Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Salah Paham


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.50 pagi, penerbangan ke Paris tersisa sepuluh menit lagi dan Nando masih berada di perjalanan.


Dia sebenarnya malas untuk pergi berlibur, karena yang ada di otaknya hanyalah Julia. Sepanjang hari ini, yang membuat moodnya menjadi baik hanya wanita malang itu.


Rasa penasaran terhadap kehidupan Juli, berputar-putar di kepalanya tanpa henti.


Sang casanova, ingin sekali bertanya banyak hal kepada wanita yang menjadi partner ranjangnya itu.


Terutama rasa penasarannya terhadap sosok Juli yang ia duga mirip dengan J.


Terlihat dari sorot matanya, begitu polos dan apa adanya.


"Shiiit*!" umpat Nando, membuat Cantika terkejut.


"Ada apa baby?" Cantik yang sedang merapikan riasan di wajahnya, seketika menoleh.


"Tidak ada apa-apa baby," jawab Nando sembari menebar senyum manisnya kepada gadis di sampingnya itu.


"Tapi kau sepertinya kesal?"


"Tidak."


"Oh, oke."


Cantik merasa Nando banyak berubah. Biasanya, sang casanova tidak akan menunjukkan sifat selain manis dan manja.


Kini, pria tampan tersebut justru lebih sering marah dan mengumpat di sembarang tempat, seperti saat ini.


Padahal baru tiga bulan yang lalu mereka pergi berlibur ke luar negeri bersama. Tetapi suasana intim itu perlahan pudar, tidak seperti saat itu. Mereka akan sering bercumbu dan merayu.


Sepanjang perjalanan hanya akan terdengar rayuan manis Nando, mereka juga akan sharing masalah pekerjaan dan masih banyak lagi.


Tapi Cantik tetap memahami Nando, meskipun rasanya sulit dan menyakitkan.

__ADS_1


Mencintai pria casanova kelas berat seperti Nando yang memiliki 5 simpanan gadis high class tidaklah mudah.


Ini sudah menjadi pembahasan yang terlalu pelik.


Sikap Nando yang tak tegas, membuat Cantik harus extra sabar dalam menunggu kata cinta itu benar-benar terucap dari mulut penuh dusta Nando.


Harapan yang entah kapan akan tercapai.


Pasalnya, dia sendiri juga menduakan Nando. Di balik sikap manis dan bucinnya Cantik, terselip rasa kecewa yang mendalam, sehingga dia harus mempertimbangkan untuk menerima perjodohan kedua orang tuanya.


Saat Cantik mengatakan ingin Nando segera menemui ayahnya, adalah tentang ini.


Cantik membutuhkan kepastian tentang status hubungannya dengan Nando yang sudah terjalin selama bertahun-tahun.


Dia sudah beberapa kali bertemu dengan calon pilihan ayahnya yang juga pria yang mapan, tapi sayang, usianya terlalu muda untuknya.


Cantika hanya bertemu dan makan malam dengannya.


Liburan ke Paris hari ini, akan menjadi momen untuk Cantik meminta kejelasan status kembali, setelah sebelumnya Nando menolak mentah-mentah untuk menikahinya


....


Bandara Internasional kota X...


Mobil Nando sudah terparkir di area tempat parkir bandara.


Dia segera menelepon Alva untuk membawa mobilnya ke bengkel karena mesinnya ada yang bermasalah.


Setelah urusan mobil usai, kini Nando dan cantik keluar dari mobil mewahnya.


Cantik terus saja menempel di tubuh kekarnya, sang casanova hanya membiarkan sang gadis melakukan apapun, karena jika dia banyak protes, satu kenikmatan duniawinya akan marah dan liburan ke Paris menjadi kacau balau, pasti keduanya akan berdebat, meskipun semuanya akan kembali baik saat emosi itu terlampiaskan dengan penyatuan hasrat keduanya yang selalu menggebu-gebu.


"Baby, aku sangat bahagia hari ini," ucap Cantik sesaat setelah masuk ke dalam pesawat. Keduanya mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan strategis, tidak terlalu di depan juga tidak terlalu di belakang.

__ADS_1


Keduanya berada di tengah-tengah para penumpang yang sebagian besar di dominasi pasangan muda mudi yang sedang kasmaran.


"Iya sayang, aku juga." Nando berusaha setenang mungkin, agar Cantik tidak terlalu mencurigainya jika sebenarnya sedari tadi, dia mengirimkan pesan singkat kepada dokter yang merawat Juli.


Nando berusaha mengimbangi topik pembicaraan Cantika yang membicarakan tentang Menara Eiffel,  makan malam romantis, hotel yang mewah, makan malam romantis, ciuman manis, dan segala hal tentang keintiman yang akan keduanya lalui di Paris.


Meksipun jarinya tak berhenti mengetik pesan kepada sang dokter.


Dok, bagaimana keadaan Juli? dia sudah benar-benar sehat? apa dia mengatakan sesuatu? apa dia mencariku? katakan padanya aku sangat rindu.


Belum sempat pesan itu ia kirim, Cantik tiba-tiba merebut ponsel miliknya.


"Baby, kau terlalu ya? aku sudah berbicara sampai berbusa dan kau hanya bermain ponsel? jahat kau baby! huh! biar aku yang simpan ponselmu." Cantik memasukkan gawai milik sang casanova di dalam saku celananya.


Nando dan Cantik hanya membawa tubuh mereka, tidak ada koper ataupun barang-barang lain, karena di Paris pasti akan membeli banyak hal. Ini akan menyulitkan kedua jika membawa banyak barang saat di dalam pesawat.


Karena biasanya, Santos sudah menyiapkan segala kebutuhan keduanya saat berlibur di luar ataupun di dalam negeri.


Nando dan partner ranjangnya adalah pasangan yang simple dan tidak suka ribet.


Mereka hanya akan membawa beberapa benda yang penting semacam ponsel, atau untuk Cantik, ada tambahan make up dan parfum yang ia simpan di dalam tas selempang super mahalnya.


"Baby, kembalikan ponselku," pinta Nando.


"No! aku tidak mau," jawab Cantik dengan nada kesal.


"Baby, please! ayolah! kembalikan ponselku sayang," ucap Nando memohon.


Tapi Cantika tidak bergeming, dia tetap kokoh dengan pendiriannya.


"Ponsel harus di matikan, pesawat sebentar lagi lepas landas. Kau diam baby, jangan terlalu berisik!" Cantik benar-benar menyulitkannya kali ini, dia harus extra sabar, jangan sampai Cantik tahu tentang wanita lain yang sedang dekat dengannya.


….

__ADS_1


__ADS_2