
Bantuin othor ya gaes, yok main ke ungu 🥰
Cinta Pertamaku Boss Mafia
Aku mencintaimu tanpa batas, tetapi kau tidak pernah menganggapku ada. Dalam diriku ada bayangmu yang tidak akan pernah lepas dari setiap detak jantung dan hembusan nafasku. Lucas, kapan kau akan memahami jika diri ini hanya mencintaimu dan mendambamu tiap detiknya?
Italia, 02 Februari 2015
*******
Seorang gadis berkaca mata dengan sweater berwarna merah jambu, mengenakan syal dan penutup kepala berwarna senada, celana jeans serta sepatu kets warna putih, terlihat sedang menutup buku diarynya.
Kedua netra gadis itu, menatap ke arah luar jendela.
Dia terkejut kala mendapati pemandangan tak biasa, jantungnya berdegup kencang.
Sang gadis menangkap sosok pria yang sangat ia cintai selama kurang lebih lima tahun ini, berjalan masuk ke dalam Cafe Albino.
Perasaan malu dan canggung terlihat begitu nyata diraut wajahnya yang manis itu.
Apalagi, pria yang telah menjadi pemilik hatinya ini, duduk di meja depannya, dia mencuri pandang, rasanya ingin sok kenal dan bertanya kabar atau pun memperkenalkan diri.
Namun, hal tak terduga muncul, sang gadis kecewa saat seorang wanita tiba-tiba muncul kemudian mendekati Lucas, wanita itu duduk di pangkuan sang pria, keduanya bercumbu mesra tepat di depan matanya.
Rasa cemburu merasuk ke dalam sanubari, sang gadis merasa kesal, rasa cinta yang ia miliki seperti dipermainkan oleh takdir.
Bellanca Damaris memilih meninggalkan uang di atas meja untuk biaya secangkir teh. Bella melupakan buku diarynya yang masih ada di meja Cafe Albino tersebut.
Sang gadis berjalan melewati dua orang yang masih saja bermesraan dengan hati yang sangat dongkol.
Dia segera enyah dari pemandangan yang akan membuat mata dan telinga sang gadis terganggu fungsinya.
Tanpa sepengetahuan Bella, sedari tadi Lucas memperhatikan Bella dan penasaran dengan gadis itu.
Saat dia melihat buku diary yang tertinggal, dia kepo dan ingin mengambilnya.
“Honey, bisa kau duduk di tempat lain? aku ada urusan sebentar,” ucap Lucas berpura-pura, dia sebenarnya ingin mengambil buku diary yang ada di meja depannya.
“Oke Bee, aku juga ingin ke toilet, kau telah membuat lipstik ku belepotan karena serangan mu,” jawab sang gadis yang bernama Maggie Altov, kekasihnya.
“Kau juga menyukainya kan?” Lucas yang nakal bahkan memainkan dua pegunungan indah milik Maggie di depan umum, sang kekasih tidak keberatan. Dia justru merasa nyaman, toh tidak ada yang peduli juga.
Pengunjung Cafe Albino yang hanya segelintir tidak terlalu memperhatikan kegiatan keduanya yang intim itu.
Setelah tubuh Maggie beranjak dari pangkuannya, Lucas juga beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan menuju meja itu.
Dia menatap buku di depannya, dia tertarik dengan tulisan yang ada di sampul diary itu.
#Ketika mimpi menjadi nyata, aku ingin menjadikan dia kenyataan yang sesungguhnya, B love L.
__ADS_1
Setelahnya, dia penasaran tentang isi dari buku itu, Lucas tertarik saat membaca lembar demi lembar buku tersebut. Isinya sangat ringan dan menceritakan tentang sosok pria yang sangat Bella cintai.
Buku itu mampu menarik Lucas untuk terus membaca lembar demi lembarnya, dia sampai menyempatkan diri untuk duduk di tempat Bella duduk tadi.
