Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
New Episode ll Aku cemburu


__ADS_3

KLEK!


Terdengar suara pintu yang terbuka, beberapa detik kemudian, muncul sosok wanita paruh baya yang masih memiliki paras yang menawan.


"Hayo, sedang apa kalian?" ucap si wanita.


"Cih, memangnya ibu mengharapkan kami melakukan apa?" sahut anak kurang ajar bernama Nando itu.


"Haha ... ya ya ya, kau harusnya berterima kasih kepadaku, aku memberikan kesempatan yang bagus untukmu Steve. Dasar anak tidak tahu terima kasih!" pungkas sang ibu.


Wanita itu berjalan mendekati Julia dan Nando.


Dia meminta dua orang itu untuk duduk bersama dengannya.


"Julia, sebelumnya aku tidak percaya jika anakku memilih seorang wanita yang normal. Biasanya, Steve akan membawa pulang gadis dengan dandanan menor, mengenakan rok pendek, atasan dengan belahan rendah, tubuh seperti gitar spanyol, sangat seksi. Para wanita itu, pasti sok dekat denganku, jumlahnya lebih dari 10 orang. Mereka semua mengaku sangat mencintai anakku dan ingin menikah dengan segera, aku sama sekali tidak merestui. Steve bukan pria yang berkomitmen, dia 11 12 dengan ayahnya yang kurang ajar itu. Aku sangat pusing dan menjadi sakit-sakitan karena anak ini, aku senang jika dia mengenalmu. Ibu lihat banyak perubahan yang Steve alami, aku ingin segera menikahkan kalian berdua," ungkap sang ibunda.


Steve yang tidak keberatan langsung meminta persetujuan dari Juli.


"Bagaimana?" tanya Nando memastikan kepada wanita yang paling ia sayangi. Tatapan nakalnya mengintip dari balik tubuh sang ibu yang berada di tengah-tengah mereka.


"Aku terserah Ibu saja bagaimana baiknya," jawab Julia pasrah.


Dia tidak bisa menolak ataupun menyangkal, karena Julia memang sedang membutuhkan bantuan dari Steve dan keluarganya.


"Yes! Nikah!" sahut Nando.


Nando terlihat sangat bahagia mendengar pernyaatan sang ibu yang sangat berpihak kepadanya.


Julia tersenyum mendengar Nyonya Jeslin begitu welcome padanya.


"Sebelumnya aku mengucapkan terimakasih kepada Nyonya Jes, anda telah mengangkat derajat saya yang hina ini untuk menjadi anggota keluarga Tuan Heleas."


"Kau mau tidak menikah dengan Steve? aku harap kau mau, dia memang pria nakal,brengsek, pemain wanita, dia juga tidak mau kalau dengan janda ataupun gadis jalanan, aku kira dia memiliki standar tinggi untuk calon istrinya."


Nyonya Jeslin membuat pernyataan yang mengharuskan Nando menepuk jidatnya, biasanya orang tua akan memperlihatkan hal baik yang dimiliki oleh anaknya saat ada sang anak membawa calon pendamping.


Akan tetapi, berbeda untuk Nyonya Jeslin. Wanita paruh baya yang masih cantik itu, justru mengatakan segala kejelekan sang putra.


"Haha ... keburukan ku setinggi gunung dan ibu mengatakan semuanya kepada Juli. Kau memang hebat bu," ujar sang pria casanova.

__ADS_1


"Cih!! aku ingin tahu jawaban calon mantu, bukan mendengar reptil sepertimu menyampaikan pendapat!"


Sang ibu memang selalu kontra dengan putra semata wayangnya, bukan tidak sayang, hanya saja Nyonya Jeslin kesal. Putra tercintanya tak kunjung tobat, dia justru kabur sesuka hatinya.


Meninggalkan luka terdalam untuk sang ibu.


....


Juli menghela nafasnya, dia menggenggam tangan Nyonya Jes.


"Apapun yang membuat Steve menjadi lebih baik dan membuat Nyonya Jes bahagia, aku bersedia melakukannya."


Ungkapan hati Julia mendapatkan sambutan baik dari Nyonya Jeslin.


"Nah ini, instingku selalu benar, Juli adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untukmu. Aku sebenarnya malu memiliki anak sepertimu, tapi saat kau mendapatkan wanita cantik dan baik luar dalam seperti Juli, aku rasa, harus memujimu."


Nyonya Jeslin mencium kening sang putra.


Nando menyipitkan kedua matanya.


"Ibu, aku bukan bayi."


"Kau selamanya akan menjadi bayi ibu, jangan menghindar saat ibu mencium keningmu!"


Sang ibu menatap mata sang putra," Apa maksudmu dengan kenikmatan duniawi? apa kau akan tidur dengan wanita simpanan setelah menikahi Juli? aku pukul kau ya!"


Seketika itu juga, Nando berlari sambil menahan sakit di bawah sana.


Julia tersenyum melihat anak dan ibu yang sebenarnya saling sayang meskipun lebih sering terlihat kontra itu.


Drrt ... Drrt ... Drrt ....


Ponsel Julia tiba-tiba berdering.


Dia mengambil ponsel yang ada di dalam tas selempang miliknya, Juli mengerutkan keningnya saat menatap nomor ponsel yang sangat familiar untuknya.


"Sepertinya aku tahu nomor ini," ucap sang wanita.


Julia memutuskan untuk menjawab panggilan dari nomor tidak dikenal itu.

__ADS_1


"Halo? siapa ini?" sapa Juli.


"Apa benar kau Manda Heinz?"


Deg!


Jantung Julia seperti berhenti berdetak, rasa sakit dan terluka itu kembali hadir.


Rasa perih seketika makin menghujam, suara itu memang bukan suara yang menyeramkan, hanya saja bagi Julia, suara itu sangat mengguncang batinnya.


Julia menghela nafas panjang, kemudian menghembuskannya secara perlahan. Sebisa mungkin menahan amarahnya.


Beberapa detik setelahnya, dia menjawab pertanyaan sang penelepon.


"Iya, itu saya. Anda siapa?" tanya Julia dengan kesadaran penuh. Dia meraih keberaniannya.


"Saya Jack, Jack Howard!"


Steve langsung menghentikan candaannya bersama sang ibu.


Dia segera menghampiri Julia, wajahnya merah padam.


"Berikan padaku baby, biar aku yang bicara dengannya."


Nando memang sangat membenci Jack, secara pria itu yang mengakibatkan luka dan trauma mendalam Julia.


Juli mengkode Nando agar tetap tenang dan diam, dia ingin mengatasinya sendiri.


Mau tidak mau, Nando menurut apa yang sang wanita ucapkan, sedangkan sang ibu hanya diam sambil memperhatikan situasi sulit apa yang Julia alami, sampai wajah sang wanita penuh dengan peluh, dia mengeluarkan keringat dingin dan terlihat cemas.


"Darimana Tuan Jack mengetahui nomor ponsel saya?" tanya Juli mencoba biasa saja.


"Dari kolega saya yang bernama Tuan Heleas, esok hari kami akan rapat dan anda yang akan mewakilinya," jawab Jack dengan suara khasnya yang berat.


Nando menahan segala emosinya.


'Ayah, ternyata dia bekerja sama dengan jahanam itu! Santos, dia bahkan tidak memberitahu tentang hal ini,' batin sang casanova.


Dia menunggu percakapan dua orang yang dulunya saling mencintai itu usai, dia terlihat cemburu buta.

__ADS_1


Tangannya mengepal, rasanya ingin menghajar pria jahanam itu.


*****


__ADS_2