Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Rapat yang dinantikan


__ADS_3

Di dalam mobil ...


Mobil Nyonya Jeslin sudah tancap gas Nando yang menjadi sopir. Ini juga atas perintah Nyonya Jeslin, jika OB diperlakukan seperti sultan, sangatlah aneh.


"Steve? senyum lah, cemberut saja," goda Nyonya Jeslin.


Sang ibu sedari awal masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang bersama Julia, sudah memprediksi jika Nando akan kesal saat dirinya meminta sang putra menyetir.


Apalagi disampingnya harus Santos yang menemani, ini semakin membuat Nando dongkol.


"Hm," ujar sang putra.


Nando menutup mulutnya, dia hanya mengeluarkan suara yang tertahan.


"Steve, terima peranmu jangan ngambek," pinta sang ibu yang sangat puas mengerjai anaknya.


"Ya ... ya ... ya, aku terima semua ini tanpa ada dongkol dalam hati, pada intinya aku adalah OB dan kalian adalah sultan, ya aku tahu," jelas Nando dengan emosi yang tertahan.


"Nah, dia sudah kesal, ini sesuai apa yang aku inginkan," bisik Nyonya Jeslin kepada Julia.


"Nyonya, kasihan dia," cakap Julia.


"Kau jangan mengasihani pria bedjat macam dia, aku sedang mengajarinya cara menghargai hubungan," ujar Nyonya Jeslin.


Julia hanya bisa pasrah, dia menyerahkan segalanya kepada Nyonya Jeslin karena wanita itu adalah ibu kandung dari Nando.


Sepanjang perjalanan, Nando tetap diam, dia malas berbicara.


Drrt ... Drrt ... Drrt ....


Dering ponsel Santos menggema, dia langsung menjawab panggilan telepon itu.


"Ada apa Tuan?" tanya Santos kepada sang penelepon.


"Kau dimana?" sahut sang penelepon.


"Aku hampir sampai di kantor, ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Santos.


"Setelah rapat usai, kau antar aku ke rumah Chris, ada hal penting yang harus aku bicarakan, mumpung istriku ada di rumah orang tuanya," bisik Tuan Heleas.


"Astaga, Tuan. Anda mau apa lagi kesana? hari ini kan rapat, harus langsung kesana?" balas Santos berbisik pula.

__ADS_1


Pendengaran Nyonya Jeslin yang super sensitif saat ada orang yang berbisik, langsung mode : on. Dia mendekat ke arah Santos.


"Hey! apa yang kau katakan dengan pria yang ada di sambungan telepon? apa dia Heleas?"


Santos terkejut, dia dengan tenang mematikan panggilan telepon itu.


"Iya Nyonya, dia menanyakan kabar tentang anda," jelas Santos beralasan.


Steve yang hanya fokus menyetir, tak terlalu memperhatikan apa yang dikatakan oleh Santos.


Sang pelayan setia harus mengkondisikan segalanya, dia tidak ingin Nyonya Besar kesal, serta tidak ingin Tuan Besar mendapatkan amarah. Dia langsung menyimpan ponselnya disaku celananya.


"Oh, iya memang aku berpamitan pulang ke rumah orang tuaku, karena aku harus mengurus sesuatu, tapi saat Steve membuat masalah dan menyakiti hati Julia, aku otw ke rumah mewahnya yang tersembunyi. Ehm ... apa yang dia katakan Santos?" tanya Nyonya Besar kembali mengulang apa yang dia katakan.


"Hanya menanyakan kabar, dia ingin mengajak anda makan malam romantis, jadi bicaranya sambil berbisik," jelas Santos.


'Ini waktu yang pas untuk Nyonya dan Tuan Besar berbicara dari hati ke hati, aku tidak suka Tuan Heleas berhubungan dengan Chris lagi,' gumam Santos mencoba menyatukan Nyonya Jeslin dengan Tuan Heleas.