Dia membaca dengan seksama baris kata yang terangkai menjadi puisi terindah itu, namun alangkah terkejutnya kala foto miliknya terselip di buku diary itu.
“Apa maksudnya ini?” Lucas bertanya-tanya, dia heran.
Bagaimana bisa sang gadis memiliki foto milik Lucas dan itu pun foto lima tahun yang lalu saat ia masih berada di New York, ini sangat aneh dan menjadi misteri baginya.
“Ada dua kemungkinan, gadis pemilik buku ini penggemar rahasiaku atau dia penguntit yang berniat jahat kepadaku, nanti aku akan menyelidikinya.”
Lucas menyimpan buku diary Bella di balik bajunya dan kembali duduk di tempatnya semula agar sang kekasih tidak curiga dan banyak bertanya.
“Bee, kita pulang saja,” pinta Maggie tiba-tiba.
“Ada apa honey?” tanya Lucas, dia telah berada di tempat duduknya.
“Ayahku tiba-tiba ingin bertemu denganmu, tadi dia menelponku saat aku berada di toilet," ujar Maggie.
“Oke, aku akan menemui ayahmu.”
Lucas dan Maggie yang hanya numpang lewat di Cafe Albino, segera enyah dari Cafe itu menuju tempat parkir mobil.
“Honey, kapan kita akan menikah? aku sudah dua bulan menjadi tunanganmu.”
“Nanti, aku akan membicarakan dengan ayahmu perihal pernikahan," tukas Lucas yang selalu memberikan harapan palsu kepada Maggie, karena ada misi yang sedang ia jalankan.
Dia harus merebut wilayah kekuasaan milik ayah Maggie yang seharusnya menjadi milik Tuan Helios, orang yang berdiri di balik misi perebutan tahta dan wilayah yang sedang Lucas jalankan.
Kurang lebih lima tahun belakangan ini, dia memang bergabung dengan klan mafia untuk menjalankan berbagai misi, yang terbaru, dia butuh waktu lebih lama untuk masuk ke dalam klan The Blood dan mendekati putri sang ketua bernama Maggie Altov. Tujuannya tak lain hanyalah tahta, dia ingin memperluas wilayah kekuasaannya.
Pria yang dahulunya hanya seorang buruh kasar di pelabuhan, kini telah menjelma menjadi seorang bos mafia yang sedang menyamar sebagai pebisnis muda yang sukses.
Semua berawal dari kematian sang nenek, dia harus putus sekolah dan bekerja menjadi buruh lepas di pelabuhan NY. Saat berada di pelabuhan, dia terlibat perkelahian dengan beberapa orang yang ternyata adalah anggota klan mafia Lucifer.
Dia membabat habis anggota tersebut. Dua hari setelahnya, datanglah lima orang utusan Lucifer yang mengatakan bahwa Lucas harus menemui bosnya.
Dia menyanggupinya.
Lucas tidak mengerti apa tujuan dari kelima orang itu membawanya ke markas Lucifer, dia keheranan kala sang bos memberikan tugas untuk menyerang musuh Lucifer yang berada di bar pusat kota. Lucas langsung menjadi pemimpin penyerangan.
Penyerangan itu berlangsung dramatis, dari pihak lawan, banyak yang tumbang. Dia sendiri harus terluka karena tebasan katana di punggungnya.
Meskipun awalnya harus bekerja keras, tapi hasil akhirnya sangat mencengangkan, dia berhasil membawa kemenangan untuk klan mafia itu. Bos Lucifer bangga dengan pencapaiannya dan memberikan iming-iming harta yang berlimpah serta gadis cantik yang senantiasa memuaskan ranjangnya tiap malam.
Namun, ketua Lucifer memberikan syarat agar Lucas mau mendekati putri tunggal pemimpin klan mafia The Blood. Ini sangat penting baginya karena ketua The Blood telah membunuh putranya dalam pertarungan dua tahun lalu, misi pertama untuk Lucas adalah menikahi Maggie, putri tercinta Tuan Thomas.
