
"Santos, aku tidak suka berada di sini, kau harusnya tidak pergi kemana-mana."
Sang pria terlihat begitu semangat dalam melakukan panggilan telepon, semangat untuk memarahi anak buahnya.
Selama ini, Santos jarang sekali meninggalkan bosnya meskipun dalam waktu yang sangat mendesak sekalipun.
Keluarga Santos memaklumi hari ini karena mereka sama sekali tidak keberatan jika Santos 24 jam bersama bosnya karena akan mendapatkan uang yang lebih banyak untuk kebutuhan anak dan istri.
Semua anggota keluarga Santos sangat dekat dengan Nando, mereka juga tahu jika Nando pria casanova yang sudah mulai tobat.
"Bos, kami sangat senang kau tidak lupa pada kami setelah proses pertobatan mu berlangsung cukup lama."
"Haha ... mana bisa aku melupakanmu Santos, kau adalah yang pertama tahu dan memahami aku yang gila ini. Bahkan beberapa kali kau sudah membantuku menyembunyikan para gadis di saat gadis yang lain mencariku."
Sang casanova membuat dirinya dalam keberuntungan saat bersama Santos, tak heran, dimana dia berada, Santos selalu ada untuknya.
Dia mendapatkan uang lebih banyak dari gajinya hanya karena sang pelayan setia membantu Nando bersembunyi.
Namun, kali ini Nando harus melakukan segalanya sendirian, rasa kesalnya karena sang istri lebih sering bersama kedua orang tuanya.
"Aku pulang sajalah, malas juga sendirian terus," ucap Nando.
"Iya, pulang. Kau sudah tua, mana boleh seperti ini, kau harus segera menemui istrimu."
"Ya, aku akan menemuinya, daripada kau banyak bicara, aku pulang saja!"
__ADS_1
"Haha ... dasar kau tuan! banyak bicara."
Sang casanova menutup panggilan teleponnya, lalu segera putar balik untuk kembali kerumahnya..
Dia merasa bersalah saat harus berada di luar rumah disaat seorang istri yang sangat dia cintai, ada di rumah bersama kedua orang tuanya.
Sepanjang perjalanan menuju rumah, dia melakukan panggilan telepon kepada sang istri.
"Aku mau anak 5 ya baby?"
"Pulang dulu, mana bisa buat anak lewat ponsel? mumpung ayah ingin kita bulan madu, kau mau tidak?"
Sang suami sangat girang, dia tidak menyangka akan mendapatkan hal ini.
"Bisa sayang? nanti aku cari tahu caranya."
"Tentu saja, aku maulah!"
"Aku juga, tapi kau janji, jangan katakan apapun pada anak kita, jika aku sangat penyuka gadis, aku harus benar-benar tobat saat menjadi seorang ayah."
"Iya, aku tahu. Aku paham, aku akan tobat sayang."
"Oke, aku tunggu kau di rumah."
"Ya."
__ADS_1
Sang pria sangat bahagia, dia tidak pernah menyangka akan mendapati hal ini juga.
...
Beberapa menit kemudian ...
Mobil sang pria sudah terparkir di depan rumah mewahnya, dia turun dari mobil lalu di sambut oleh ibunya.
"Nando, kau pergi berlibur sana, aku ingin bersamaan dengan suami, jangan ganggu kami?!"
Sang ibu tiba-tiba mengatakan hal itu, sang pria sangat bergembira.
"Siap! mana tiketnya?"
Sang ibu memberikan satu paket dan uang.
"Ini untukmu, tunggu istrimu datang, dia sedang. Dia sedang siap-siap, aku dan Heleas ingin memiliki bayi satu lagi, so pasti ini sangat baik, dia susah payah berubah, aku ingin anak lagi yang lebih baik. Tidak payah seperti kau!"
"Haha, kurang ajar sekali kau Bu!"
"Diam, tetaplah tenang,kau bisa menyusul kami memiliki anak, ayo lomba! siapa dulu yang hamil!"
"Aku dulu, aku bibit unggul."
"Ayahmu, adalah bosnya bibit unggul!"
__ADS_1
keduanya tertawa bersama-sama dalam kebahagiaan yang nyata.
*****