
Saat Carlos merasa ada hal yang mencurigakan dari pria yang bernama Steve dan Javier, di tempat lain, ada seorang pria yang sedang menunggu pujaan hatinya sadar dari mabuk beratnya.
Pria itu adalah Nando.
Pria casanova yang menyesal setengah mati akibat ulahnya di masa lalu. Dia tanpa sengaja telah membuat lara hati Julia semakin nyata, bukan hanya itu, rasa sakit yang semakin parah menjadi alasan untuk Julia memutuskan hubungan cintanya dengan Nando..
Bukannya tidak sayang, dia sangat menyayangi Nando.
Akan tetapi batas rasa nyaman itu tengah terkoyak oleh kebohongan yang dilakukan oleh Nando, bahkan lebih parahnya lagi, sang casanova juga mencicipi Xia Margareta.
Dia menyentuh gadis yang selama ini merongrong kehidupannya hingga Jack 'pun menjadi milik sang adik kandung.
Sangat menyakitkan memang, tapi apalah daya, Julia hanya menjadi korban cinta sepihak. Entah sesakit apa hati Julia saat itu.
Hingga apa yang dia maknai sebagai rasa cinta itu kembali terkhianati dengan dusta yang sama.
Nando dan Jack sama-sama menyentuh adik sialannya.
Julia benar-benar terpuruk, dia hancur untuk kedua kalinya.
Saat Nando meratapi segala dosanya, Julia tiba-tiba membuka matanya, menelisik ke segala arah.
"Ini dimana?" tanya Julia dengan kondisi tubuh yang masih pusing dan bau alkohol yang menyengat dari aroma napasnya.
Julia memegang kepalanya, dan pandangan matanya kini tertuju kepada sosok Nando yang duduk kursi yang berada di samping ranjang sambil meletakkan kedua tangan sebagai bantalan tidurnya.
Tangan dan kepala itu berada di tepi ranjang.
Persis seperti dulu saat Nando menjaga Julia.
Wanita itu menitihkan airmatanya kembali. Julia teringat akan segala kebaikan Nando. Pria itu memberikannya kehidupan baru serta penyemangat baginya.
Nando juga menyediakan bahu untuk bersandar bagi Julia, segala mimpi dan harapan, coba keduanya rangkai untuk kebahagiaan di masa depan, namun nyatanya hal itu hanya menjadi khayalan semata.
Semua angan dan mimpi keduanya hanya sebatas angan, tak ada realisasi akibat sikap Nando yang tidak sportif dalam menggenggam janjinya.
__ADS_1
Di satu sisi, Julia sangat membenci kebohongan, di sisi lain, Nando melakukan hal itu untuk mengetahui jati diri Julia.
Salahnya Nando hanya caranya dalam mengintrogasi Xia, tapi dia itu casanovamu, pasti menggila jika menemukan mangsa empuknya.
Apalagi Xia cantik dan seksi, gairah itu pastinya tidak tertahan lagi.
Saat melihat sang casanova menggeliat, Julia yang belum sadar sepenuhnya, pura-pura berbaring dan memejamkan matanya.
Kini giliran Nando yang bangun dari tidurnya.
"Hoaam! dia masih tidur," ucap sang casanova saat melihat Julia masih terpejam.
Julia yang hanya pura-pura terpejam, ingin mengetahui seberapa serius Nando menginginkan dirinya.
Sang pria beranjak dari tempat duduknya sambil membenahi selimut Julia yang bergeser ke bagian bawah.
"Baby, cepatlah sadar, aku ingin mengatakan banyak hal. Apalagi esok hari kita akan mengadakan rapat penting. Huft! aku lelah memiliki jiwa casanova, harusnya aku dan Juli hanya perlu bahagia setelah ini," cakap Nando sambil mengacak rambutnya kasar.
Dia masih terlihat frustasi.
Pintu kamar utama telah di ketuk, Nando segera berbalik dan membuka pintu.
KLEK!
Pintu telah ia buka, Nando perlahan keluar dari kamar itu dan menjewer telinga Santos.
"Kenapa kau berisik Santos? nanti Julia bangun," ucap pria gila itu.
"Aw! sakit tuan, sakit! lepaskan! di depan ada Nona Fea dan tiga gadis lainnya, mereka ingin bertemu," sahut Santos.
Deg!
Nando lemas, pasti Julia akan semakin membencinya, padahal ke-empat gadis itu datang dengan sendirinya, bukan dia yang mengundang.
"Astaga! cobaan apa lagi," cetus Nando frustasi.
__ADS_1
Perlahan sang casanova melepaskan jeweran tangannya, dia tidak memiliki semangat hidup lagi.
Bagaimana bisa akan menjalin hubungan dengan Julia? di saat bersamaan, semua gadis yang ia sentuh, tiba-tiba datang.
"Santos, aku harus bagaimana?" tanya Nando sambil mencengkram erat bahu sang pelayan setia.
"Tenang Tuan, kau hanya perlu menarik nafas kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Kau temui mereka dan jelaskan dengan baik-baik, kau harus meminta maaf kepada mereka," pinta Santos memberikan solusi.
"Ah, mana bisa Santos. Nanti saat Julia bangun dan memergoki aku bersama keempat gadis itu, muka ku mau ditaruh dimana? aku ingin Julia, tidak mau yang lain," jelas Nando dengan tatapan yang sangat tajam. Dia benar-benar takut kehilangan sang kekasih.
"Tuan, ini adalah jalan satu-satunya untuk memutuskan mata rantai kegilaanmu, biarkan mereka bebas tanpa mengharap permainan luar biasamu lagi. Jika ke-empat gadis itu tidak terima dengan keputusanmu, kau juga harus siap dikeroyok oleh mereka," pungkas Santos.
Nando berpikir keras, dia membayangkan saat Fea akan kembali menggigit anunya serta tiga gadis lain akan melempar sepatu serta memukulinya dengan brutal.
"Astaga! bisa babak belur jiwa dan raga, anu-ku apa kabar Santos, mana bisa berkembang biak jika senjataku kembali kena gigit," ujar sang casanova yang masih sempat bercanda.
"Kwwkkwkw ... kau kira dirimu kucing Tuan? berkembang biak," jawab Santos tak bisa menahan tawanya.
Nando yang tidak ingin Julia terbangun, langsung membungkam mulut itu.
"Diam, tertawamu keras sekali!" bisik Nando.
"Hmmmppp!"
Santos masih terus berbicara meskipun mulutnya tertutup tangan Nando.
Nando kemudian melepaskan tangan yang menutupi mulut Santos, akhirnya sang pelayan setia bisa bernafas lega.
"Huft akhirnya, jahat kau Tuan!"
"Ini juga karenamu! Sialan, aku harus bertemu empat gadis itu? rasanya aneh, biasanya aku bernapsu untuk menyentuh mereka, tapi kali ini, aku merasa malas."
Nando masih bingung dengan perubahan yang ada dalam dirinya, sedangkan Santos bahagia, sang Tuan Muda yang plin-plan sudah mulai memahami cara menghargai perasaan dan rasa cinta yang Nona Juli berikan kepadanya.
'Sinyal tidak eror, yes! Tuan Muda labil akan sembuh dari kegilaannya,' batin Santos penuh kegembiraan.
__ADS_1
******