Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
On the Way Bandara


__ADS_3

Setelah usai menyalurkan hasrat yang membara, Nando meminta pak sopir masuk kembali ke dalam mobil.


Mendapat perintah langsung dari Tuan Mudanya, dengan sigap si sopir langsung mengiyakan permintaannya.


"Tuan? ritualnya sudah selesai?" tanya si sopir yang kini sudah duduk di kursi kemudi.


"Haha ... sialan! memangnya aku sedang memuja apa? itu bukan ritual tetapi suatu hal yang harus terjadi saat aku bersama para gadisku, entah bertatap muka secara langsung atau daring. Untung aku sedang baik dan bahagia, kalau tidak, sudah aku hukum kau pak sopir!" jawab Nando dengan senyum bahagianya karena apa yang dia inginkan sudah tercapai.


"Maaf Tuan Muda, aku terlalu lancang berbicara," ucap si sopir meminta maaf karena terlalu berani mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya.


"Kau bisanya minta maaf saja! bagaimana nasib tiket ku?" Nando sedang happy, jadi dia tidak terlalu kesal, hanya saja dia tidak menyukai orang yang sering meminta maaf.


Si sopir adalah pria paling kebal dari beberapa sopir yang sudah lima tahun bekerja bersamanya.


Jadi, biarpun suka marah-marah, Nando akan tetap mempertahankan pak sopir sampai kapanpun.


Selain kebal, pak sopir adalah pria yang menyimpan banyak rahasia tenangnya juga keluarganya. Posisinya dengan Santos sama vitalnya, karena keduanya selalu melakukan misi-misi berbahaya, contohnya seperti hari ini.


Pak sopir harus terbiasa dengan tingkah konyol dan gila Nando saat phone se*x dengan Alea. Ini sudah kelima kalinya pak sopir menjadi saksi layaknya satpam di pinggir jalan untuk mengawasi si gila Nando melancarkan aksinya.


"Iya Tuan. Oh ya, soal tiket, Tuan Muda akan mendapatkan penerbangan pukul 07.00 pagi. Bagaimana Tuan? apa Tuan keberatan dengan waktunya?" tanya si sopir. Dia selalu memastikan segalanya, tidak ingin sang majikan banyak mengeluh.


"Oke, tidak masalah. Pak sopir, aku pinjam ponselmu," pinta Nando yang malas membeli ponsel baru.


"Ponselku burik Tuan, itu keluaran lama. Jangan Tuan, nanti kita beli yang baru." Sang sopir sepertinya tidak ingin ponselnya dipinjam oleh Nando, karena ada suatu hal.

__ADS_1


"Kau pelit! padahal aku selalu memberimu bonus," gerutu Nando, dia seperti anak kecil yang sedang ngambek.


"Bukan itu maksudku Tuan, ponsel yang kau bawa itu pemberian ibuku waktu usiaku dua puluh tahun. Kini usiaku sudah 25 tahun, lima tahun ponsel itu bersamaku sampai ibuku meninggal dunia karena sakit radang hati. Kemudian Tuan menemukanku di jalan, Tuan iba dan memberikanku pekerjaan."


Suasana menjadi hening, Nando terharu dengan sang sopir karena tetap menjaga ponsel pemberian sang ibu, meskipun si sopir bisa membeli ponsel yang lebih mahal dari gajinya menjadi sopir eksklusif Javier Fernando. Si pria casanova penikmat surga dunia.


"Iya ... iya, aku paham! kau adalah anak yang berbakti dan aku anak durhakim. Ya aku tahu itu, aku bajingan dan kau adalah anak baik hati tanpa cela. Oke, semua yang buruk ada padaku, hanya aku," ucap Nando menggoda sang sopir.


"Ma ...." Hampir saja si sopir mengucapkan kata maaf, dia langsung menghentikan ucapannya, dan mengulangnya kembali.


"Ehm ... Tuan, aku yang lebih buruk, kau pria baik," jelas si sopir yang merasa kurang jika tidak ada kata maaf saat dia berbicara dengan Nando.


"Haha ... kau ini takut sekali? takut tidak aku gaji ya? cepat gas pol! antar aku jalan-jalan. Masa ia, mondok terus di pinggir jalan yang sepi," perintah Nando yang hatinya sedang berbunga-bunga.


"Baik Tuan," jawab si sopir.


Dua jam lamanya, Nando berjalan-jalan keliling kota Paris. Dia terlihat kelelahan, pada akhirnya rasa kantuk itu menggelayutinya.


Pelan tapi pasti, sang casanova telah menyatu dengan mimpi manisnya.


"Tuan, kau lapar tidak? di dekat sini ada makana e ...." Belum sempat si sopir melanjutkan ucapannya, dia melihat dari spion tengah mobil bahwa sang majikan telah terlelap.


"Oh, Tuan Muda kelelahan," ujar si sopir dengan senyum yang mengembang.


Berhubung sang majikan tidur, dia memilih untuk menghentikan mobilnya di sebuah Cafe yang tidak jauh dari bandara internasional Charles de Gaulle.

__ADS_1


Dia merasa kelaparan.


Sang sopir keluar dari mobil dan membungkus makanan serta minuman agar bisa ia nikmati di dalam mobil sembari menjaga sang majikan.


Dia makan dengan lahapnya, tiba-tiba dering ponsel miliknya terdengar jelas. Dia segera meraih ponsel yang ada di pangkuan sang bos.


Tapi dia tidak sengaja menyentuh tissue yang digunakan oleh Nando saat melakukan tindakan iya-iya bersama Alea.


"Sialan! Tuan Nando jorok sekali!" Dia segera mengusap tangannya menggunakan tissue yang tersedia di mobil itu.


Setelah itu, kembali meraih ponselnya.


Di layar ponsel itu tertera nomor ponsel Santos.


"Halo Santos? ada apa?" tanya pak sopir.


"Bagaimana keadaan Tuan Muda?" Ternyata Santos ingin memastikan kondisi terkini sang majikan.


"Dia baik Santos, baru saja mendapatkan vitamin G," ungkap pak sopir dengan menahan tawanya.


"Haha, vitamin apa itu?" Santos bahkan tidak paham apa yang dikatakan oleh sopir kebal Nando itu.


"Vitamin Gairah, Santos. Dia baru saja PS dengan Nona Alea. Kena lagi aku, nyut-nyutan kepala ini karena desaaahan dan erangaan dua manusia itu," jelas si sopir dengan wajah mengenaskan.


"Haha, kau sopir eksklusif Tuan Muda, tak apalah! itu makanan sehari-harimu," sindir Santos.

__ADS_1


"Shiitt!" umpat si sopir. Dia tidak bisa mengatakan apapun karena memang itu kenyataannya.


...


__ADS_2