Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Tetap semangat


__ADS_3

Santos dan Nando lemas, mereka berdua merasa tidak berdaya. Satunya galau karena tidak bisa nikah dengan mudah, satunya lagi galau karena harus mengawasi Nando seperti bocah lagi.


Rasanya sangat tidak nyaman.


"Nyonya, bisa diskon hukuman tidak ya?" tanya Santos coba melakukan tawar-menawar.


"Kau mau tambahan hukuman lagi?" tukas sang Nyonya besar menggetarkan sanubari Santos.


"Haha ... tidak Nyonya, terimakasih."


Santos mati kutu, tawanya juga palsu agar sang Nyonya bisa mencair, tapi nyatanya tidak ada hal seperti itu.


Nyonya besar berpamitan karena akan menyelesaikan persiapan pernikahan Nando dan Julia, sang Nyonya hanya iseng, sebenarnya dia dan Tuan besar telah menyiapkan segalanya untuk putra tercintanya.


Flashback : on


Di dalam ruangan VVIP ...


"Kau sudah sembuh?" tanya Nyonya Jes.


"Lumayan," jawab Tuan Heleas lirih, dia memang tidak bisa berbicara dengan lancar karena lemas tak terkira. Badannya seperti tidak bertenaga.


"Kau harus memberi restu kepada mereka suamiku," pinta sang istri.


"Iya, aku sudah merestui," ungkap Tuan Heleas dengan nada suara yang masih lemah, dia belum maksimal dalam berbicara.


"Bagus, tidak sia-sia Steve melakukan semua ini," ujar sang istri terang-terangan.


"Ya, seharusnya memang seperti ini, aku terima," tandas Tuan Heleas saat tidak berdaya.


Dia memahami cinta Steve untuk Julia begitu besar, Steve wajar jika cemburu.

__ADS_1


Meski Tuan Heleas adalah ayah Steve, tapi namanya persaingan harus ketat.


Itu yang ada dipikiran Tuan Heleas saat ini, dia memahami apa yang Steve rasakan.


Mendapatkan wanita anggun dan cerdas seperti Julia adalah keberuntungan bagi keluarga Heleas.


Perbincangan berakhir dengan Tuan Heleas yang ingin tidur karena rasanya sangat tidak nyaman.


....


Flashback : off


Lagi-lagi Nyonya Jes ingin mengelabui Steve agar putra tercintanya menjadi penurut dan tidak membangkang.


Santos dan Steve saling pandang, sesaat setelah Nyonya Jes pergi.


"Tuan, mari bekerjasama dengan baik, jika kau ingin segera menikah, jangan mata keranjang, jauhi mantan-mantan dan tetap tertuju kepada satu titik," pinta Santos yang berharap sang majikan tidak makin menyusahkannya.


"Astaga! masih juga memikirkan enaa-enaa, tidak habis pikir denganmu Tuan," jelas Santos.


Dia pasrah dengan apapun yang dilakukan ataupun dikatakan oleh Steve.


Pada intinya, dia hanya memohon kepada si mesyum agar tidak melirik gadis lain, pasti Santos yang akan kena batunya.


...


Saat perbincangan hangat berlangsung, muncul sosok cantik nan seksi, datang mengenakan baju baru.


Langkah sepatu hak tingginya terdengar jelas.


"Baby? apa yang kau bawa? wah terlihat sangat cantik," puji Nando sambil memeluk tubuh Julia.

__ADS_1


Dia meminta maaf.


"Baby, maaf ya?"


"Untuk apa?"


"Aku sudah membuat hatimu sakit."


"Tidak masalah, lebih baik kau ganti bajumu."


Julia memberikan tas berisi baju yang sudah dipesan oleh Santos.


Dia biasa saja tanpa peluk dan cium, kesal rasanya harus menjalani semua ini dengan datar.


"Nona, mari bicara sebentar denganku," pinta Santos.


"Oh, ok."


Saat Santos ingin melangkah, Nando langsung mencekal tangannya.


"Ada apa Tuan?" ucap Santos sambil menoleh ke arah sang Tuan Muda.


"Bantu aku jelaskan kepadanya, sikapnya belum baik kepadaku," ungkap sang casanova.


"Oh, oke."


Santos pergi setelah Nando melepaskan tangannya.


Nando hanya bisa menatap punggung dua orang itu tanpa bisa mengatakan apapun.


'Sabar, semua akan indah pada waktunya.'

__ADS_1


******


__ADS_2