
Nando senang saat mengetahui bahwa Juli mau menerimanya apa adanya, mau menerima bukan berdasarkan kehebatan dirinya dalam bermain di atas ranjang melainkan karena dia peduli dengan Nando.
"Baby, thanks ya? kau sangat baik, btw kau tutup saja anu-ku, lembah milikmu basah bahaya nanti," canda Nando.
"Haha ... mana ada? aku tidak mesum sepertimu. Ini adalah zona kedokteran, aku pernah mempelajari ini, tetapi karena teman perempuanku yang memintanya." Juli kembali mengingatkan bahwa dia mengetahui beberapa hal tentang apa yang sedang anu-nya Nando alami.
"Oke, baguslah! tapi, pasti aku nanti yang kewalahan saat kau memintaku untuk melayanimu," ucap Nando sangat percaya diri.
"Haha ... bukankah terbalik? kau yang akan memintanya, sudahlah! lebih baik kau mandi saja, aku bantu buka bajumu, perbanmu harus di ganti sebab, luka lecet itu mengeluarkan darah kembali karena gesekan antara perban yang tipis dengan kain celanamu, ini karena kau bergerak dengan tiba-tiba, anu mu jadi korban." Juli menahan tawanya saat membahas anu sedetail ini.
"Baby, aku mau!" Nando sangat manja, ini adalah waktu yang tepat untuk bermanja-manja memang.
"Cih, benar kan? belum apa-apa sudah terlalu antusias." Juli sudah menduganya dari awal, Nando adalah tipikal pria manja karena Juli sudah bisa menebaknya karena pria itu hanya tinggal sendiri. Nando pria kesepian yang butuh teman, dia hanya akan menunjukkan hal itu kepada orang yang menurutnya klik dengannya. Juli adalah wanita itu, wanita yang klik di hati dan pikirannya.
"Kwkwk ... kau tahu kan? aku seperti apa? aku juga tidak perlu menjelaskan seberapa napsunya aku dengan lembah dan pegunungan milikmu, so seksi baby!" Nando menggigit bibir bawahnya seolah-olah menggoda Juli.
"Astaga! kau masih seperti bocah ya ternyata, padahal kau lebih tua dariku sepertinya?" Juli mulai menilisik hal detail yang ada di dalam hidup Nando, contohnya masalah usia.
"Ehm ... tidak juga, hanya beberapa tahun, tak sampai 20 tahun. Kita masih aman, kau tidak akan menikah dengan aki-aki. Biarpun aki-aki juga masih kuat dan tangguh!" ucap Nando yang mengira dia masih setangguh dulu.
"Wkwkk kau membuat perutku kram Nando, kau calon aki-aki mesum di masa depan wkkwkwkw!" Juli tak henti tertawa sampai tubuhnya terjungkal dan dia kembali menertawakan dirinya sendiri.
__ADS_1
Nando yang mengetahui sang pujaan hati terjungkal, langsung bergerak cepat, tidak peduli anu-nya akan semakin parah lukanya.
"Baby? kau baik-baik saja?" tanya Nando sembari bangkit dari ranjang dan ingin menggendong tubuh Nando, dia lupa rasa sakit di anu-nya.
"Baby, anu-mu!" pekik Juli saat mengetahui ada bercak darah di sprei.
"Aw!" pekik Nando, dia baru menyadari rasa perihnya yang luar biasa namun tetap mengendong tubuh sang pujaan hati.
"Turunkan aku Nando, aku harus segera mengobati lukamu, kali ini menurut padaku!" pinta Juli sedikit memaksa.
"Oke," jawab Nando dengan menahan rasa nyeri luar biasa akibat aksi nekatnya.
Pada akhirnya, Nando menurunkan Juli dari gendongannya dan kini bergantian sang wanita yang memapah Nando masuk ke dalam kamar mandi.
Kemudian, meminta Nando berdiri di bawah aliran air shower karena dia akan memandikan pria casanova itu, anu-nya beberapa kali menegang tak karuan kala sentuhan lembut Juli merambat di senjata yang sedang lecet itu.
Juli memang wanita yang telaten dan lembut, hingga setiap sentuhan itu membuat sekujur tubuhnya merinding disko.
"Nando, Santos bilang ayahmu ingin bertemu denganku?" tanya Juli di sela kedua tangannya yang sigap mengusap seluruh tubuh Nando menggunakan sabun cair.
Ini pertama kalinya bagi Nando, ada orang lain yang begitu lembut merawatnya selain sang ibu, dia terlena hingga tak mendengar apa yang Juli tanyakan.
__ADS_1
"Nando? kau mendengarku?" tanya Juli kembali.
"Apa baby? maaf aku sedang menikmati sentuhan lembut yang kau berikan kepadaku. Ehm, coba kau katakan ulang, apa pertanyaan?" pinta Nando.
"Santos bilang, ayahmu ingin bertemu denganku." Juli mengulang pertanyaannya.
"Oh iya, baby. Dia ingin bertemu denganmu, tapi sebelum itu semua terealisasi, kau harus merubah jati dirimu, ini demi keselamatanmu," jawab Nando, ingin yang terbaik untuk sang calon istri.
"Aku harus menjadi apa?" tanya Juli penasaran.
"Ehm, aku ingin kau menjadi teman masa kecilku saat masih berusia 10 tahun, dia adalah gadis kecilku yang hebat, kini tumbuh menjadi pebisnis yang handal serta lemah lembut dan cerdas," jawab Nando yang berusaha menempatkan Juli ke posisi tertinggi di dalam hati Nando.
"Haha ... memang kau ada teman masa kecil?" Juli tidak percaya begitu saja dengan Nando karena pria itu adalah pembohong sejati.
"Ada, kau berganti nama menjadi Amanda, sesuai keinginanmu. Setelah itu, aku akan membuatmu menjadi wanita impianku, gadis kecil yang sangat aku cintai." Nando keceplosan, dia lalu salting.
"Hm ... oh, begitu." Juli bertingkah biasa saja, namun di dalam hatinya dia bertanya-tanya tentang sosok gadis kecil yang katanya sangat Nando cintai itu.
"Kau cemburu?" Nando mulai menerka, dia merasa si wanita malang berbeda sikap kala dia menceritakan tentang teman masa kecilnya.
"Tidak, hanya ragu saja, kau pasti pedofil. Mana ada cinta sejati untuk casanova modelan maniak sepertimu?" Juli mencoba menahan rasa yang bergejolak di dalam dada, semacam rasa tidak rela jika Nando memikirkan gadis lain, meskipun itu teman masa kecil Nando.
__ADS_1
Hahaha ... kau kena prank! gadis kecil itu kau baby! haisssh! gemasnya, ku cium juga bibirmu baby.
….