Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Nikahi aku!


__ADS_3

Setelah aksi luar biasa yang tertunda itu usai, Nando dan Cantika mandi bersama dengan cinta kasih yang membuncah.


Nando belum ingin meledak, dia masih ingin bermain di atas ranjang.


Beberapa menit kemudian, sesi pembersihan diri telah usai, keduanya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk kimono.


Mereka berdua duduk berdampingan di tepi ranjang.


Wajah keduanya saling bertatap, Cantik membelai wajah tampan Nando dan menelangkup kan kedua tangannya di wajah itu.


"Baby, bagaimana kalau kita menikah?" tanya sang gadis.


Pertanyaan yang tidak ada jawabannya, Nando hanya mampu berkilah.


"Aku masih ingin bekerja," ungkap Nando.


Alasan klasik dan tidak masuk akal.


"Tapi baby, kau mencintaiku kan?" sahut Cantika, sang gadis meminta pernikahan.


"Kau sudah paham? arti hubungan kita?" ungkap Nando mempertegas status hubungan keduanya.


"Iya, tapi ... ayahku? dia ingin bertemu denganmu!" cakap sang gadis dengan wajah memelas.


Nando diam sejenak. Dia berpikir secepat kilat.


"Aku tidak bisa, aku hanya ingin kenikmatan dunia, tidak ada kamus pernikahan di hidupku. Jika kau masih ingin menjadi gadisku, kita jalani seperti sebelumnya. Tapi jika kau ingin mundur, silahkan." Ucapan Nando terdengar tidak bertanggung jawab, tetapi memang perjanjiannya seperti itu.


Tidak ada ikatan, tidak ada sesuatu yang harus menuntut keduanya meresmikan hubungan ke jenjang yang lebih serius.


Si gadis seperti tidak rela dan mencoba mendikte Nando.


"Juli? siapa Juli? apakah dia yang membuatmu tidak ingin menikahiku?" ucap Cantika membeberkan fakta yang ada.


Cantik mulai serius dengan ucapannya.

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang, itu bulan kau lahir. Juli tanggal 12. Kau meragu?" tandas Nando kembali berkilah.


"Baby, aku sangat mencintaimu, tetapi aku ragu!" jawab Cantik masih belum yakin dengan apa yang sang casanova katakan.


"Terserah kau saja, kau sudah mengetahui siapa aku dan bagaimana aku, tidak perlu ku perjelas lagi," cakap Nando.


Nando berakting marah agar Cantik tidak membuatnya merasa terpojok.


Tapi kali ini, Cantik memang ingin sebuah ikatan. Nando tak mampu mengatakan apapun. Sang gadis berbaring membelakangi dirinya.


"Baby, sorry!" ucap Nando sembari memberikan sentuhan lembut di tengkuk sang gadis, dia mencoba merayunya.


"Kau mulai merayu?!" ucap Gadis yang mulai masuk ke dalam permainan Nando namun mencoba menahannya.


"Aku hanya ingin ini, tidak lebih!" kata Nando dengan jujur.


Si cantik masih merasa kesal. Gadis itu menjauh dari Nando.


"Oke baby! aku akan mengabulkan semua permintaanmu, asal jangan pernikahan! aku tidak bisa, aku bukan pria berkomitmen," imbuh sang pria.


Sang casanova meraih dagu Cantika, mendekatkan wajah keduanya, semakin dekat dan pertautan bibir itupun terjadi.


Dengan ciuman maut, dia berharap mampu menghilangkan keinginan Cantik untuk meminta pernikahan darinya.


Nando benar-benar melakukan tugasnya dengan baik, Cantikan kembali melayang saat sang casanova bersimpuh dan menyusup ke area bawah yang penuh godaan.


"Baby, cukup!" pinta Cantika yang merasa Nando sudah kembali seperti semula.


Rasa curiga perlahan pudar.


Nando menghentikan aksinya, dia mendongakkan kepalanya, sambil menatap wajah Cantika, dia segera melancarkan jurus lain agar kecurigaan Cantik hilang.


"Baby, kau ingin jalan-jalan kemana?" ucap Nando dengan senyum manisnya.


"Kita ke luar negeri?" Cantik meminta hal yang sulit, tetapi jika dia menolak, Nando akan mendapatkan masalah.

__ADS_1


Sejenak Nando berpikir, kemudian memberikan keputusannya.


"Oke baby, kita pergi ke Paris, kau mau?!" ucap Nando sembari bangkit dari posisi bersimpuhnya.


Kini dia dan Cantika duduk berdampingan.


"Mau baby! love you!" jawab Cantika langsung memeluk untuk gagah itu.


"Love you too baby!" jawab Nando sok cool.


Padahal dia sedang pusing, ada Juli yang harus ia jaga.


'Sial! aku terjebak permainanku sendiri! mau tidak mau aku harus menurut pada gadis ini, jika tidak, hilanglah aset kenikmatan ku,' batin Nando yang menyanggupi permainan Cantik yang semakin panas.


Sang pria dengan tubuh yang mendominasi, terus menghajar habis-habisan sampai sang gadis lunglai, erang...an dan Lengu...han berirama membuat suasana menjadi syahdu dan penuh gelora.


Nando menaikkan kaki Cantik dan mengalungkan di lehernya, seketika itu juga hujaman benda tegak itu memenuhi area basah membahana itu.


Sang gadis memejamkan matanya, merasa sensasi yang berbeda, Nando kembali dengan kelembutannya, membuat Cantika tergoda.


Hingga saat ledakan itu datang, sang casanova menumpahkannya di dalam mulut sang kekasih.


Rasanya lega, dia memeluk tubuh itu dengan erat.


"Kau luar biasa hari ini sayang," ucap Cantika.


"Semua ini untukmu baby, jangan meragukanku lagi, oke?"


"Yes baby!"


Sang casanova memeluk sang gadis sambil mencium kening itu, Cantika merasa bahagia.


Nando akhirnya mampu kembali seperti dulu, dan pastinya sang gadis telah tertipu oleh kamuflase yang telah Nando ciptakan untuk membungkam Cantik agar tidak melulu bicara tentang pernikahan.


**********

__ADS_1


__ADS_2