"Hm ... tumben, ya bolehlah. Kau beritahu saja aku dimana tempatnya, nanti aku akan datang sendiri," pinta Nyonya Jeslin.


"Tidak, aku yang akan mengantar Nyonya," pinta Santos.


Pembicaraan keduanya usai, Nyonya Besar kembali ke tempat duduknya sedangkan Santos langsung mengirim pesan kepada Tuan Heleas.


Tuan, lebih baik anda mengajak Nyonya besar makan malam, dia mencurigai mu menemui Chris lagi, agar aman, aku sudah menyiapkan makan malam romantis di Restoran D'Laona, tempat pertama kali kalian bertemu. Jangan lupa pukul 20.00 harus sampai disana, Nyonya Jeslin sudah mengintrogasi aku banyak hal, aku takut dia minta cerai lagi.


Santos mengirim pesan itu.


Beberapa menit kemudian, pesan itu di balas oleh Tuan Heleas.


Baru saja aku merasakan kelembutan istriku, bagaimana bisa dia curiga? tidak bisa dibiarkan, oke kau urus saja segalanya. Sebenarnya aku bertemu Chris karena masalah pekerjaan, bukan masalah yang lain, apa mungkin dia membuntuti aku tempo lalu saat menjemput Chris di Bandara? astaga, aku tidak tahu dia kini sangat detail.


Santos membaca pesan dari Tuan Heleas dan menahan tawanya.


Dia berhasil mengerjai kakek moyang casanova.


....


Satu jam kemudian ...


"Sudah sampai Tuan dan Nyonya, silahkan turun," ucap Nando kesal.

__ADS_1


"Ya, terimakasih pak sopir tapi memakai baju OB, kau keren juga, bisakah kita berkencan?" goda sang ibu.


"Ibu, stop!" jawab Nando semakin kesal.


"Haha .. ulu ulu, anak tampan ibu, marah ya? berhenti marahnya, ayo ikut ibu, Julia dan Santos, kau turun lebih dulu, kami menyusul," pinta Nyonya Heleas.


"Baik Nyonya," jawab Julia dan Santos secara bersamaan.


Nando hanya diam, dia menahan amarahnya, namun harus sabar dan menerima apapun yang terjadi demi balas dendam Julia terhadap mantan suaminya.


Julia dan Santos turun dari mobil, mereka berjalan masuk ke dalam kantor.


Saat Santos dan Julia sedang berbincang ringan, tiba-tiba ada seorang pria tampan dengan suara berat menyapa Julia.


"Selamat pagi Nona," sapa sang pria sambil mengulurkan tangannya, dia ingin berjabat tangan dengan Julia. Namun Julia hanya diam dan pergi begitu saja.


Santos tersenyum, dia dan Julia saling memandang.


"Kena dia Santos, memangnya enak aku cuekin," bisik Julia.


"Bagus Nona, biarkan saja dia," jawab Santos.


Kemudian kedua orang itu masuk ke dalam lift untuk menuju ruangan rapat.


Sedangkan pria tadi tersenyum smirk, dia tertarik dengan wanita cuek macam Julia.


"Hm ... aku belum pernah bertemu dengannya, apa dia pendatang baru? atau bos perusahaan terkenal? aku harus menyusulnya," ucap sang pria tadi.


Saat sang pria akan melangkahkan kakinya untuk menyusul Julia.


Seorang gadis yang tak kalah cantik dan seksi terlihat memanggil namanya.


"Kak Jack! mengapa kau meninggalkanku!" ucap si gadis.


"Maaf Xia-ku sayang, aku tadi bertemu dengan Tuan Carlos, dia menyapaku dan mengajakku mengobrol sebentar, ayo kita masuk sebelum rapatnya di mulai," ujar Jack, mantan suami Julia.


"Oke kak," jawab Xia.


'Astaga, ini Carlos yang mana? sial! jika pria itu adalah Carlos yang sama, aku akan mendapatkan masalah,' gumam Xia merasa gelisah.


********

__ADS_1


__ADS_2