Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Briefing


__ADS_3

Julia telah siap dengan penampilannya yang paripurna, sedangkan Nando masih berada di dalam ruang ganti.


Dia terlihat seperti pria bodoh.


"Ini baju OB, keren dari mananya?" gerutu Nando. Dia belum terima saat perannya menjadi Office Boy saat rapat yang akan di pimpin oleh Julia.


Rasanya sangat aneh, jika dirinya berperan sebagai OB, padahal dulu, dia selalu membenci pekerjaan ini akibat salah satu karyawan di perusahaannya selalu mengirimkan kado dan kata cinta padahal sang karyawan seorang pria.


Ini membuatnya teringat akan hal tersebut.


"Semoga saja aku bisa memerankan OB dengan baik," tukasnya sambil terus memutar badannya, mencari sisi keren dan maskulin yang dia miliki, namun tak kunjung ia temukan.


Daripada memusingkan penampilan, Nando segera bergegas keluar dari ruang ganti dan menemui Julia.


Meski tidak terlihat percaya diri, Nando tetap memasang senyum manis saat menemui sang kekasih.


Namun dia terkejut saat tidak mendapati siapapun di kamarnya..


"Astaga! pasti dia ada di meja makan, aku pasti telat!" pungkas Nando panik.


Dia bingung mau membawa apa, Nando meraih saja ponsel yang ada di atas ranjang kemudian keluar dari kamar.


"Ini tidak benar, aku harus protes dan ibu."


Nando berlari menuju meja makan, di sana terlihat ada Santos yang sedang membantu Nyonya Jeslin dan seorang gadis cantik. Dia bahkan tidak mengenalinya.


"Ibu, dimana Juli?" tanya Nando yang belum ngeh Julia ada di samping sang ibu.


"Matamu rabun? Julia ada di samping ibu, apa kau tidak bisa melihat? dasar anak ini," pungkas sang ibu.


Nando yang penasaran, semakin mendekat ke arah gadis muda yang berada di samping sang ibu.

__ADS_1


"Kau seperti ...!"


Nando menatap dari atas sampai bawah, saat dia menyadari bahwa itu Julia, sang casanova memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.


"Sayang!" ucap Nando sambil memeluk Juriah dan membenamkan kepalanya di antara dua bongkahan luar biasa milik sang wanita.


"Hey! pria mesyum! cukup, minggir dulu! bagaimana bisa, Julia sudah ibu dan dandani rusak kembali?" jelas sang ibu kesal.


Dia jewer telinga Nando menjauhkan tubuh itu dari si seksi, Julia.


Sang wanita menahan tawanya karena tingkah Nando yang seperti anak kecil.


"Aduh ibu, mengapa kau selalu menjewer ataupun memukul kepalaku! aku ini anak kandungmu bukan anak pungut, bagaimana anak kandung diperlakukan seperti anak tiri sedangkan orang lain diperlakukan seperti anak kandung! huh tidak adil!" sungut Nando, yang merasa dianaktirikan oleh sang ibu.


Nyonya Jeslin hanya memihak Julia saja.


"Hey mesyum, diamlah! kau segera sarapan. Setelahnya, kita akan pergi ke kantor! kau lihat jam, ini sudah pukul 07.00 pagi, aku harus membimbing kalian berdua selama setengah jam lalu meluncur ke kantor ayah Steve."


Nyonya Jeslin memaksa Nando untuk segera duduk dan menyantap sarapan pagi ini, mata sang cassanova tak lelah memandang Julia yang sangat cantik.


"Steve! jaga pandanganmu karena akan membuat curiga jika kau terlalu melihat kecantikan calon istrimu! ikuti apa yang aku katakan dan jangan pernah membangkang, paham?"


Sang ibu sangat kejam dan diktator, dia tidak akan membiarkan Steve menggagalkan rencananya untuk membuat semua orang tercengang atas perubahan Julia.


"Iya Ibu, maaf. Namun, calon istriku sangat cantik sehingga aku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya, oh Tuhan segerakan pernikahanku dan Julia! aku akan melakukan 5 ronde sehari agar aku segera memiliki anak."


Doa yang sangat menguntungkan bagi Steve dan membuat remuk tubuh Julia.


Julia hanya tersenyum karena Nando memang orangnya suka bercanda.


Sang ibu justru yang nyolot.

__ADS_1


"Apa kau gila? bagaimana bisa 5 ronde sehari! apa kau hanya akan di atas ranjang tanpa makan, tanpa minum, tanpa mandi, tanpa kancing atau BAB! dasar kau ini memang keturunan Heleas! parah sekali jiwa cassanova mau itu!"


Sang ibu emosional karena dirinya juga diperlakukan sama oleh sang suami, dia hanya bisa bergerak selama 2 menit, setelah itu kembali digempur oleh sang suami.


"Hm ... ayah mengatakan padaku bahwa ibu lebih hebat daripada dirinya!" ledek Nando.


"Diam, kau selesaikan sarapannya aku akan memberikan beberapa rencana yang harus kita lakukan hari ini!" pinta sang ibu, ingin membahas masa lalunya bersama sang suami yang terlalu menyakitkan.


Cukup baginya sang suami itu buruk di masa lalu, namun saat ini, dia sudah berubah jauh lebih baik.


Nyonya Jeslin lebih fokus dengan apa yang akan dilakukan di kantor bersama anak dan menantunya.


"Julia, datanglah bersama Santos. Dia yang akan menunjukkan ruangannya kepadamu, dia juga yang akan memberikan banyak cara agar kau mampu melawan semua kolega suamiku. Diam-diam Santos itu sangat hebat! kau belum tahu saja dia siapa!"


Nyonya Jeslin memiliki pelayan setia yang bukan kaleng-kaleng.


Santos sudah sangat lama berkecimpung di dalam bisnis bersama sang suami, Tuan Heleas mengatakan segala rahasia kepada Santos.


"Oke Nyonya, aku mengerti."


"Untuk putra ibu yang sangat tampan, sangat rupawan, ikut Ibu ke mana pun Ibu pergi, aku sudah berkoordinasi dengan para office boy dan office girl tentang penyamaran mu, jadi bersikap biasa saja seperti pegawai pada umumnya."


Perintah sang ibu langsung direspon ogah-ogahan oleh Nando.


"Ya ibu."


Malas sekali kelihatannya wajah itu.


Setelah sarapan usai serta persiapan untuk melaksanakan tugas masing-masing telah oke, ke empat orang tersebut keluar dari rumah Nando dan segera on the way menuju kantor Tuan Heleas mengendarai mobil Nyonya Jeslin.


'Kau pasti bisa Juli!' batin sang wanita.

__ADS_1


Julia menyemangati dirinya sendiri agar tidak down saat menghadapi Jack.


*******


__ADS_2