
Nando merasa jika ini adalah saat yang tepat untuk berduaan karena tamu undangan sudah banyak yang pulang.
Acara pernikahan tersingkat sepanjang masa, kebanyakan rumpi dan makan-makan saja, tapi tidak meninggalkan kesan manis dan sakralnya.
Dua orang yang tiba-tiba saja mendapatkan telepon dari Nyonya Jeslin, kemudian ketika sampai rumah, di rias. Secepat itu mereka mengucap janji pernikahan.
Rasanya tidak mungkin pernikahan ini akan lancar jaya, sebab ada Jack dan Christin yang ingin menghancurkan kehidupan Nando serta kedua orang tuanya.
Namun, nyatanya nikah kilat Nando-Julia bisa terlaksana dengan lancar?
Apa yang terjadi sebenarnya?
.
.
.
Semua ini terjadi karena semua orang, seperti Jack, Christin serta Xia belum mengetahui jika Manda Heinz adalah Julia, ini trik jitu dari ibu Nando tercinta. Siapa lagi kalau bukan Nyonya Jeslin.
Di menyamarkan nama di undangan, semua orang mengetahui jika yang menikah adalah Manda dan Nando.
__ADS_1
Semua orang tidak terlalu memperdulikan jika itu Manda ataupun Juli, pada intinya tamu undangan itu menjadi tamu ekslusif pernikahan Juli-Nando.
..
"Baby, ayo kita ke kamar," bisik Nando saat Julia duduk di kursi tamu menemani ibunya. Dia terlihat menikmati kue yang ibu mertuanya berikan kepadanya.
Nyonya Jes, menyukai Juli yang tidak malu disuapi olehnya.
"Hm, kau ini memang anak tidak tahu diri! aku sedang menyuapi istrimu, tetapi kau memintanya untuk segera masuk kamar! dasar anak nakal!" ujar Nyonya Jes yang sebenarnya masih ingin bersama sang menantu sebelum anaknya menguasai raga cantik itu.
Sang Ibu meletakkan kue di atas meja, kemudian beranjak dari tempat duduknya.
"Aduh bu, sakit! astaga! ibu sangat kejam!" pekik sang putra saat ibunya memberikan pelajaran kepada sang anak nakal.
Semakin lama jeweran itu semakin sakit, Nando menutupi mulutnya agar tidak berteriak karena kesakitan.
"Bu, sudahlah! tidak perlu melakukan hal itu kepadanya lagi, dia sudah dewasa dan memiliki seorang Istri, sebentar lagi juga akan ada cucu untuk ibu. Saat ibu menjewer telinganya berarti, Ibu masih menganggapnya anak kecil. Jika masih menganggapnya seperti itu, dia sama sekali tidak akan belajar. Padahal, kelak Steve harus menjadi pria yang bertanggung jawab dan menjaga anggota keluarganya. Biarkan aku yang menghukumnya ketika dia melakukan kesalahan, hukumanku akan lebih berat daripada ibu. Dia pasti akan menurut kepadaku," ujar sang menantu yang sudah memiliki gembok pengaman agar sang suami tetap setia kepadanya.
"Apa itu? apa yang kau miliki sehingga suamimu nanti akan ter Juli-Juli kepadamu?" Sang mertua memang generasi masa kini, kata-katanya juga sangat modern.
"Haha, istilah apa itu ya? aku bahkan baru saja mendengarnya," ucap Julia.
__ADS_1
"Bahasa gaul itu, btw aku penasaran dengan jawabanmu?" jawab Nando.
"Tidur diluar!"
..
"Ha? kau meminta aku tidur di luar setelah menikah? no Juli, meskipun anuku belum sembuh, aku harus tidur denganmu! kita sudah menjadi pasangan suami istri, kenapa kau mengatakan hal itu?" Nando belum menyadari jika kata-kata itu hanyalah contoh, jika Nando pasti akan bertekuk lutut di hadapan istrinya.
"Terbukti kan?" cakap Julia.
Sang Ibu menahan tawanya karena tidak secepat ini memahami apa yang dikatakan oleh menantunya.
'Dasar Steve, dia tidak berubah sama sekali dari dahulu, tetap saja nakal dan menyebalkan!' gumam sang ibu.
.
.
.
*****
__ADS_1