
Santos meminta maaf dan berjanji akan menutup mulutnya. Pada akhirnya sang casanova melepaskan kedua tangannya yang sedari tadi, ia gunakan untuk menutup mulut sang pelayan setia.
"Huft! tega Tuan," ucapnya sambil mengusap mulutnya.
"Haha, ini karena salahmu! sudahlah, aku ingin masuk ke kamar Cantika dan membuatnya bahagia," pungkas Nando.
Langkah Nando begitu yakin, dia sebenarnya tidak terlalu percaya diri dengan tubuhnya yang masam itu.
'Tuan muda, semoga kau segera mendapatkan pawang mu!' batin Santos yang ingin Tuannya menjalani kehidupan yang lebih baik.
Seperti memiliki keluarga yang utuh serta anak-anak yang lucu dan menggemaskan.
Santos memilih untuk menyiapkan makan malam untuk Tuannya saja, karena para gadis simpanan Nando tidak pernah sekalipun makan di rumah megah itu.
Sedangkan Nando, kini sudah berada di kamar Cantika.
Baru saja masuk, sudah disuguhi pemandangan indah memanjakan mata.
Gadis yang selama ini menunggunya, sudah berada di atas ranjang tanpa sehelai benang pun, dia beranjak dari peraduannya dan mendekati pria kekar yang baru saja datang itu.
"Kau lama sekali sayang," ucap Cantika.
Dia memeluk tubuh kekar Nando yang masih bau masam.
"Baby, aku mandi dulu, rasanya lelah hari ini. Tubuhku juga masam."
Sang casanova tidak terlalu percaya diri, namun Cantika tak perduli. Dia langsung menyergap bibir lembut itu, dan mengulumnya sampai basah.
Sang casanova tergoda oleh permainan Cantika, tapi bau badannya sangat mengganggu.
Nando memperlambat gerakan benda tak bertulangnya di mulut Cantika, dia segera melepas pertautan bibir itu.
"Baby, lakukan di kamar mandi?" pinta Nando.
"Di sini saja," jawab Cantika yang sangat terobsesi dengan pria kampret itu.
"No baby, aku bau masam. Rasanya tidak nyaman," tandas Nando berusaha memberikan alasan yang logis.
__ADS_1
Sang gadis memahami ini dan mengiyakan permintaan Nando.
Seketika itu juga, sang casanova mengendong tubuh Cantika dan masuk ke dalam kamar mandi.
Perlahan sang gadis membuka helai demi helai kain yang menutupi tubuh gagah Nando.
Setelah usai, dia menatap Nando dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Kau pria sempurna baby!" ucap Cantika yang tidak mampu menahan diri untuk tidak menyerang bagian sensitif itu.
Sang casanova menghidupkan shower dan mandi dengan cinta dan hasrat yang menggelora.
"Sayang! ah ...." Sang casanova kini masuk ke dalam permainan tangan dan mulut Cantika, dia gesit saat melakukan kolaborasi ini.
Si empu merasa nyaman, dia bahkan menambah dengan gerakan penuh tenaga, seperti bermain di lembah para gadis simpanannya.
Nando tidak ingin hanya Cantik yang menguasainya, dia meminta Cantika berhenti.
"Baby, bangkitlah!" ucap Nando dengan tatapan sayu yang menggoda.
"Kini giliranku," bisik Nando.
Nando memeluk tubuh itu, menikmati setiap gejolak di dada dengan rasa manis yang luar biasa.
Pertautan bibir usai, kini giliran senjatanya yang akan bertarung.
Nando meminta sang gadis untuk mempersiapkan posisi ternyamannya, dia menghujam tempat paling luar biasa itu dalam satu hentakan.
"Baby, kau semakin gila!" ucap Cantika saat sang casanova memberikan hujaman itu tanpa henti namun sangat lembut.
Nando melakukannya dengan hati-hati dan penuh perasaan.
"Tatap aku baby!" pinta Nando di sela usaha kerasnya menghadirkan surga dunia untuk keduanya.
Saat Cantik menoleh, dia melihat Juli. Ya, seketika itu juga wajah Cantika berubah menjadi gadis malang itu.
Nando berhenti sejenak karena ada hal aneh, "Aku melihat wajah Juli saat bermain dengan Cantik! pertanda apa ini?"
__ADS_1
Tempo gerakan itu semakin lambat, membuat sang gadis heran.
"Ada apa baby?"
"Tidak ada, hanya saja aku takut kau lelah."
"No, aku senang kau buat lelah!"
Sang casanova tidak mampu berkutik lagi, dalam benaknya ada rasa iba terhadap Juli, namun dia kebingungan dalam menafsirkan rasa itu.
Dia tidak ingin salah menerka, dia dan Juli hanya teman ranjang, itu juga hanya satu malam.
Tidak mungkin jika dia memiliki perasaan cinta, dia mengabaikan perasaan itu dan kembali menatap Cantika.
Beberapa menit kemudian, dia melanjutkan permainan panasnya.
Setelah menghujam milik sang kekasih, Nando merasakan ledakan itu akan segera datang.
Sang casanova meminta Cantika untuk bersimpuh di hadapannya.
"Juli ... kau yang terbaik ... hmpp ... ya begitu," ucap Nando.
Cantika yang merasa aneh dengan nama yang Nando sebutkan, langsung menghentikan aksinya.
"Juli? siapa Juli?"
Sang gadis cemburu, dia ngambek.
"Juli itu bulan lahir mu kan? tanggal 12, aku sedang memikirkan hadiah ulang tahun untukmu," ucap sang casanova berkilah.
"Aku tidak percaya." Sang gadis sepertinya masih marah, Nando langsung gercep.
"Baby, aku suka ini."
Sang casanova langsung menyergap dua bulatan itu, menye...sap, mengu...Lum tanpa jeda, sambil tangan lain bermain di bawah sana.
"Nando!" Berulang kali sang gadis menjambak dan membenamkan wajah tampan itu di antara dua bulatan indah miliknya.
__ADS_1
Hingga beberapa menit kemudian, gempuran Nando mampu membuatnya meraih surga itu berkali-kali.
*******