
Di tempat lain, terlihat mobil yang dikemudikan Santos berhenti di tempat parkir sebuah rumah sakit yang cukup besar.
Santos keluar dari mobil itu, kemudian di susul Julia dan sang Nyonya Besar yang terlihat masih mengantuk namun saat dibangunkan oleh Julia, langsung membuka matanya.
"Hoam ... ini rumah sakit apa ya? sepertinya besar sekali, apa Steve bisa membayar?" ucap Nyonya Jeslin setengah sadar.
"Haha, dia banyak uang Nyonya. Anda saja yang tidak tahu," jawab Santos geli.
Dia dan Steve memang menyembunyikan aset luar biasa dari Nyonya Jeslin, ini atas perintah Nando juga, rasanya menyebalkan jika uang hasil kerja keras harus disita oleh sang ibu yang sangat perhitungan kepada Nando yang super boros itu.
"Hm ... oh, jadi kalian berdua menyembunyikan sesuatu dariku? okelah, Santos! aku tak akan berdiri di sisimu saat Steve berbuat ulah, kau harus menyelesaikan masalah yang dibuat Steve sendirian!" Nyonya Jes mengancam, membuat Santos kalang kabut.
"Astaga Nyonya, maaf! aku tidak bermaksud untuk melakukan ini kepadamu, aku keceplosan. Aku harap Nyonya mau menarik semua perkataan yang sudah Nyonya sampaikan kepadaku, semua hal mengenai Tuan Muda, aku selalu mendapatkan pusing yang berlebihan! tanpa Nyonya, aku akan mati berdiri karenanya!" pungkas Santos memohon kepada Nyonya besar agar tetapi pihaknya sampai kapanpun.
Julia yang melihat situasi genting dan wajah Santos yang merana, mencoba merayu calon mertuanya.
"Nyonya, apa yang dikatakan Santos itu benar. Jika aku menjadi dia juga sangat kewalahan, Steve selalu banyak akal untuk melakukan hal-hal yang aneh, aku juga sempat dibawa stress karena para gadis di dalam masa lalunya bermunculan tanpa henti. Namun, saat ini aku percaya padanya karena dia mampu menambahkan obat pencahar di minuman Xia, ini sudah langkah pertama untuk nya membuatku percaya atas sama kata-katanya yang seakan hanya semua itu. Semoga Steve benar-benar akan berubah, bukan hanya di bibir saja," jelas Julia mulai berharap.
Nyonya Jeslin yang merasa bahwa si Julia merupakan menantu idaman, langsung mendapatkan pelukan hangat kemudian dia menarik semua perkataannya.
Ibu Steve itu setuju dengan apa yang dikatakan oleh calon menantunya yang sangat ia inginkan menjadi ibu dari anak-anak Nando kelak.
"Ehm, karena yang mengatakan ini semua adalah calon menantu, aku akan menyetujui apapun yang dia katakan. Santos, jangan pernah mengulangi lagi, kau dan Steve harus mendapatkan hukuman setelah ini!" jelas Nyonya Jes sabar mengandeng lengan calon menantunya masuk parkiran rumah sakit.
__ADS_1
"Syukurlah, masih bisa termaafkan dan aku aman! Huft! betapa sulitnya menjaga benih casanova," ungkap Santos lemas.
Dia beruntung karena Nyonya besar tidak mengatakan apapun. Namun, dia harus Siap dengan segala hukuman yang telah disiapkan oleh Nyonya Jeslin.
Daripada memikirkan hal yang belum pasti, Santos mengekor langkah Julia dan Nyonya Jes sudah masuk terlebih dahulu ke dalam area rumah sakit.
....
Saat berada di dalam area rumah sakit, Nyonya Jes bertanya kepada pusat informasi di rumah sakit tersebut mengenai seorang pasien bernama Heleas yang baru saja dirawat.
Sang suster mengatakan bahwa Tuan Heleas berada di kamar inap VVIP lantai 10 nomor 12.
Santos sudah berada di samping Julia, kemudian berjalan bersama menuju lift untuk naik ke lantai 10 menjenguk kakek moyang casanova.
Saat ketiga orang itu masuk ke dalam lift, terjadi hal yang tidak terduga, di dalam ada seorang gadis yang sedang mengeluarkan suara indah saat melihat ponsel miliknya, Santos iseng melirik, dia terkejut sendiri.
Julia dan Nyonya Jeslin yang memahami apa terjadi, hanya diam dan menahan tawanya.
Ting!
Pintu lift telah terbuka, ketiga orang itu keluar dari lift, namun tidak untuk sang gadis yang entah akan kemana dia.
"Santos, apa kau melihat sesuatu yang aneh? sampai terkejut dan keringat dingin?" tanya Nyonya Jes.
__ADS_1
"Begitulah Nyonya, bagi sesama pria, aku merasa aneh jika harus melihat senjata milik pria lain, astaga! mimpi apa aku semalam! gadis itu membuat kesucian bapak-bapak ternoda," cetus Santos.
"Astaga, kau itu bukan lagi bapak-bapak! tapi aki-aki, ku tengok usiamu. Kau sudah memiliki 2 cucu!" tegas sang Nyonya besar mengingatkan.
"Haha tapi tetap saja Nyonya, rasanya aneh," cakap sang pelayan setia bergidik ngeri saat terbayang hal yang baru saja ia lihat.
...
Saat Julia dan Nyonya Besar saling mengobrol, tak lupa Santos yang dalam frustasi, dikejutkan dengan sosok Nando yang langsung menggendong tubuh Julia.
"Sayang! aku rindu!" ucap Nando sambil mengecup bibir Juli di depan ibu dan pelayan setianya.
Julia merasa malu, dia memberontak dan ingin segera diturunin karena malu ada Santos dan Nyonya Jes.
Namun, sang kekasih sepertinya semakin bersemangat untuk menggendong sang kekasih sampai ke dalam ruangan VVIP tempat sang ayah dirawat.
"Steve, ini rumah sakit! bukan taman bermain, turunkan dia! kau dan Santos masih ada urusan denganku, setelah menjenguk ayahmu, ada hukuman untuk kalian berdua karena telah menyembunyikan banyak hal dariku, aku kira kau telah menyerahkan semua aset itu kepada ayahmu! ternyata kau masih memiliki banyak uang! dasar anak nakal!" ungkap Nyonya Jes.
Nando segera menurunkan tubuh Julia dengan perlahan, lalu menarik lengan Santos.
"Apa yang kau katakan kepada ibuku?" bisik Nando.
"Maaf Tuan, aku yang salah," jelas Santos.
__ADS_1
Nando sudah memahami, bahwa dirinya dan Santos dalam masalah.
******