskipun dia bekasmu, tapi masih lumayan," cakap Alvin dengan lapang dada.
"Hahaha ... kalau untuk Casandra aman, dia cuma 3x denganku, entah dengan yang lain haha ... tapi tenang saja, dia sebenarnya baik hanya aku tidak suka sikap kenakak-kanakannya yang akan membuat sebuah hubungan hancur, aku yakin kau bisa merubahnya," pinta sang casanova sambil menepuk pundak Alvin.
"Perlahan aku akan berubah, bantu aku ya sob!" pinta Alvin.
Sebuah permintaan aneh dari pria casanova kelas tinggi dengan jam terbang yang lebih banyak dari Nando.
Ini sangatlah luar biasa kala para casanova berujung pada pertobatan dan menikahi seorang wanita atau gadis untuk menjalin ikatan suci pernikahan.
__ADS_1
"Kita akan bersama-sama berubah Vin, aku dan Santos akan membantu mencari Casandra, agar dia bisa segera kau nikahi. Nanti biarkan aku yang bicara dengannya," pungkas Nando dengan gaya bijaknya.
Alvin terharu atas apa yang dikatakan oleh Nando, dia memeluk tubuh sang sahabat erat.
"Sudah saatnya kita menjadi pria sejati Vin, meskipun si anu masih terasa perih," ucap si Nando.
"Anu mu kenapa?" tanya Alvin langsung melepas pelukannya.
"Kena gigit Fea."
"Hahahahhahaha."
Suara tawa Alvin sangat membahana, Nando langsung menutup mulut Alvin.
"Sssttt! bisa diam tidak? kalau tertawa yang sopan," tandas Nando.
Alvin meminta Nando menyingkirkan tangan yang menutupi mulutnya, perlahan si casanova menghempaskan tangan itu.
"Astaga, anu-mu kena gigitan piranha ya, Fea setahuku sangat agresif," ledek Alvin.
__ADS_1
"Sssst! diam Vin, ayo masuk saja denganku ke dalam, aku kenalkan dengan calon istriku!"
*****