
Sepanjang perjalanan, dua orang yang saling mencintai itu terlihat sangat bahagia sambil menyanyikan lagu berbahasa inggris.
It's a beautiful night
Ini malam yang indah
We're looking for something dumb to do
Kami mencari sesuatu yang bodoh untuk dilakukan
Hey baby
Halo sayang
I think I wanna marry you
aku pikir aku ingin menikahimu
Is it the look in your eyes
Apakah itu sorot mata Kau
Or is it this dancing juice?
Dan
Atau jus menari ini?
Who cares baby
Siapa yang peduli sayang
I think I wanna marry you
aku pikir aku ingin menikahimu
...
"Kau hapal lagu ini Steve?" tanya Julia.
"Iya, ini adalah lagu yang ingin aku nyanyikan saat melamarmu, aku sengaja menghafalkan lagu ini agar fasih dalam berbahasa Inggris," jelas sang Casanova merasa bahagia karena dirinya masih bersama Julia sampai detik ini hingga menuju hari pernikahan.
__ADS_1
"Hm, usahamu lumayan juga. Aku sangat mengapresiasinya," cetus Julia.
"Haha, apa kau tahu bahasa inggrisku itu tidak lancar sama sekali? tapi dalam berbisnis aku sangatlah pandai, aku memiliki banyak uang. Jadi kau tidak perlu khawatir hidup bersamaku meskipun aku tidak lancar berbahasa asing," cakap Nando menyakinkan kepada sang wanita agar tidak meragukannya dalam segi materi.
Dia juga romantis tetapi keromantisannya belum terlihat saja.
"Aku sangat membutuhkan harta untuk hidup di dunia tetapi yang paling utama adalah kasih sayang dan menghargai antar pasangan, ini yang paling penting Steve di samping materi," sahut Julia yang berpendapat bahwa segalanya memang butuh uang tetapi uang tidak bisa membeli segalanya.
Dia lebih respect dengan orang yang bekerja keras dengan keringatnya sendiri tanpa mengeluh dan mengemis kepada orang lain, ini yang selama ini Julia terapkan dalam kehidupannya.
Kedua orang tuanya juga mengajari untuk hidup hemat dan tidak boros, namun apa yang diajarkan oleh kedua orang tuanya sama sekali tidak membuat Xia jera untuk melakukan hal yang di luar perintah ayah dan ibu.
"Steve, aku minta setelah kita menikah, tinggallah bersama ayah dan ibu, selama ini aku sangat kehilangan sosok kedua orang tuaku sehingga ingin sekali berbakti kepada ayah dan ibu mertua." Julia memiliki pemikiran yang sederhana .
Dia adalah seorang wanita cantik yang merasa dirinya tetap seorang yang tidak memiliki apapun meski sudah mendapatkan keberuntungan berulang kali, dia tetap bersikap sederhana dan baik kepada semua orang.
Tidak ada pengecualian sama sekali.
Perjalanan menuju rumah sang casanova mereka berdua nikmati dengan romantis tanpa pengganggu sama sekali.
"Steve, apa kau merasa jika dirimu sangatlah lucu?" tanya Julia.
"Tidak, aku tidak lucu tapi keren!" seru sang casanova sambil bergaya sambil fokus menyetir.
"Casanova yang malang, itu julukan yang pas bagiku!"
Nando dan Julia kembali tertawa bersama karena mengingat seorang Nando yang casanova handal harus menghentikan segala hasratnya karena sebuah gigitan yang mematikan.
Sangat tidak mudah bagi Nando menjalani hari-hari tanpa kekuatan yang luar biasa dari bawah sana.
Dia benar-benar ingin mengakhiri petualangan cintanya dan menjadikan wanita di sampingnya adalah tujuan akhir hidupnya.
Waktu berlalu cukup lambat karena sang casanova merajukkan mobil dengan kecepatan rendah, hasil keduanya sampai di rumah lebih dari 2 jam, yang seharusnya bisa ditempuh dengan waktu 1 jam saja.
Saat mobil Nando mulai mendekati area perumahan mewah milik sang ayah, dia tiba-tiba berhenti tepat di depan toko bunga.
"Kau tidak boleh kemana-mana, tetap berada di dalam mobil! aku memiliki sesuatu yang bagus untukmu, hadiah paling luar biasa sebelum kita menikah!" ujar sang casanova.
"Ya, aku akan tetap di mobil sambil menunggu dirimu merangkai bunga," ledek Julia.
"Haha, jawabanmu jangan terlalu lugas, aku kan jadi malu," terang sang pria tampan sambil turun dari mobilnya kemudian menghampiri sang penjual bunga.
__ADS_1
"Nona, aku pesan bunga mawar merah yang indah, aku minta tolong rangkaikan segera ya?" pinta Nando.
"Oke siap!"
..
Beberapa menit kemudian ...
"Bunganya Tuan," ucap sang pemilik toko bunga.
"Wah, ini bagus, terima kasih Nona, ini berapa?" tanya Nando.
"Harganya 200$ Tuan," jawab sang pemilik bunga.
"Oke, aku bayar pakai kartu," sahut sang casanova sambil mengeluarkan dompetnya.
Transaksi bucket bunga telah usai, dia segera menghampiri Julia yang sudah menunggu dirinya.
Saat raganya berada di samping mobil, dia kemudian membuka pintu mobil itu.
"Taaaraaa!" ucap Nando sambil menyerahkan bucket bunga itu kepada calon istrinya.
"Astaga, cantik sekali bunga ini," ucap Julia.
"Secantik dirimu Juli," sahut Nando sangat mengagumi calon istrinya yang sangat cantik itu.
Julia memeluk bucket bunga indah itu dengan senyum yang merekah.
Nando merasa bahagia karena apa yang dia beri mendapatkan penghargaan dari calon istrinya meskipun tidak seberapa.
Sang casanova malang, lalu melanjutkan perjalanan pulang ke rumah untuk melangsungkan resepsi pernikahan.
Namun lagi-lagi kebahagiaan keduanya ada yang mengintai.
"Tuan Jack, Nona Manda bersama dengan pria OB waktu itu," ucap sang mata-mata yang mengira Nando adalah seorang OB.
"Aku tidak peduli dengan Manda, aku hanya ingin Julia," jawab Jack kesal terhadap dua anak buahnya yang menyebalkan itu.
"Tapi Tuan juga tertarik dengan Manda?" terka sang anak buah.
__ADS_1
"Aku ingin Juli! bodoh!"
*****