
Panggilan telepon telah berakhir, Julia segera mengembalikan ponsel kepada Nando.
"Baby, ini ponselmu. Tunggu dokter datang ya?" ucap Julia tersenyum manis masih dalam balutan baju pengantin yang indah yang sudah sedikit berantakan karena ulah sang suami.
"Oke," jawab Nando merasa senang saat melihat senyuman istrinya.
Dua anak manusia yang telah mengikat janji suci pernikahan, terlihat saling bertatap.
Teduh jiwa keduanya nampak asri.
Nando tak mampu menyembunyikan rasa membuncah di dalam dada saat sang istri memeluk tubuhnya.
Pasangan yang telah resmi menikah, terasa lebih nikmat saat bersama, tapi saat pertama kali akan menjemput surga dunia, justru Steve bermasalah.
Dia tidak bisa melakukannya, sebuah hal yang sangat ia khawatirkan.
Gagal anu-anu, dan akhirnya kejadian.
"Hampa, mau melakukan apa?" Nando terlihat frustasi.
Harapannya adalah dia bisa menguasai sang istri, kemudian melakukan olahraga di siang bolong dengan segala gaya yang pasti sangat menyehatkan.
Namun, pada kenyataannya semua itu hanya hoax.
Hal sama cowok itu juga akan pernah ada di dalam hidup Nando masih merasa sakit di bagian inti tubuhnya.
__ADS_1
"Bosan," ucap Nando tiba-tiba.
"Aku ingin bertanya kepadamu sebelum dokter datang," cetus Julia terlihat sangat serius dengan ucapannya.
Nando merasa jantungnya berdegup sangat kencang, dia ilfil sendiri saat sang istri menatap matanya dan menginginkan sebuah kejujuran.
"Ya, tanyakan saja pasti aku akan menjawabnya," jawab Nando sok bijak.
"Jika kau tidak bisa melakukan apapun dengan anu-mu yang kau banggakan itu, kau mau apa?"
Pertanyaan yang sangat menohok dari sang istri.
"Aku akan tetep hidup, karena kau di sisiku, mungkin awalnya sangat menyedihkan tapi karena ada kau di sisiku semuanya akan baik," ucap Nando berhati-hati agar tidak oleng karena banyak hal yang harus segera diurus.
Dia adalah seorang suami sekarang, jadi harus pandai memanfaatkan waktu.
"Terimakasih atas apa yang kau lakukan kepadaku, aku akan tetap mencintaimu sampai kapanpun meski aku harus terluka sekali pun." Rasanya menjadi sangat aneh, tapi dia tetap bahagia.
Jika diagnosa dokter adalah Nando memiliki penyakit aneh, tidak mengurangi rasa cinta Julia untuk Nando.
Begitu pun sebaliknya, dia tidak akan mendua kan sang suami. Julia akan tetap setia kepada sang suami tercinta.
Di saat rasa haru tercipta, tiba-tiba saja ada orang mengetuk pintu.
Juli beranjak dari ranjang dan segera membuka pintu itu.
__ADS_1
Dia terkejut saat melihat ada Ferdinand di depannya.
"Fer? ada apa?" tanya Julia..
"Ada teman suami kakak, maaf jika aku mengganggu," jawab Ferdinand.
"Siapa?" sahut Julia.
"Fea dan Cantika, itu namanya." Ferdinand menyebut dua nama gadis yang sangat sakral di telinga Nando.
"Oh, oke, terima kasih atas informasinya. Kakak akan memberitahu suami kakak." Julia tetap bisa tersenyum.
Mereka hanya mantan, tidak perlu dikhawatirkan.
Nando yang mendengar dua nama itu langsung terkejut, tapi mencoba tenang.
"Baby, dua mantanmu datang. Kau temui dia," ucap Julia sambil menoleh ke arah Julia.
"Oke, tapi bersamamu ya?" pinta Nando.
"Ya." Julia dengan tegar tetap bersama suaminya menemui mantan fenomenal itu.
..
*Just info : Maaf atas ketidaknyamanannya, author ngantuk pas update jadi ada kesalahan penulisan.
__ADS_1
Sudah othor revisi ya kak 🙏🙏🙏