
Nando mengembalikan ponsel milik Santos, tapi saat Santos menoleh dan ingin menerima ponsel itu, sang Tuan Muda tak kunjung memberikan gawai miliknya.
Nando menatap lurus ke depan, entah apa yang ada dipikirannya.
"Tuan, Tuan Muda? kau baik-baik saja?" tanya Santos yang membiarkan sang casanova menghabiskan waktu melamunnya.
Tapi saat Santos akan kembali ke posisi awal, tiba-tiba ...
"Aku tahu Santos!" pekik Nando, membuat Santos terkejut bukan kepalang.
Tuan Muda mesum membuatnya khawatir tentang kondisi psikologis Tuannya, Santos menjadi khawatir jika Nando nanti akan tertekan karena predikat pemuja kenikmatan duniawi, akan musnah di muka bumi karena dia menikah.
Tapi bukan itu, dia hanya ingin membahas ...
"Santos! aku akan datang kerumah ayah dan ibu, aku akan meminta restu kepada keduanya. Tapi aku ada misi," ucap Nando sembari menatap Santos dengan senyum liciknya.
"Aku ingin meringankan tugasmu. Ayahku adalah pebisnis yang lebih senior, aku akan mendapatkan informasi yang lebih banyak tenang Jack dan bisnisnya, dengan begitu, aku akan terlihat keren di depan Juli," ucap Tuan Muda mesum penuh percaya diri.
"Astaga, aku mengira Tuan galau karena tidak bisa enaa-enaa lagi dengan lima gadis simpanan Tuan, aku tadi sempat berpikir begitu," jawab Santos berpendapat.
"Tidak, aku akan mencoba dulu berpuasa dua hari, tapi jika pertahananku roboh, ini bukan salahku. Salahkan saja si napsu, terlalu berani datang kedalam hidupku kemudian membuatku menjadi mesum," jelas Nando. Dia bahkan mengatakan hal yang tidak masuk akal.
Santos menepuk jidatnya, si mesum bahkan menyalahkan napsunya yang menggila itu.
__ADS_1
"Napsu tidak bersalah Tuan Muda, tapi pikiran Tuan yang membuat napsu menjadi lebih menggebu dari awal kemunculannya," jawab Santos dengan polosnya.
"Berarti aku yang salah?" Atas semua yang telah ia lakukan, dia termasuk pria tidak tahu diri. Terlalu cuek dan ceroboh, tetapi gairahnya lebih dari manusia normal.
"Aku yang salah." Santos lebih baik mengalah, daripada membuatnya pusing.
Jalanan yang semula macet, kini mulai terurai kemacetannya.
Kendaraan roda dua dan roda empatnya bisa beroperasi kembali.
Termasuk mobil Nando yang kini melenggang manis menuju rumahnya.
...
"Akhirnya, sampai rumahku istanaku," ucap Nando yang langsung keluar dari mobil. Tapi tidak disangka, seorang gadis langsung menghampirinya. Tanpa rasa malu, sang gadis mencium bibir Nando, dengan tangan langsung menyusup ke arah bawah, meraih rudal kesayangan yang tak tersentuh beberapa hari ini.
Mendapatkan serangan yang mendadak, Nando terkejut.
Dia secara refleks langsung mendorong sang gadis yang memakai baju tanpa br@ serta rok mini yang sungguh menggoda.
Si gadis terjatuh.
"Baby, kenapa kau menjadi kasar sekarang? kau mendorongku!" gerutu sang gadis yang ternyata si Fea, salah satu gadis simpanan Nando.
__ADS_1
"Aduh maaf baby, kepalaku pusing. Maaf ya? Santos, kau bantu dia berdiri, aku harus segera mandi dan beristirahat, aduh kepalaku pening sekali, rasanya tidak enak sekali. Pasti aku demam." Nando si penipu ulung mengatakan apapun agar bisa menghindari Fea.
Namun Fea tidak menyerah, dia bangkit dari posisi jatuhnya tanpa bantuan Santos dan memeluk tubuh Nando dari arah belakang.
"Baby, aku rindu sentuhanmu, sentuhan hangat di dalam lembah basahku, ayo baby kita eksekusi, milikku juga sudah rindu hentakan rudalmu," bisik Fea, dia menciumi tengkuk Nando.
Biasanya si mesum akan langsung melahap bibir Fea dengan kedua tangan menyusup ke dalam baju Fea yang tidak memakai kain penyangga buah kenyalnya.
Kemudian mengendong tubuh itu kedalam rumah, dalam gendongan si mesum, bibir Fea dilahap habis oleh si jago perang di atas ranjang, tanpa melepas pertautan itu, dia membuka pintu kamar Fea, selanjutnya terjadilah adegan dewasa penuh gairah yang nyata, suara lenguhaaan dan eraaangan mengghiasi ruangan tempat keduanya memadu hasrat yang membara.
Hentakan demi hentakan bercampur peluh menghadirkan irama yang teratur, tapi kadang Nando harus menghentikan sejenak aksinya saat ada Kiara datang, dia menunggu untuk digilir, sembari menunggu, Kiara bermain solo. Setelah basah, dia akan mendekati Nando dan mengajaknya mandi bersama.
Fea yang sudah habis jatahnya, hanya bisa pasrah. Rudal imut nan kekar milik Nando akan mengoyak lembah yang lain, itu lah kehidupannya sehari-hari saat berada di rumah, dia akan anu terus hingga ke lima gadis simpanannya habis digilir.
Tapi kini berbeda, Nando akan mengambil sebuah keputusan besar di dalam hidupnya, lingkaran kehidupan Nando tergolong tidak sehat, dia bisa saja terkena penyakit menular meskipun sudah menjaga lembah para gadis serta rudal limited edition-nya sedemikian rupa, kini dia mulai berpikir sejauh itu.
Hidupku bukan sekedar ingin anu saja, aku harus bisa melewati dua hari ini tanpa keinginan untuk mengoyak lembah sempit para gadis simpananku, ya ... aku pasti bisa.
Nando menggenggam tangan si gadis dan menatap matanya, dia kemudian berkata,"Baby, aku tidak bisa meneruskan hubungan ini, kau lanjutkan saja pertunangan antara kau dan Bastian. Dia lebih baik dariku," ucap Nando yang sok bijak, entah ini akan membuat Fea pergi atau justru lebih giat mengejarnya, dia tidak tahu. Pada intinya, Nando mencoba berbicara baik-baik padanya.
"Hiks, baby, kenapa kau melow sekali? kau sebenarnya sangat baik, tak bisakah kau menikahiku saja? kita sudah lima tahun bersama mengarungi surga dunia, apakah liang milikku kurang sempit? apa ke 4 gadismu lebih menarik? aku mau kau empat-kan, tapi jangan kau bilang perpisahan, aku tak rela rudalmu hilang dari genggamanku," jawab Fea sembari menangis sesenggukan.
"Maaf ya, aku tidak bisa. Jalani hidupmu dengan baik, aku akan mentransfer uang untukmu operasi selaput daramu, biaya sebanyak apapun akan ku bayar." Semudah itu Nando mengatakannya, membuat Fea bersedih.
__ADS_1
….