Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Pria misterius itu adalah ...


__ADS_3

Saat Santos dan Nando masih fokus dengan pembicaraan mengenai Julia, mereka lupa jika dirinya memiliki rival yang senantiasa menguntit mobilnya.


"Tuan, apa kita harus mengikuti mobil itu?" tanya anak buah si Tuan yang tadi hampir saja baku hantam dengan Nando.


Sang anak buah melakukan panggilan telepon dengan sang majikan.


Sedangkan Tuan Muda masih berada di bar.


"Ikuti saja, aku hanya ingin mengetahui rumah wanita itu dimana," jelas si pria tampan dengan ****** tipis dan kacamata hitamnya.


"Tuan Carlos, apa Tuan menyukai wanita itu?" tanya sang anak buah lagi.


"Iya, aku tertarik dengan wanita yang susah diatur serta juga cuek, aku ingin wanita itu menjadi milikku," ungkap sang Tuan Muda.


"Baik Tuan, aku akan mengabarkan kepadamu saat mengetahui posisi rumahnya," jelas sang anak buah.


"Oke. Terus ikuti kemanapun dia pergi, sampai ke ujung dunia pun kau harus menemukannya!" tandas sang pria yang tidak ingin kehilangan jejak Julia lagi.


"Siap Tuan!"


Panggilan telepon itu pun berakhir.


Carlos duduk di tempat Julia menghabiskan banyak minuman beralkohol, dia tersenyum kecut.


Sang pria merasa jika hanya dia yang cocok untuk Julia, pria yang baru saja bersinggungan dengannya, hanya pria bodoh tidak berguna.


Saat Carlos fokus dengan bayangan wajah Julia, dia terlihat menemukan tas selempang, dia meyakini jika tas itu merupakan milik Julia.

__ADS_1


"Bagus, setidaknya aku bisa mengetahui sedikit tentang siapa wanita itu," ungkap Carlos.


Dia ingin membuka tas itu, namun dia merasa kurang ajar jika memegang benda milik orang lain tanpa sepengetahuan sang pemilik.


Carlos membawa tas itu pergi bersamanya pulang ke apartemen.


....


Sang pria beranjak dari tempat duduknya kemudian keluar dari bar, dia berjalan menuju tempat di mana mobilnya dijaga oleh seorang bodyguard suruhannya.


"Aman?" tanya Carlos.


"Aman Tuan Carlos, anda akan pulang ke apartemen atau kembali ke kantor?" tanya sang bodyguard.


"Kita pulang saja ke apartemen karena ada satu hal yang harus aku selesaikan," pinta Carlos.


"Baik Tuan," pungkas sang bodyguard yang langsung ikut masuk ke dalam mobil.


...


Sepanjang perjalanan, Carlos hanya menatap tas selempang milik Julia.


Dia sangat penasaran dengan isinya karena ingin sekali mengetahui fakta tentang Julia melalui benda-benda pribadi sang wanita.


Sang bodyguard yang senantiasa memantau sang tuan muda, merasa heran karena Carlos sama sekali tidak banyak bicara seperti sebelumnya.


Bodyguard Tuan Carlos, inisiatif bertanya.

__ADS_1


"Tuan, apa anda baik-baik saja?"


"Ada apa? memangnya aku kenapa?"


"Tuan muda, dari tadi hanya membolak-balikkan tas wanita itu? ada apa dengan tas selempang?"


"Haha ... oh ini, ini milik seorang wanita yang telah mencuri hatiku."


"Selamat tuan muda, kau sudah menemukan orang yang bisa kau cintai sepenuh hati, bukan seperti Nona Xia yang kini akan menikah dengan kakak iparnya sendiri," ungkap sang bodyguard.


"Jangan kau mengulang tentang masa lalu, dia yang pergi meninggalkanku, dia berselingkuh dengan kakak iparnya dan membuat sang kakak menjadi janda, dia itu jahat sekali!" tandas Carlos.


"Iya, Nona Xia memang gadis super tega, tapi aku penasaran dengan sosok sang kakak, apa kau pernah bertemu dengan kakaknya Xia?" tanya sang bodyguard tuan muda.


"Belum, apakah kau lupa jika aku dan Xia menjalani hubungan LDR? Xia juga menyembunyikan identitasnya, aku tidak diperbolehkan mengenal keluarganya, saat pertama kami menjalin hubungan, aku tidak mempermasalahkannya. Namun, saat hubungan kami sudah masuk ke jenjang serius, dia justru mengatakan ingin menikah dengan kakak iparnya, apakah dia itu sakit jiwa ya? bagaimana bisa mengatakan hal itu kepada kekasih yang selama ini telah memberikan segalanya untuk Xia? sejak saat itu aku tidak ingin mengenalnya maupun keluarganya, pada intinya aku lebih baik fokus dengan kehidupanku dan bisnis," terang Carlos yang harus membuka luka lama.


Sang bodyguard memahami hal ini karena dari awal perjuangan hidup Carlos yang menjadi yatim piatu, dia adalah salah satu yang membela Carlos dari sang bibi yang sangat kejam.


Sang bibi yang merupakan pewaris terakhir dari silsilah keluarganya, tidak memberikan sepeserpun hak Carlos.


Dia menggunakan harta warisan itu untuk berfoya-foya dan memperkaya diri sendiri, Carlos tidak tahan dengan kehidupan yang sangat menyiksanya.


Carlos pergi dari rumah itu dengan pakaian yang menempel di tubuhnya, setelah keluar dari rumah yang penuh keegoisan dan kenangan buruk, Carlos bekerja serabutan, hingga dia mendapatkan keberuntungan karena ketekunannya dalam bekerja.


Carlos diangkat anak seorang pria yang dermawan, dia tidak ingin menikah karena sering disakiti oleh para wanita, pertemuan dengan Carlos, sangat cocok dengan kriteria pria dermawan yang inginkan mengangkat seorang anak yang notabene seperti Carlos.


"Kau akan mendapatkan wanita itu tuan, anda sangat dermawan dan baik hati, Sama persis dengan Tuan Robert, ayahanda Tuan Muda," cakap sang bodyguard.

__ADS_1


"Kau terlalu berlebihan, aku hanya orang miskin yang beruntung saja," jelas Carlos merendah.


*****


__ADS_2