Misi kedua, dia harus merebut wilayah kekuasaan The Blood yang notabene milik Lucifer.
__ADS_1
Lucas menyanggupi permintaan itu, dia meminta imbalan agar bisa berkuliah lagi. Akan tetapi, ketua Lucifer yang bernama Helios menertawakan imbalan yang tidak ada apa-apanya itu. Jangankan ingin berkuliah, membangun universitas pun dia mampu melakukannya.
Lima tahun berlalu, Lucas telah menyelesaikan misi satu persatu hingga Tuan Helios mempercayakan setengah kekayaannya serta wilayahnya menjadi milik Lucas, tapi satu misi penting, belum Lucas kerjakan. Misi itu adalah menikahi Maggie, entah mengapa dia hanya ingin bermain-main sang wanita atau dia memiliki rencana lain yang lebih brilian.
Tuan Helios berulang kali mengingatkan agar Lucas segera menyelesaikan misi, dia sudah tidak sabar untuk berkuasa lagi di Italia.
Lucas menjanjikan kepastian, cepat atau lambat, dia akan menyelesaikan misinya cukup berat ini.
Lucas sepertinya paham betul keinginan sang ketua, hingga dua bulan terakhir, sejak lima tahun lalu dia menjalankan misi, menjadi titik balik tujuan utamanya ingin menguasai The Blood serta Italia.
Misi penyamarannya masih aman selama lima tahun lebih dua bulan ini, namun sepupu Maggie yang tidak menyukainya berusaha membongkar identitas Lucas yang sebenarnya.
Dia harus lebih berhati-hati.
…
Kedua orang itu kini sudah berada di depan mobil Lucas yang terparkir rapi di tempat parkir Cafe Albino.
Raut wajah Maggie terlihat banyak pikiran, Lucas kemudian menanyakan keadaan sang kekasih.
"Ada apa baby?" tanya Lucas. Dia masuk mobil terlebih dahulu.
"Hm ... hanya memikirkan sesuatu," ucap Maggie sembari masuk ke dalam mobil juga, tapi dia meminta Lucas duduk di samping kursi kemudi.
“Baby, kira-kira ayah akan membicarakan apa ya?” tanya Maggie yang masih menempel di lengan kekarnya.
“Rencana pernikahan kita mungkin,” jawab Lucas coba menerka.
“Semoga saja, Bee, biarkan aku yang menyetir hari ini,” pinta Maggie yang sedari tadi sudah duduk di kursi kemudi.
"Apakah kau baik-baik saja honey?” tanya Lucas cemas karena Maggie baru saja mengalami kecelakaan mobil.
“Aku baik,” jawab Maggie yakin.
“Berhati-hatilah.”
Maggie mengangguk, dia mulai menyetir mobil dengan hati-hati, perlahan kedua orang itu pergi meninggalkan Cafe Albino.
Di saat Maggie sedang menyetir, tiba-tiba ponsel Lucas berdering. Lucas segera meraih ponsel yang ada disaku celananya. Dia menatap layar ponsel tersebut dan mendapati pesan singkat dari Tuan Helios.
Pesan itu berbunyi,
Kematian Thomas akan segera tiba, percepat acara pernikahannya, agar kau bisa menjadi pewaris harta dan tahta dari pria tua itu. Ini tujuan utama kita, setelah mendapatkan segalanya, tinggalkan Maggie, pulanglah ke NY. Ada tugas lain menanti.
Senyum Lucas mengembang, kesehatan Tuan Thomas ternyata terganggu akibat racun yang telah ia masukkan ke dalam secangkir teh yang tiap pagi pria tua itu minum. Rencana ini sangat dipahami oleh Tuan Helios.
'Misi akan selesai, gadis pemilik diary itu adalah misi selanjutnya,' batin Lucas, dia merasa menjadi pemenang, apa yang dia usahakan selama ini akan terwujud dengan sempurna.
....
__ADS_1