Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Memikirkan masa depan


__ADS_3

Nando sangat percaya diri dengan apa yang sudah ia capai, semua pertobatannya berakhir manis.


"Baby! sory!" ucap Nando sembari mengecup bibir Juli lembut.


"Kau bisa melakukannya dengan lembut kan? mengapa tadi kasar sekali!" jawab Juli kesal.


"Namanya juga cemburu, sudah ya? kau harus ganti bajumu, aku juga. Sebentar, aku mau coba berjalan normal." Nando bangkit dari posisi duduknya dan berjalan beberapa langkah, dia senang karena rasa nyeri dan ngilu sudah tidak terlalu parah. Dia senyum-senyum sendiri mendapati miliknya telah lulus sensor untuk adegan dewasa lagi.


Juli menepuk jidatnya, dia menikahi bocah yang berada di tubuh orang dewasa.


"Capek deh! kau ini masih saja seperti bocah! kapan dewasanya?" Juli bahkan menyayangkan sikap Nando.


"Kalau sudah melakukan adegan, pasti seketika jadi dewasa," jawab Nando asal-asalan.


"Kwkwkwk ... mana ada? adegan apa mesum? wkwkwk ... sudahlah! lama-lama jadi maniak juga aku, yang kau bicarakan pangkal paha saja." Juli kadang merasa aneh dengan sikap Nando yang hanya mesum saja otaknya, apa di dalam otak itu tidak ada kehidupan lain yang lebih berfaedah? itu yang berusaha Juli gali dan cari. Entah kapan dia akan menemukannya.


"Ya memang hanya itu di otakku, sebenarnya aku ini cerdas tetapi karena para wanita lebih menyenangkan, aku menjadi terlalu nyaman dan ketagihan!" bisik Nando.


"Haisssh! apalah!  Steve, kau harus membuat pikiranmu itu memikirkan masa depan, tentang aku, anak, dan pendidikkan, kita tidak akan selamanya bisa sehat, bisa punya uang. Kadang kita akan terjatuh, so pasti semuanya akan pergi dari kita kecuali yang benar-benar mencintainya kita apa adanya, kau harus memahami hal itu, belum lagi para gadis yang kau sakiti hatinya, mana mungkin mereka akan diam saja. Pasti suatu saat akan menuntut balas, kau paham kan maksudku?" Juli sangat banyak bicara, begitu cerewet hari ini seperti ibunya, Nyonya Jeslin yang selalu ceramah di pagi hari.


"Ya," ucap Nando. Jawaban ya Nando memperlihatkan kemalasannya mendengarkan semua ocehan Juli.


"Astaga! bisa stres aku ini, Steve kau menyebab kedua orang tuamu keriput pasti! kepalaku saja nyut-nyutan melihat tingkahmu." Juli memijat kepalanya, mencoba menetralkan rasa pening yang ada.


"Aku akan tetap mesum, tapi hanya denganmu." Nando mempertegas ucapannya.


"Ehm ... oke, aku akan pegang kata-katamu!" jawab Juli.


Beberapa menit kemudian ...


Keduanya telah siap dengan pakaian yang lebih layak karena tadi Juli seperti gembel dengan baju compang-camping. Kini dia terlihat cantik, riasan wajah yang tipis tapi elegan.

__ADS_1


Nando yang lebih percaya diri, mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar pribadinya.


Namun, langkahnya terhenti saat dokter berdiri tepat di depannya.


"Mau kemana?" tanya sang dokter.


"Jalan-jalan, periksanya nanti saja ya? aku mau kencan dengan calon istriku," jawab Nando.


"Tunggu, aku check dulu." Sang dokter menyeret tangan Nando dan memintanya merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Juli tersenyum melihat kondisi ini, baru pertama kali ada orang yang mampu mengendalikan Nando.


Dokter mengecheck milik Nando, dia terkejut saat luka itu sudah kering.


"Wow! luka sudah kering dalam waktu beberapa jam saja, wah milikmu terbuat dari apa? memang ini luar biasa, seperti kebiasaanmu yang gila itu, menyetubuhi 5 gadis perharinya," ledek sang dokter.


"Tapi masih ada rasa ngilu kadang dok," keluh Nando.


"Awas karma Nando, kau tidak bisa lepas dari itu. Bertobatlah dengan benar," imbuh sang dokter yang merasa pria itu telah mengakhiri kegilaannya.


"Iya, aku memang akan menikah, perkenalkan! dia adalah calon istriku!"


Sang dokter kagum dengan wanita yang ada di depannya, tetapi dia merasa pernah mengenal Juli.


"Sepertinya, aku pernah melihat nona, nama anda Juli kan? yang berselingkuh itu?" ucap sang dokter menerka.


"Haha, bukan. Dia Manda, dia wanita baik-baik." Nando menggenggam erat tangan sang pujaan hati.


Juli merasa terharu, di saat seperti ini, Nando tetap mendukungnya.


"Jaga baik-baik anu-mu, jangan sampai lecet lagi," ucap sang dokter mengingatkan.

__ADS_1


"Iya, berisik sekali!" Nando sangat pusing jika banyak orang berisik di sekitarnya.


Si dokter paham, dia pergi dengan meninggalkan resep obat.


Nando yang memahami kesedihan Juli, langsung memanggil Santos.


Beberapa menit kemudian, Santos datang.


"Ada apa Tuan?" tanya Santos.


"Bagaimana penyelidikan tentang pria sialan itu?" tanya Nando.


"Pernikahan akan di laksanakan dua hari lagi Tuan, antara Xia dan Jack, Tuan Besar dan Nyonya Besar juga di undang. Kau harus berhati-hati jika ingin membuat onar." Santos memperingatkan Tuan Mudanya agar balas dendam harus membawa banyak bukti yang valid.


"Santos, apa dia akan menikah di Villa Aeros?" tanya Juli. Sepertinya dia mengetahui sesuatu.


"Iya, Nona tahu tempat itu dimana?" tanya Santos.


"Itu semacam tempat mewah milik keluarga Howard, dia dan kakaknya Cristin Howard saat ini juga tinggal di sana," jelas Juli.


"Cristin Howard? bukannya dia simpanan Tuan Besar Heleas? astaga!" celetuk Santos tidak mempercayai apa yang ada di depannya, tapi fakta itu nyata.


"Maksudnya?" Juli tidak memahami apa yang Santos katakan.


Nando menarik lengan Santos dan berbisik," Jangan katakan apapun tentang itu, kau paham?"


Santos yang keceplosan langsung mengatakan hal lain, dia mengalihkan pembicaraan.


"Maksudnya, dia teman Tuan Besar Heleas!"


….

__ADS_1


__ADS_2