
Nando masih bisa menahan rasanya, tapi dia tidak terima jika Ferdinand sedekat itu dengan calon istrinya yang sangat molek dan seksi itu.
"Santos, minggir!" pekik Nando yang mampu keluar dari belenggu Santos.
Sang casanova berlari menuju Julia dan Ferdinand yang masih temu kangen.
"Juli, kembali ke gazebo!" pinta Nando.
Dia ingin menarik tangan Juli, tapi dia teringat akan kata-kata ibunya, jadi dia hanya bisa marah-marah.
"Oke, aku di sini sudah panas dan gerah karena melihat calon istriku kau sentuh, kau peluk-peluk, aku cemburu! jadi kau sebaiknya duduk di sana bersama Santos, ya disana itu orang tua yang sedang duduk sambil tertawa seperti orang gila itu, dia Santos!" ucap sang Tuan Muda yang kesal karena Santos tidak membantunya sama sekali.
"Kakak, calon suamimu baik ya, dia juga tampan." Sang mantan adik ipar mengatakannya dengan senyum dan tatapan yang ramah.
"Tentu, dia kan calon suamiku!"
Cup!
Julia mencium pipi Nando, sang casanova seketika meleleh.
Angin utara seperti berhembus pelan menerpa wajah tampan kang mesum.
"Cie ... cie, kakak, bucin nih," ledek Ferdinand.
Seketika Nando diam, dia senyum-senyum sendiri seperti orang tidak waras.
"Baby, kenapa kau menciumku di depan pria itu? dan kau juga mengandeng tanganku? kau menyentuhku baby, nanti ibuku marah," bisik Nando malu-malu.
"Ibumu akan marah jika kau yang menyentuhmu, ini kan aku yang melakukannya, pasti aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku perbuat padamu," jelas Julia dengan nada bercanda.
Ferdinand bahagia melihat saat Julia mampu menjadi dirinya sendiri bersama pria yang ada disampingnya.
__ADS_1
"Nah, senyum ini. Aku sudah lama tidak melihat kakakku tersenyum manis dan lepas seperti ini. Kau jaga kakakku ya bro! dia adalah wanita yang sangat setia dan baik, dia juga hebat dalam bekerja, kakakku saja yang bodoh! sangat bodoh! bagaimana bisa memilih ... sudahlah!"
Kekecewaan jelas terlihat dari wajah tampan Ferdinand, dia tidak mampu membayangkan betapa sakitnya Juli waktu itu.
Dia tidak bisa bertemu Julia saat Juli terusir dari rumahnya sendiri, bahkan Ferdinand tidak tahu sang kakak hampir mati karena bunuh diri akibat batinnya tersiksa. Ferdinand mencarinya sampai ke luar negeri, karena Jack mengatakan bahwa Juli pergi ke luar negeri untuk meluapkan kekesalan karena bercerai si brengsek Jack Howard. Meski alasan itu terkesan di buat-buat.
Ferdinand benar-benar tulus ikut bahagia, dia tidak menginginkan apapun, Julia sudah terlalu menderita. Dia harus mendapatkan kehidupan bahagia dan layak di masa depan.
"Steve, kau jangan pernah cemburu dengan adikku. Cinta sejati Ferdinand adalah seorang gadis yang sebenarnya tidak pantas untuk di cintai, aku malu jika mengingat hal ini," jelas Julia, wajahnya memperlihatkan raut kesal, sedih dan kecewa.
"Sudahlah, aku datang ke sini untuk membicarakan hal itu. Lebih baik kita duduk di gazebo itu saja ya? bagaimana?" pinta Ferdinand.
Julia mengangguk, Nando bahkan tidak memperbolehkan Julia dekat dengan Ferdinand. Dia berdiri diantara Juli dan sang adik ipar.
"Hey pria sok tampan bernama Ferdinand! jangan harap aku akan menganggapmu adik saat Juli menjadi istriku!" ucap Nando memperingatkan adik ipar Julia.
"Baby, jangan galak-galak, dia tidak akan menggangguku, aku yang akan mengganggunya karena dia baik, dan imut, ganteng lagi," cakap Julia menggoda sang calon suami agar semakin mendidih.
.
.
.
.
*Rasain tuh ada cowok lebih ganteng lebih hot, Nando mau ngapain hayo! dia udah kenal Julia lama lho, akrab lagi 🤭🤣🤣🤣
Silahkan yang panas makin panas karena cemburu menguras comberan kwkwkw.
Demikian sekilas info dari tempat kejadian perkara, sekian dan terima duit.
__ADS_1
🤣🤣🤣🤣
See u next chapter my reader PRPC, love u full.
.
.
.
Bonus ketampanan Ferdinand Howard
Neng Othor : Gak ada yang mau duduk di sebelahnya gitu reader? kasihan sendirian, daripada sama Xia?
Xia : Pada ngomongin aku ya? maaf ya, memang aku cantik, jadi jangan pada syirik!
Neng othor : Diem bae Xia, di sini othor yang berkuasa 🤣🤣🤣
Xia : Ye dah, ngikut othor aja, pasrah!
Reader : Tuh dengerin, makanya kalau punya pesona itu bagi-bagi!
Neng othor : Wkkwkwkwkw
*Salam satu halu, rakyat PRPC merdeka!
....
__ADS_1